
Malam tiba, Wira dan Agus sudah duduk di kursi makan bersama dengan Ayah dan Ibu Winda.
Mereka akan melakukan makan malam terlebih dulu, dan Baby Bela sedang terlelap di atas boxs bayi nya yang ada di ruang tengah.
"Paman, aku makan sama Ayam" ucap Wira antusias saat makanan kesukaannya ada disana.
"Siap Tuan, sama apa lagi?" tanya Agus
Wira terdiam, ia melihat semua makanan yang ada di atas meja.
Terlihat ada ayam, sop, capcay dan juga rendang yang di masak Ibu Yuli.
"Wira mau sama Ayam dan sop saja, Paman" jawab Wira dengan tersenyum.
Agus menganggukan kepala, ia lalu mengambilkan makanan untuk Wira dengan porsi biasa saja.
Setelah itu, mereka langsung memulai makan malam nya dengan diam, begitupun dengan Wira ia juga sangat lahap dan diam saja.
"Ehemm ini enak sekali, Nenek" ucap Wira dengan tersenyum.
"Benarkah? Terimakasih Nak" balas Ibu Yuli dengan mengusap lembut kepala Wiraa.
Setelah selesai makan, mereka kembali lagi ke ruang tengah yang mana disana ada Baby Bela.
"Paman, aku ingin tidur bersama dengan Adik Atma" pinta Wira pada Agus.
"Iya Nak, kamu akan tidur bersama Paman dan Baby" ucap Agus lembut.
__ADS_1
"Yeayyyy" pekik Wira dengan sorak bahagia.
Agus lalu mengajak Wira masuk ke kamar nya, sedangkan ia sendiri juga menggendong sang Putri.
Ibu Yuli dan Jana pun ikut serta masuk ke dalam kamar nya sendiri.
***
Di Rumah pondok yang indah, disana terdapat Mora dan Wildan yang sedang bersantai di teras belakang.
Miraa sendiri sudah terlelap di kamar sang Mommy dan Daddy.
"Mas, kenapa Wira jadi ingin tidur bersama dengan Putri nya Agus yah?" tanya Mora penasaran.
"Mungkin dia ingin Adik, sayang" jawab Wildan dengan santai nya.
"Ishh itu sih Daddy nya" cebik Mora dengan mencubit pelan perut sang Suami.
"Biarkan saja sayang, mungkin dia terpesona oleh kecantikan Putri dari Winda" ucap Wildan lembut.
"Iya juga sih, dia itu sangat cantik dan menggemaskan" balas Mora tersenyum.
Wildan mengangguk, ia mengecup kening Mora dengan lembut dan dalam.
Hingga kecupan itu turun ke bawah dan mengecup bibir ranum sang Istri.
Mereka menikmati moment santai itu dengan saling memberikan kehangatan dan kecupan.
__ADS_1
"Eungh" lenguh Mora dengan mata memejamkan mata nya.
"Ayo kita masuk sayang" ajak Wildan dengan segera menggendong Mora ke kamar nya.
Mora mengangguk, ia mengalungkan tangannya pada leher jenjang sang Suami.
*
Mereka menikmati malam yang sejuk dan sunyi itu dengan saling menikmati dan memberikan kenikmatan satu sama lainnya.
Bahkan Mora selalu saja di buat melayang oleh sang Suami jika sudah berurusan dengan jatah menjatah.
"Ahh kau semakin membuatku candu, sayang" racau Wildan dengan terus saja berpacu.
Mora hanya diam dan terus saja memeluk sang Suami, ia juga ikut bergerak aktif hingga pada akhir nya mereka berdua memekik dengan sebuah erangan yang hebat.
Wildan tersenyum lalu mengecup kening Mora, setelah nya ia turun dan merebahkan diri di samping sang Istri.
"Terimakasih, sayang" ucap Wildan.
"Hemmm" balas Mora dengan mata terpejam dan nafas yang belum teratur.
Wildan terkekeh dan membawa Mora ke dalam pelukannya.
Setelah itu mereka berdua terlelap bersama dengan saling memeluk.
.
__ADS_1
.
.