
Malam hari nya , keluarga mereka pun berkumpul di ruang makan.
Mereka akan melakukan makan malam bersama dengan Ayah dan Mama.
Mora menyiapkan twins terlebih dulu dan setelah nya ia mengajak mereka keluar kamar.
Setelah itu mereka langsung turun menggunakan lift, Mora menggenggam tangan twins dengan wajah tersenyum.
"Wah Cucu opa" ucap Opa Darma deng tersenyum.
Kedua cucu nya hanya tersenyum ciri khas bayi saja, mereka berjalan dengan sangat gemoy ke arah Opa nya.
"Naik" ucap Wira menatap dang Daddy yang memang kebetulan sudah ada disana.
"No, kalian akan makan di roda milik kalian" ucap Wildan lembut.
Twins langsung nurut walaupun dengan wajah di tekuk nya, Bibi Kay lalu mendudukan twins pada roda milik nya masing-masing.
Setelah itu, ia beri makanan khusus mereka.
Mora dan yang lainnya pun ikut serta makan malam , sesekali Mora menatap kedua anak nya yang sedang di jaga oleh Bibi Kay.
*
__ADS_1
Setelah makan malam, Mora dan keluarga nya berkumpul di ruang tengah.
Twins juga ikut serta disana dengan banyak nya mainan yang di gelar oleh mereka berdua.
"Nak, bagaimana kabar Bibi mu?" tanya Oma Hesti pada Mora.
"Mereka sudah berubah, bahkan Winda pun menjadi lebih baik lagi bersama dengan Suami nya" jawab Mora tersenyum.
"Apa mereka tidak ingin pergi dari sana?" tanya Opa Darma dengan penasaran.
Wildan menggelengkan kepala nya, memang kenyataan Keluarga Winda tidak ingin keluar dari Hutan itu.
"Tidak Ayah, aku dan Mora sudah menawarkan untuk mereka pergi dari sana tetapi mereka memilih tetap disana" jawab Wildan.
Ayah dan Mama nya hanya mengangguk-anggukan kepala saja, mereka memang tidak pernah bertemu ataupun melihat keadaan Winda dan keluarga nya.
Bahkan mereka tidak pernah juga sekedar hanya basa-basi untuk menanyakan mereka pada Wildan, baru hari ini mereka menanyakannya.
"Apa Ayah dan Mama masih marah pada mereka?" tanya Mora lembut
"Tidak sayang, kami hanya malas saja berurusan lagi dengan mereka" jawab Opa Darma.
Mora menganggukan kepala, lalu ia ikut serta bermain dengan sang twins di bawah.
__ADS_1
"Bagaimana dengan mantan Suami mu, Mora?" tanya Ayah nya.
"Dia sudah berdiri kembali dengan tekad dan kegigihan nya. Aku sudah mengembalikan semua uang yang di curi dari mereka" jawab Wildan dengan santai.
"Ya syukurlah, kita juga sebagai manusia selalu mempunyai salah dan masalalu. Bwgitu pun dengan Winda dan Aron, mereka juga sama dan mereka juga memang pantas mendapatkan kebahagiannya sendiri" timpal Mora dengan enteng.
"Kami juga sempat ingin membantu mereka , tetapi Aron dan Santi tidak mau dan malahan mereka malah meminjam uang pada kami. Hingga 3 bulan kemudian mereka sudah mengembalikannya" jelas Wildan kembali.
Ayah mengangguk, ia memang pernah mendengar bahwa Putri nya akan membantu Aron tetapi di tolak halus oleh mereka.
"Dan sekarang perusahaannya sudah semakin pesat saja disana, mereka bertiga berjuang dengan sangat keras hingga membuahkan hasil" ucap Opa Darma.
"Iya Ayah, Aron dan Santi berjuang mengembalikan perusahaan dan Dava berjuang memulihkan keuangannya" timpal Wildan.
"Mereka itu sama-sama berjuang, jadi perusahaan itu memang murni hasil keringat mereka" ucap Oma.
Sedangkan Mora, ia hanya diam saja dan menemani sang twins bermain disana.
Ia tidak ikut serta obrolan Ayah dan Suami nya.
.
.
__ADS_1
.