PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Extra Part


__ADS_3

1 Tahun kemudian.


Hari ini, tepat 1 tahun umur kedua anak Wildan dan Mora. Mereka mengadakan pesta yang lumayan meriah di mansion Wildan.


Baby Wira dan Miraa sudah sangat aktif, mereka tumbuh drngan sangat cantik dan tampan, ke pintaran sang orangtua pun menurun pada mereka.


Twins sudah mulai bisa berjalan dengan kesana kemari, bahkan celotehannya selalu membuat se isi mansion tersenyum gemas.


Oma dan Opa nya pun pulang ke tanah air karena kedua cucu nya yang berulang tahun.


"Twins, ini hadiah dari Oma dan Opa" ucap Oma Hesti dengan memberikan motor-motoran yang bisa di naiki oleh mereka berdua.


"Maacih Oma" balas Twins dengan lucu.


Acara terus berlanjut, semua menikmati acara tersebut dengan suka cita.


Apalagi anak-anak yang dengan semangat bermain dan juga menikmati makanan yang di sediakan.


Wildan membangun taman bermain untuk twins, ia juga membuat ruangan bermain yang penuh dengan mainan dengan berbagai jenis.


Mora hanya bisa menggelengkan kepala saja saat melihat ke antusiasan Wildan yang selalu membeli mainan saat pulang terlambat ataupun pulang dari luar kota.


Hingga siang hari acara pun selesai, Mora dan keluarga masuk ke dalam mansion dan membiarkan para pekerja yang membereskannya.


"Mom, Mila antuk" ucap si canti Miraa.


"Sini gendong sama Daddy, kasihan Mommy nya lelah" balas Wildan merentangkan tangannya.


Baby Miraa pun langsung menghampiri sang Daddy, ia langsung memeluk sang Daddy dan membenamkan wajah nya di dada Wildan.

__ADS_1


"Abang ngantuk juga?" tanya Mora lembut.


"Gak Mom, abang ingin mandi sudah gelah" jawab Wira dengan memegang lengan sang Mommy.


"Yasudah ayo sama Mommy" ajak Mora bangun dari duduk nya.


Wira mengangguk dengan cepat, lalu ia melenggang pergi bersama Mora.


Baru juga akan naik tangga, terdengar Miraa yang berteriak.


"Aku ikutt Abang, Mommy" teriak Miraa sambil turun dari pangkuan sang Daddy.


"Eh katanya ngantuk" ucap Oma dengan terkekeh.


"Dak jadi Oma, aku ingin mandi aja sama Abang dan Mommy" balas nya dengan berlari ke arah Mora.


"Jangan lali Dek" ucap Wira dengan kencang.


Wildan menggelengkan kepala nya , ia selalu saja di buat tertawa bahagia dengan tingkah kedua nya.


Bahkan ia juga tak jarang di buat pusing oleh kedua nya.


"Ayah, Ma, kalian istirahat lah dulu. Nanti kita bertemu lagi jika makan malam" ucap Wildan sopan.


Baik, Nak" balas Ayah Darma.


Mereka masuk ke dalam kamar yang memang khusus untuk mereka.


Sedangkan Wildan, ia melangkah ke lantai atas untuk menghampiri sang Istri dan twins.

__ADS_1


Ceklek.


Wildan masuk ke kamar twins, terdengar gelak tawa dari ketiga nya di dalam kamar mandi.


Sebelum masuk kesana, Wildan menyiapkan dulu pakaian untuk sang Anak.


"Daddy" panggil Miraa saat melihat sang Daddy masuk ke dalam kamar mandi.


"Cepat mandi nya, kasihan Mommy" ucap Wildan lembut namun masih terkesan tegas.


Twins langsung mengangguk patuh, sedangkan Mora hanya tersenyum.


"Miraa di gendong sama Daddy ya" ucap Mora pada Putri nya.


"Iya Mom, ayo Dad" balas Miraa merentangkan tangannya pada sang Daddy.


Mereka berempat keluar dari sana, Mora dan Wildan langsung memakaikan pakaian pada mereka.


Setelah di rasa selesai, twins langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang size milik nya.


"Ayo tidul, Mom , Dad" ucap Wira dan Miraa.


"Iya sayang" balas Mora, lalu Mora dan Wildan ikut merebahkan tubuh nya di samping twins.


Mereka memejamkan mata nya dalam pelukan Mommy dan Daddy nya.


Hingga tak lama kemudian, mereka terlelap sangat nyenyak.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2