
1 minggu berlalu, dan hari ini adalah hari kebahagian bagi Elisa dan Roy.
Hari ini, pernikahan Elisa akan di gelar di Hotel milik Widiatma.
Saat ini, Mora baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah lesu nya, sedangkan Wildan ia keluar dengan wajah bahagia.
Ah sudah pasti kalian tahu, apa yang terjadi di dalam sana hehe.
Wildan mengambil pakaian untuk nya dan juga sang Istri, ia membantu Mora bersiap untuk hari ini.
"Mas, lihatlah perut aku sudah terlihat menonjol" ucap Mora dengan antusias.
"Iya sayang, kehamilan kamu kan berjalan 2 bulan dan bukan hanya satu saja babby nya tetapi dua" balas Wildan tersenyum.
Mora menganggukan kepala, ia mengusap lembut perut nya.
Setelah selesai bersiap, Mora dan Wildan langsung saja keluar dari dalam kamar.
Disana Hari sudah menunggu nya dengan setia.
Tanpa sarapan pagi, mereka langsung saja menuju ke Hotel dimana acara nya berlangsung.
"Mas, mana sandwich?" tanya Mora saat mereka sudah di dalam mobil.
"Ini sayang" jawab Wildan memberikan sandwich yang memang sudah ia minta pada Bibi Kay.
Mora menerima nya, lalu ia makan dengan sangat tenang bahkan sesekali menyuapi Wildan.
Mobil terus saja melaju dengan kecepatan sedang, mereka hanya diam di dalam mobil tersebut.
Hingga tak lama kemudian mereka sampai di Hotel.
Wildan memeluk pinggang Mora dengan posesif, setelah itu mereka masuk dengan wajah yang datar dan berjalan dengan sangat wibawa.
Terlihat di dalam sudah banyak tamu, bahkan hampir penjuru sudah di isi dengan tamu undangan.
Wildan lalu membawa Mora ke depan untuk menyaksikan acara ijab qobul nya.
"Duduklah, sayang" ucap Wildan lembut.
__ADS_1
"Terimakasih, Mas" balas Mora tersenyum.
Wildan mengangguk, lalu ia pun duduk di samping Istri nya.
Hingga satu persatu anggota keluarga nya datang dan duduk di samping mereka.
Sedangkan Hari? Ia sudah duduk di belakang Tuan dan Nyonya nya sejak tadi.
"Sayang" panggil Mama Hesti dengan tersenyum.
"Mana Ayah, Ma?" tanya Mora yang tak melihat Ayah nya.
"Tuh disana, Ayah sedang menemui rekan kerja nya sebentar" jawab Mama Hesti dengan menunjuk sang Suami.
Mora hanya menganggukan kepala nya saja, lalu ia menyuruh sang Mama duduk di samping nya karena acara akan di mulai.
Tak lama kemudian, di sana sudah hening karena acara akan di mulai. Roy sudah duduk di hadapan Ayah Elisa dan penghulu.
Hingga terdengarlah ijab qobul yang sangat khidmat dan berujung teriakan SAH dari para tamu.
Mora tersenyum bahagia, akhir nya sahabat yang selalu bersama nya sudah menikah semua.
"Sangat Mas, aku sangat bahagia dengan ini semua nya" balas Mora lirih dengan senyuman indah di wajah nya.
Hingga dari arah belakang, masuklah Elisa yang di apit oleh Bunda nya dan Ibu panti.
Sedangkan di belakang nya, terlihat Afnan dan Fira yang mengokiri nya.
Elisa duduk di samping Roy, setelah menandatangi beberapa berkas lalu mereka bertukar cincin.
Elisa terlihat sangat cantik dengan gaun indah nya, apalagi dengan senyuman yang tercetak di wajah nya.
Setelah itu, Elisa dan Roy langsung pindah ke pelaminan untuk melakukan acara yang selanjut nya.
***
-Negara Singapura
Berbeda dengan di Negara I yang sedang bahagia dengan pernikahan Roy dan Elisa.
__ADS_1
Sedangkan di Singapura, Aron kembali masuk ke Rumah sakit karena kaki nya terasa sakit.
Saat di tanah air, Aron melakukan perjalanan yang cukup lelah hingga kaki nya sedikit bengkak dan harus di tangani lagi.
Dengan sabar, Santi terus saja menguatkan Aron dengan kondisi nya saat ini.
Sedangkan Dava, ia sudah memulai membuka perusahaan atas semua perintah dari Aron.
Bahkan di kala semua nya berjalan dengan baik oleh kerja Dava, tetapi di balik semua itu ada Aron yang memerintah nya.
Seperti saat ini, Dava sedang vidio call bersama dengan Aron yang di Rs bersama Santi.
"Tuan, semua nya sudah siap dan nanti sore aku akan kembali ke Rs" ucap Dava
"Bawa berkas nya biar aku lihat kembali" balas Aron sebelum mematikan sambungan vidio nya.
Dava menganggukan kepala dan membereskan semua pekerjaannya.
Hari sudah sore, jalanan akan segera macet karena para pekerja sudah pulang.
*
Sedangkan di Rs, Aron sedang makan di suapi oleh Santi karena ia sedang mengerjakan pekerjaannya.
"Apa kaki nya sudah agak mendingan?" tanya Santi
"Sudah sih, tapi kalau gerak agak linu dan sakit" jawab Aron meringis saat kaki nya gerak sedikit saja.
"Kita harus tunggu besok pagi, karena Dokter nya akan kesini besok" ucap Santi lembut.
Aron menganggukan kepala nya, ia lalu menyuruh Santi untuk membantu nya tiduran.
.
.
Selamat pagi, selamat hari senin guys hehe.
Jangan lupakan Vote, Like dan hadiah nya yaaa readers🥳
__ADS_1