
-Perusahaan Widiatma
Pagi ini, Mora di antar oleh sang Suami ke perusahaan sebelum Wildan sendiri ke Rumah sakit.
Mora sudah ada janji dengan Hulk dan Roy pagi ini, bahkan Hari pun ikut serta bersama mereka.
"Jangan cemberut begitu, nanti setelah selesai operasi langsung saja kemari" ucap Mora dengan tersenyum kecil pada Suami nya
"Baiklah, terus hati-hati ya. Jangan terlalu lelah" balas Wildan dengan mengecup hampir seluruh wajah Mora.
"Iya Suami ku" ucap Mora dengan tersenyum bahagia.
Wildan tersenyum, lalu ia membiarkan sang Istri untuk masuk ke dalam perusahaan nya.
Di loby, Roy sudah menunggu nya bersama dengan Hari.
Bahkan Hari tidak menyapa sang Tuan karena memang dilarang oleh Wildan sendiri.
Setelah melihat sang Istri masuk ke dalam perusahaan, Wildan langsung saja melajukan mobil nya ke arah Rumah sakit terbesar yang ada disana.
**
Mora duduk di hadapan 3 pria , ia melihat berkas yang di sodorkan oleh Hulk.
"Bagaimana dengan kedua Orangtua ku?" tanya Mora menutup berkas tersebut.
"Mereka sudah aman , Nyonya. Tuan dan Nyonya sudah berada di Negara K bersama kedua orangtua saya" jawab Roy dengan wajah datar nya.
"Bagus, sebentar lagi Paman dan Bibi ku akan kembali kesini, mereka pasti akan datang ke pesta pernikahan mu, Roy" ucap Mora menatap ke arah mereka.
Mora lalu menatap Hari dengan wajah datar nya.
"Dan kamu Hari, kamu bersiaplah untuk bekerja sama dengan Hulk di perusahaan Sy. Karena Paman ku akan mengajukan kerjasama kepada perusahaan itu" ucap Mora tegas dengan penuh penekana.
__ADS_1
"Saya mengerti Nyonya" balas Hulk dan Hari.
"Kita akan ikuti permainan mereka, jangan menunjukan bahwa kita melawan biarkan mereka menyangka bahwa kita lemah, tetapi setelah itu baru kita akan melawan nya secara terang-terangan" ucap Mora dengan penuh senyuman.
"Apa kita akan menggagalkan semua rencana mereka dan sedikit demi sedikit memukul telak mereka?" tanya Roy dengan menelisik Mora.
"Ya, kau benar Roy. Kita akan menghancurkan mereka dalam permainan yang mereka buat sendiri" jawab Mora tersenyum smirk.
*Glek.
"Gila bener gila Nyonya, wajah sangat lembut , baik , terus berhijab, ehh jika di singgung sangat menyeramkan" batin Hulk dengan menelan ludah kasar*.
Mereka bertiga hanya menganggukan kepala patuh, ia sungguh merasa selalu terintimedasi saat bersama dengan Mora maupun Wildan.
"Kembalilah bekerja, dan Hulk mulai hari ini kau akan menjadi Asisten Hari sebelum Suami ku mengungkap jati diri nya" ucap Mora.
"Baik Nona" balas mereka bersamaan.
Mora kembali berkutat dengan serius , ia tidak ingin semua hasil jerih payah Ayah nya di ambil begitu saja oleh Paman nya.
***
-Negara Kanada
Sedangkan di Negara K, Tuan Darma , Istri nya dan kedua orangtua Roy sedang duduk santai di mansion yang jauh dari kata ramai.
Mereka di nyatakan hilang bagai di telan bumi saat mansion yang ada di Negara A di lahap si jago merah.
-FlashBack-
Saat Tuan Darma dan yang lainnya sampai di mansion yang ada di Negara A, di sana sudah ada beberapa orang yang sedang memantau mereka dari kegelapan.
Hingga pada akhir nya tepat tengah malam, mansion tersebut terbakar dengan api yang sangat besar.
__ADS_1
Orang-orang berhamburan meminta tolong dan menjerit saat api tersebut tak kunjung padam.
Hingga jam 2 dini hari, petugas pemadam datang dan langsung saja memadamkan api tersebut.
Dan di nyatakan dari kecelakaan itu tidak ada yang selamat atau bahkan kabur karena besar nya api yang membakar mansion megah itu.
"Akhir nya kau lenyap juga Kakak, sekarang aku akan melenyapkan Putri mu dan mengambil semua nya" ucap Jana dan Yuli dengan tertawa terbahak-bahak.
Ya, memang itu semua rencana Jana untuk membakar mansion tersebut dan dia tidak meninggalkan jejak sama sekali.
-FlashNow-
"Ternyata Putri ku sangat hebat" bangga Tuan Darma dengan tersenyum.
"Kau benar, Mas. Ternyata Putri kita tidak sepolos yang kita lihat" balas Nyonya Hesti
"Dan kita sudah tertipu dengan wajah polos nan ayu itu" kekeh Ayah Roy dengan geli.
Mereka sontak saja langsung tertawa kecil, mereka bahkan tidak menyangka akan selamat dari kobaran api tersebut.
"Kita harus tetap waspada, karena bisa saja Jana menemukan kita" ucap Ayah Roy.
"Salah satu dari kita tidak akan ada yang pernah keluar dari mansion ini kecuali pengawal dan Art, hingga pada akhir nya Mora mengalahkan Paman nya yang serakah itu" ucap Tuan Darma tegas.
"Hemm kau benar Tuan, kita jangan membahayakan diri kita dan juga para Putra Putri kita" timpal Ayah Roy.
Sedangkan para Istri hanya menganggukan kepala nya saja, mereka lalu masuk ke dalam kamar nya masing-masing untuk Istirahat.
.
.
.
__ADS_1