
-Jakarta
Saat ini, di kediaman Mora dan Wildan sudah banyak sekali karangan bunga yang di kirim dari semua rekan bisnis mereka.
Hampir semua karangan bunga tersebut bertuliskan selamat atas kelahiran sang Baby, mereka tidak tahu bahwa Mora dan Wildan mempunyai Baby twins.
Dan jangan lupakan lagi dengan kado yang terus saja berdatangan untuk sang Baby.
Bahkan Bibi Kay, sudah menyulap kamar bermain untuk twins di penuhi oleh hadiah yang sangat mahal dan mewah.
Mora tersenyum kecil saat mendengar aduan dari Bibi Kay tentang hadiah tersebut.
Bahkan Bibi Kay mengeluh karena ia bingung dari mana datangnya semua itu.
"Bibi, rekan bisnis ku dan Mas Wildan itu banyak. Dan jangan lupakan lagi dengan sahabat dan juga rekan bisnis Ayah dan Mama" ucap Mora dengan tersenyum kecil.
"Hah ya ampun Bibi baru ingat, dan mungkin masih akan banyak lagi yang datang. Apalagi kalau mereka tahu bahwa Nona dan Tuan mempunyai baby tidak hanya satu" balas Bibi Kay terkekeh geli.
Mora menganggukan kepala, ia membenarkan semua perkataan dari Bibi Kay.
"Bibi, ajak pelayan untuk membuka kado tersebut dan susunlah dengan rapi dimana semestinya" ucap Wildan.
"Baik Tuan" patuh Bibi dengan cepat.
Bibi Kay lalu mengajak 5 orang pelayan untuk membuka semua kado tersebut. Dan hal itu mengundang tawa dari Mama Hesti.
__ADS_1
"Nak, lihatlah kalian sudah merepotkan Nenek Kay sejak dini" celetuk Mama Hesti dengan tertawa kecil.
"Biarkan mereka memanggil Kayo dengan Nenek, dia adalah pelayan yang paling setia sejak kamu lahir, Nak" timpal Ayah Darma pada Mora dan Wildan.
"Iya Ayah, kami tidak masalah sama sekali dan kami juga senang bahwa Bibi Kay akan membantu kami nanti nya" balas Wildan tersenyum.
"Ya Nak" ucap Ayah Darma.
Mora dan Wildan membawa twins untuk istirahat di kamar mereka yang di bawah.
Sementara mereka akan tetap disana sampai Mora sembuh.
Dan Kedua mertua nya sudah di arahkan untuk istirahat lebih dulu oleh Wildan.
"Anak-anak Daddy ternyata tidak tidur ya, kenapa sayang?" ucap Wildan dengan lembut.
"Mau main sama Daddy ya, biar Mommy istirahat dulu ya sayang" ucap nya lagi dengan suara lembut dan senyuman di wajah nya.
Mora tersenyum, ia duduk di samping Wildan dan menatap twins yang tersenyum ke arah mereka.
"Ya ampun, cantik dan ganteng sekali sih anak Mommy dan Daddy" ucap Mora dengan suara yang lucu.
Karena saking gemas nya, Mora mengecup pipi twins dengan bergantian.
Bahkan ia sempat-sempat nya mencubit pelan hidung kedua nya.
__ADS_1
"Mommy gemas banget sih kalian" celetuk Wildan dengan terkekeh.
"Bukan gemas lagi, Dadd. Mereka rasanya sangat menggemaskan sekali dan Mommy ingin mencubit nya" balas Mora tertawa kecil.
Oek Oek
Baby Miraa menangis dengan menjulur-julurkam lidah nya, dan Mora langsung saja menggendong nya dan memberikan Asi untuk nya.
Sedangkan Baby Wira, ia masih anteng dengan Daddy nya yang mengajak main dia.
"Putri Mommy haus ya, uhhh pelan-pelan sayang" ringis Mora saat Baby Miraa menyusu dengan kencang.
Wildan tersenyum dan langsung mengecup kening Mora dengan lembut.
"Kalian kebahagian, pelita dan segala nya untuk Daddy" ucap Wildan lembut.
"Begitu pun dengan Daddy, Daddy adalah pelindung dan segala nya bagi kami" balas Mora tersenyum.
Wildan tersenyum kecil, lalu ia memeluk Mora dan Baby twins dengan hangat.
.
.
.
__ADS_1