PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Bab 45


__ADS_3

Winda menangis histeris saat melihat Aron yang pergi begitu saja tanpa membawa nya.


"Masssss" teriak Winda dengan kencang.


Yuli dan Jana langsung saja menghampiri Winda, mereka sangat terkejut karena Winda sudah sangat acak-acakan.


"Bunda, Ayah, ayo cepat kita susul Mas Aron" ucap Winda dengan air mata yang sudah meleleh.


"Kamu bereskan dulu badan mu, Nak. Baru kita susul Suami mu" balas Jana lembut.


Winda langsung saja masuk ke dalam mansion kembali, ia akan membersihkan diri dulu.


Sedangkan Jana, ia sudah mengepalkan tangannya erat. Ia sangat emosi saat melihat keadaan Putri tersayang nya.


"Aron benar-benar keterlaluan sekali" geram Jana


"Iyaa, bahkan dia dengan berani nya menampar Winda" balas Yuli kesal.


Setelah itu, mereka langsung saja berangkat ke Rumah sakit setelah Winda datang dari dalam.


***


-Mansion Sy


Mora dan Wildan baru saja sampai di mansion, mereka singgah terlebih dulu untuk makan siang di luar.


"Kalian bisa tempati Rumah yang ada di belakang, disana sudah ada nama kalian di setiap kamar nya" ucap Wildan dengan menunjukan jalan.


"Terimakasih Tuan, Nona" balas Bibi Kay mewakili yang lainnya.


Lalu Bibi Kay mengajak semua Art untuk pergi ke Rumah belakang, disana terlihat Rumah minimalis dengan beberapa kamar dan kamar mandi. Bahkan disana juga ada dapur mini dan ruang makan.


"Ini indah sekali ya, kita seperti bukan pembantu saja" ucap Art.

__ADS_1


"Ya kau benar, jadi kita harus benar-benar bekerja dan setia pada Nona Mora dan Tuan Wildan" balas Bibi Kay.


"Itu sudah tugas kami, Bi" ucap mereka serempak.


Mereka lalu memasuki kamar nya yang sudah tertera nama mereka, satu kamar 3 orang dan di dalam kamar itu sudah lengkap dengan perabotannya.


Sedangkan Mora, ia sedang ber santai di balkon kamar bersama dengan Wildan.


"Sebenarnya dalam kasus ini mantan Suami mu tidak salah, hanya saja di itu terlalu bo*oh karena dapat di kendalikan oleh Winda" ucap Wildan.


"Kau benar Mas, makannya aku sama sekali tidak memberi ia pelajaran, karena apa? Karena sekarang pun dia sudah di balas dengan perbuatan Winda dan Orangtua nya" balas Mora tersenyum.


"Tetapi untuk Winda dan Orangtua nya, mereka bukan hanya serakah tetapi mereka juga sangat kejam" ucap nya lagi.


Wildan mengangguk setuju, ia lalu membuka ponsel nya saat ada pesan.


"Lihatlah, Aron dan Winda bertengkar hebat karena Putri mereka hampir saja meninggal karena kecerobohan Winda" ucap Wildan sambil menunjukan sebuah Vidio pada Mora.


"Tanpa kita balas pun, Aron sudah mendapatkan balasannya dengan di tegur lewat Putri mereka" ucap Mora kembali.


"Kau benar sayang, Mas rasa Winda itu terlalu terobsesi akan harta kekayaan keluarga kalian" balas Wildan terkekeh.


Mora hanya tersenyum saja, lalu ia bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah pembatas balkon.


"Mungkin Putra ku sudah bisa merangkak jika dia ada, ya" ucap Mora menatap langit dengan sendu.


Wildan langsung saja menghampiri nya dan memeluk nya dengan hangat dari belakang.


"Putra mu sudah bahagia di atas sana , sayang. Dan kita akan memiliki Putra dan Putri lainnya. Ah mungkin saja mereka sudah ada disini" ucap Wildan dengan lembut sambil mengusap perut Mora.


Mora membalikan badannya, ia memeluk Wildan dengan erat.


Wildan tersenyum, ia pun membalas pelukan sang Istri dengan erat.

__ADS_1


"Semoga saja ya, Mas" balas Mora dengan tulus.


"Iya sayang, ayo kita masuk hari sudah semakin sore" ajak Wildan lembut.


Mora menganggukan kepala nya, lalu mereka masuk ke dalam kamar.


"Mandi bersama?" ajak Wildan dengan senyuman nakal nya.


Mora hanya tersenyum kecil dan berlalu ke kamar mandi, dan tanpa di komando Wildan pun ikut masuk bersama sang Istri.


Mereka mandi bukan hanya mandi, tetapi ahh sudahlah hanya mereka yang tau🤣.


Yang harus nya 20 menit juga selesai, mereka keluar kamar mandi setelah 1 jam lama nya.


"Maaf ya" ucap Wildan memeluk Mora yang ada di gendongannya.


"Tidak apa Mas, hanya saja aku lelah" balas Mora lemas.


"Duduklah , biar aku yang ambilkan pakaian ganti mu sayang" ucap Wildan lembut.


Wildan langsung saja berlalu ke kamar ganti setelah mendudukan Mora di atas ranjang.


Setelah itu Wildan datang dengan membawa baju gamis rumahan yang nyaman untuk Mora tak lupa dengan hijab instan nya.


Dengan lembut, Wildan memakai pakaian Mora dan bahkan sampai mengeringkan rambut nya yang basah.


Mora hanya diam bahkan ia tersenyum kecil saat di perlakukan begitu lembut nya oleh Wildan.


.


.


*Jangan lupa Like, Coment , Vote dan Hadiah nya ya readers🥳🥰

__ADS_1


__ADS_2