
Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama dan melelahkan akhir nya mereka sampai juga di tanah air.
Roy menjemput mereka hampir jam 3 dini hari di Bandara.
"Tuan, Nyonya" sapa nya saat dia sampai di hadapan Mora dan Wildan.
"Roy, maaf ya kita ganggu istirahat mu" ucap Mora tak enak.
Roy menggelengkan kepala nya dengan tersenyum kecil, ia mana mungkin terganggu oleh mereka karena memang ini tugas nya.
"Tidak apa Nyonya, mari ini sudah hampir pagi" balas Roy sopan.
Wildan lalu membantu Mora untuk masuk ke dalam mobil, setelah itu mereka langsung pergi dari sana.
Dan memang sengaja Rumah yang di hadiahkan dari Mora untuk Roy hanya terhalang satu Rumah saja dari mansion Sy.
Wildan mengusap pinggang Mora yang pegal, ia juga mengecup pucuk kepala sang Istri dengan lembut.
"Masih pegal?" tanya Wildan.
"Huum , aku sudah ingin rebahan" jawab Mora dengan lirih.
Seakan mengerti dengan kondisi sang Nyonya, Roy langsung menambahkan kecepatan laju mobil nya.
Hingga tak berselang lama mereka sampai juga di mansion Sy.
"Roy, kau bisa langsung pulang" ucap Wildan
"Terimakasih Roy dan maaf kalau kami mengganggu waktu istirahatmu" ucap nya lagi dengan senyum kecil.
__ADS_1
"Sama-sama Tuan, ini sudah pekerjaan saya" balas Roy
Setelah itu Roy pun berpamitan untuk pulang, untung saja besok weekend jadi ia bisa tidur samapi siang.
Sedangkan Wildan, ia sudah membawa Mora masuk ke dalam kamar untuk istirahat.
Dan untuk barang-barang, di masukan oleh pengawal nya.
"Mas, aku rasanya sangat mengantuk" ucap Mora dengan merebahkan diri di ranjang.
"Ganti pakaian dulu, sayang" balas Wildan yang membawa pakaian ganti milik Mora.
Mora menganggukan kepala dan bangkit kembali dari tidurannya.
Ia mengganti pakaian di bantu oleh Wildan.
*
Di Bandara, anak buah Wildan sudah memblokir semua yang menunjukan bahwa Wildan dan Mora sudah pulang.
"Apa perempuan itu sudah kembali lagi?" tanya Ketua nya dengan datar.
"Sudah, dia sudah berangkat sejak tadi siang" jawab anak buah nya.
"Bagus, tutup semua koneksi nya dan jangan sampai menyentuh Tuan dan Nyonya" ucap nya lagi dengan dingin.
Anak buah nya kompak menganggukan kepala , setelah selesai urusan disana mereka langsung saja pergi ke markas nya.
***
__ADS_1
-Kalimantan
Pagi ini udara di Kalimantan sangat dingin, entah karena memang di hutan atau karena semalam sudah turun hujan.
Winda, terlihat sangat emosi karena ia malah di pindahkan kesana dan jauh dari Ayah dan Bunda nya.
Bahkan sial nya lagi, ia malah di paksa menikah dengan anak buah Wildan yang sudah ia goda.
"Kau kan Suami ku, ayo bawa aku pergi dari sini" bentak Winda dengan kesal.
"Ck, kau ini cerewet sekali sih. Memang nya kau mau kemana? Disini itu sudah tempat paling nyaman, aman dan juga bisa menghasilkan uang" balas Suami nya dengan santai.
"Nyaman apa nya, ini itu hutan" cetus Winda dengan geram.
Sedangkan Suami nya hanya mengangkat bahu nya acuh, ia bahkan pergi dari kamar tersebut dan meninggalkan Winda sendirian disana.
Winda bahkan di biarkan terkunci di dalam oleh Suami nya.
"Jika aku tidak menikahi mu waktu itu, maka sudah di pastikan kau akan berulah lagi. Kau tidak akan bisa menyentuh Tuan dan Nyonya dengan tangan kotormu itu, Winda" gumam Suami nya dengan datar.
Ia lalu pergi berkumpul bersama dengan yang lainnya dan mengerjakan sesuatu disana.
Mereka memang di Hutan, tetapi semua fasilitas nya lengkap dan sangat nyaman.
.
.
.
__ADS_1