PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Extra Part


__ADS_3

Awan hitam memenuhi pemakaman yang sedang mereka lakukan untuk Winda.


Semua nya mendadak mendung dan menghitam, begitupun dengan perasaan Agus.


Agus hanya mampu terisak dalam diam, ia tak percaya bahwa Winda akan pergi secepat ini.


Dan yang lebih tak percaya lagi bahwa Winda menyembunyikan fakta bahwa ia telah sakit saat kandungannya berumur 3 bulan.


Akibat kecelakaan dulu dan melahirkan prematur saat mengandung Baby Cinta dan saat itu juga rahim Winda bermasalah serta tidak akan kuat jika mengandung lagi.


Tetapi Winda menahan dan menyembunyikannya agar sang Suami tidak tahu, karena ia sangat tahu bahwa Agus sudah menanti moment dimana ia melahirkan sang Baby.


Selama pemakaman berjalan, Baby perempuan yang baru saja Winda lahirkan pun di jaga oleh sang mertua di Rumah sakit.


Satu persatu teman, anak buah dan sahabat Winda serta Agus meninggalkan pemakaman tersebut.


Disana hanya ada Agus dan Jana, Agus langsung ambruk di samping makam Winda.


"Kenapa kau sembunyikan ini semua dariku, Win? Mungkin aku akan memilih kita tidak punya Anak saja daripada aku harus kehilangan kamu. Tetapi semua sudah terjadi, aku akan tetap menjaga Putri kita dengan baik dan ia akan menjadi wanita kuat. Tenanglah disana sayang, tunggu aku disana" ucap Agus dengan terisak.

__ADS_1


"Nak, sudah jangan menangis lagi" bujuk Jana lembut.


"Ayo kita kembali ke Rumah sakit, disana Putrimu sudah menunggu" ajak Jana kembali.


Agus menganggukan kepala, ia mengecup nisan Winda dengan lembut. Agus berjalan dengan langkah yang berat dan ia terus saja menguatkannya.


Waktu 6 tahun ia habiskan bersama dengan Winda, dari awal nya yang terpaksa dan Winda menerima nya dengan suka cita.


Dari yang awal nya hanya untuk menolong hingga pada akhir nya saling mencintai.


"Selamat jalan sayang, semoga kau disana bahagia dan tenang. Aku tahu, kau pasti sudah bertemu dengan Baby Cinta, tunggu aku disana bersamanya ya. Setelah Putri kita kuat dan hebat, akupun akan pergi kesana" batin Agus dengan menatap lurus keluar jendela mobil.


Terlihat wajah sedih yang kentara di wajah kedua lelaki itu, bahkan mata sembab terlihat jelas di wajah Agus.


"Pak, apa kalian akan kembali ke NTT?" tanya Agus tanpa mengalihkan pandangannya.


"1 minggu lagi kami akan kembali, kami juga disana kan bekerja Nak. Bagaimana dengan kamu dan Putri mu?" tanya balik Jana.


"Aku akan tetap disini dan akan merawat Putriku sendiri, aku akan memastikan tumbuh kembang nya sendiri, Pak" jawab Agus dengan yakin.

__ADS_1


"Bapak dan Ibu akan datang menjenguk dalam 1 bulan sekali, Nak. Bapak harap kamu ikhlas atas kepergian Winda" ucap Jana dengan mengusap bahu Agus lembut.


Agus hanya diam, ia tidak tahu harus menjawab apa karena pada dasar nya ia belum ikhlas akan hal itu.


Bahkan hati nya masih merasakan kehadiran sosok Istri nya.


Berita kematian Winda pun sudah terdengar ke telinga Mora dan Wildan.


Mereka langsung saja terbang ke Kalimantan untuk menjenguk Putri Winda dan berziarah ke makam Winda.


Mora tidak menyangka bahwa Winda akan pergi setelah penantiannya untuk memiliki sang buah hati bersama dengan Agus.


Kepergian Mora itupun serta mengajak kedua anak nya untuk liburan dan mengenal Alam bebas yang sudah di jaga bertahun-tahun oleh Daddy dan anak buah nya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2