PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Bab 44


__ADS_3

Sedangkan di mansion lama Widiatma, Jana , Yuli dan Winda sedang menatap tak percaya pada mansion megah yang berisikan perabotan lengkap nan mewah , identik dan juga mahal kini kosong melompong.


Winda menggeram marah dengan kelakuan Mora, ia salah menyangka bahwa Mora bukanlah wanita lugu yang bisa mereka tipu.


"Bagaimana ini, Ayah?" tanya Winda dengan bingung.


"Ya mau bagaimana lagi? Kalau mau tinggal disini kita harus membeli semua nya untuk mengisi mansion ini" jawab Jana dengan frustasi.


"Ayo kita pulang dulu saja" ajak Yuli yang sama frustasi nya seperti sang Suami.


Mereka bertiga lalu pergi dari mansion itu dengan perasaan marah, kesal dan juga emosi menjadi satu.


Di sepanjang jalan, mereka terus saja menggerutu dan mengumpat dengan kelakuan Mora.


*


-Mansion Aron


Sedangkan di mansion, saat ini Aron sedang panik karena sang Putri yang kejang-kejang serta badannya sangat panas.


Ia begitu mengerutuki Istri nya karena telah meninggalkan Putri mereka bahkan ia tidak meninggalkan susu nya di pendingin.


"Bi, bawa perlengkapan Cinta. Kita pergi ke Rumah sakit sekarang" ucap Aron dengan panik.


"Mari Tuan, semua nya sudah siap" balas Bibi dengan sama panik nya, karena sebelum Aron datang Bibi sudah menyiapkan semua nya.


Aron, Santi dan Bibi langsung saja pergi menuju ke Rumah sakit.


Dava melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, ia juga sama cemas nya dengan sang Tuan.


"Ya Tuhan, Nak" ucap Aron dengan memeluk tubuh mungil Putri nya.


Santi sangat iba melihat wajah Aron yang sangat kalut dan cemas.


"Sini biar aku yang memeluk nya, Mas" ucap Santi mengadahkan tangannya pada Aron.


Aron memberikan Cinta pada Santi, Putri nya langsung mengerjapkan mata kecil nya.


Kejang-kejang nya sudah tidak ada, tetapi panas nya tinggi sekali.

__ADS_1


"Hai cantik, kuat ya sebentar lagi kita sampai" ucap Santi dengan lembut.


Santi terus saja mengajak berbicara bayi mungil tersebut, bahkan ia juga sesekali mengecup nya.


Hingga akhir nya mereka sampai juga di Rumah sakit.


Aron dan yang lainnya langsung saja membawa Cinta ke ruangan anak.


Disana sudah ada Dokter anak yang memang sudah menunggu nya.


"Baringkan disana , Nona" ucap Dokter pada Santi.


Santi langsung saja merebahkan tubuh mungil Cinta pada ranjang pasien.


Dokter langsung saja memeriksa Cinta dengan teliti, ia mengernyitkan dahi nya.


"Tuan, apa Bayi ini sering di beri Asi yang cukup basi?" tanya Dokter dengan serius.


"Tidak Bu Dokter, karena Asi nya selalu di simpan di prezer dan di hangatkan kembali" jawab Bibi dengan cepat.


"Ah bukan itu maksud saya, Bi. Apa Ibu dari bayi ini bekerja? Dan selalu langsung memberikan Asi nya tanpa membuangnya lebih dulu?" Jelas Dokter


*Maaf kalau salah ya readers🙏


"Tolong perhatikan lagi ya Tuan, agar tidak jadi seperti ini" jelas Dokter.


"Nona muda harus di rawat dulu, Tuan. Soalnya panas nya tinggi sekali" ucap Dokter kembali.


Aron menganggukan kepala nya, ia memesan ruangan VIP untuk sang Putri.


"Winda, kau sangat keterlaluan" batin Aron dengan emosi


Aron pergi dari sana dan menitipkan Putri nya pada Santi dan Bibi.


Sedangkan ia sendiri bersama Dava pergi ke mansion untuk bertemu dengan Winda.


*


Brak.

__ADS_1


"Windaaaaa" teriak Aron penuh emosi.


Winda , Jana dan Yuli langsung saja terperanjat kaget dengan teriakan Aron.


Winda langsung saja menghampiri Aron yang berada di lantai bawah.


"Mas, ada apa ini? Dan kemana Cinta?" tanya Winda dengan takut.


Plak


"Apa yang kau lakukan pada Putri ku ,hah?" teriak Jana saat melihat Winda di tampar oleh Aron.


"Mas" lirih Winda memegang pipi nya.


"Tanyakan pada Putri mu ini, dia apakan Putri ku sampai masuk ke dalam Rumah sakit?" teriak Aron penuh emosi.


"Apa maksud mu, Aron?" tanya Yuli.


"Mas, apa maksudmu?" tanya Winda dengan kaget.


Aron memberikan map dari Dokter pada Winda dengan melemparkan nya.


"Baca itu, apa yang kau kerjakan sampai membuat Cinta sakit Hah? Apa hanya Bibi saja merawat nya?" bentak Aron penuh emosi.


"Jika memang tidak mau memberikan Asi bilang sejak awal, mungkin aku akan menyiapkan susu untuk nya" bentak nya lagi dengan beranjak dari sana.


Winda langsung saja mengikuti Aron yang pergi dari sana , ia tidak menyangka bahwa Putri nya sakit.


"Mas, kau mau kemana?" tanya Winda.


Aron diam saja, ia terus saja merapihkan pakaian nya ke dalam koper.


"Bukan urusan mu, kau urus saja dunia mu dan orangtua mu" jawab Aron dengan dingin.


Ia langsung saja pergi membawa koper , bahkan ia mengabaikan teriakan Winda dan Orangtua nya.


Dava langsung saja melajukan mobil nya kembali ke Rumah sakit setelah Tuan nya masuk ke dalam mobil.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2