
Hulk membawa manager keuangan ke ruangan bawah tanah dengan melewati jalan rahasia yang hanya mereka saja yang mengetahui nya.
"Untung Mora tidak tau kalau kau di tuduh begitu, Roy. Kalau tahu, dia sudah mengamuk" ucap Wildan dengan menghela nafas kasar.
"Kita jangan ada yang buka mulut di hadapan Nyonya Mora, Tuan" balas Roy tegas.
"Hemm iya, yasudah Ayah mau pulang dulu" pamit Ayah Darma.
"Biar Hari yang akan mengantarkan Ayah" ucap Wildan tanpa bantahan.
Ayah Darma mengangguk, lalu ia dan Hari keluar dari ruangan tersebut dan di dalam nya hanya menyisakan Roy dan Wildan.
Roy dan Wildan langsung saja membahas pekerjaan yang sudah menumpuk.
Wildan pun terpaksa harus lembur karena banyak nya pekerjaan.
***
-Amerika.
Berbeda dengan Winda, kalau dia sudah merasa lega dan bahagia setelah mendapatkan maaf dari Mora.
Sedangkan Aron? Dia saat ini sedang di rundung kesedihan karena perusahaan yang dia , Santi dan Dava rintis di tipu oleh teman nya Dava.
__ADS_1
"Tuan, maafkan saya. Saya benar-benar tidak tahu kalau dia seorang penipu" ucap Dava dengan menyesal dan juga menundukan kepala.
"Dav? Bagaimana cerita nya kamu sampai bisa tertipu oleh dia?" tanya Santi yang mencoba menahan emosi nya.
"Dia itu adalah teman SMA ku, dia orang baik makannya aku percaya sama dia dan yang lebih membuat aku percaya itu dia mantan karyawan Sy.
Yasudah aku coba tanam saham disana karena kan lumayan bisa nambah pemasukan apalagi saat itu kita sedang fokus pada penyembuhan Tuan Aron" jelas Dava dengan tatapan penyesalan.
Aron dan Santi sama-sama menghembuskan nafas kasar.
Ada saja ujian yang mereka hadapi, dari yang analisis Dokter kandungan bahwa Aron bermasalah dalam kesuburannya akibat kecelakaan kemarin.
Dan sekarang, perusahaan di ambang ke hancuran karena di tipu.
"Mas, bagaimana kalau kau mengajukan kerja sama dengan Widiatma dan Sy?" usul Santi tak yakin.
"Tidak usah, sayang. Mas masih malu jika meminta bantuan pada mereka, kita gunakan uang tabungan kita dulu saja ya, gak apa kan?" tanya Aron pada Santi.
"Aku tidak akan melarang, Mas. Uang itu bisa kumpulkan lagi jika perusahaan sudah pulih" jawab Santi lembut.
"Tuan, ini saya juga akan memberikan tabungan saya untuk perusahaan. Tolong terima" mohon Dava dengan mata berkaca-kaca.
Aron menatap Santi untuk meminta jawaban, ia tidak ingin mengambil keputusan sendiri.
__ADS_1
"Kami akan mengambil nya, tetapi jika perusahaan sudah stabil maka kami juga akan mengembalikannya padamu, Dav" ucap Santi dengan bijak.
"Itu tidak masalah bagi saya, meskipun kalian tidak mengembalikannya juga" balas Dava yakin.
"Itu masalah akhir, yang terpenting sekarang kita harus bangkitkan lagi perusahaan" jelas Aron tegas.
Santi dan Dava kompak menganggukan kepala nya, lalu mereka langsung saja mengerjakan pekerjaan.
Dava di tugaskan untuk menjual semua aset dan mencairkan uang dari tabungan dirinya dan Aron untuk kelangsungan dan kelancaran launching produk berlian Bulan ini.
Sedangkan Santi menghubungi beberapa klien yang sudah memesan produk tersebut karena pesanan pasti akan delay.
Dan Aron sendiri, ia sedang mengerjakan berkas untuk mengajukan kerjasama dengan perusahaan lainnya.
Mereka bertiga sibuk dengan kesibukannya masing-masing.
Bahkan Santi dan Aron sampai melupakan bahwa hari sudah semakin larut malam.
.
..
..
__ADS_1