
Pagi menjelang, Aron sudah lebih dulu bangun dan juga sudah menyiapkan air hangat untuk sang Istri.
"Sayang, bangun hey" ucap Aron dengan lembut.
Santi menggeliat, ia mencoba mengerjapkan mata nya dengan pelan. Kepala nya masih terasa pusing bahkan ia sangat sulit untuk bangun.
"Hemmm, Mas ingin air minum" lirih Santi dengan pelan.
Aron langsung membantu Santi untuk duduk, ia juga membantu Santi untuk minum.
"Kita ke Rumah sakit ya, sayang" ucap Aron lembut.
"Iya Mas" balas Santi pelan.
Santi memejamkan mata nya kembali, ia mencoba menahan rasa sakit di kepala nya.
"Mandi dulu ya, sayang, aku akan membantu mu" ucap Aron sambil membawa Santi ke kamar mandi.
"Maaf ya Mas, jadi ngerepotin kamu" lirih Santi dengan tak enak.
"Tak apa, kamu cepat sehat saja ya" balas Aron lembut.
Aron kemudian membantu membersihkan seluruh tubuh sang Istri dengan lembut. Sedangkan Santi sendiri, ia hanya bisa duduk karena lemah.
Setelah di rasa cukup, Aron membawa Santi dengan menggendongnya kembali.
*
__ADS_1
Di luar, Kekey memasak untuk sarapan pagi mereka. Sebelum pulang ia akan sarapan disana bersama sang Suami, Dava.
"Key" panggil Santi yang sudah turun bersama dengan Aron.
Kekey mengalihkan pandangannya dan menatap Santi, ia tersenyum hangat pada Santi.
"Ayo sarapan dulu, nanti cek ke Dokter ya" ucap Kekey dengan menghampiri Santi.
"Duduklah, kenapa repot-repot memasak buat sarapan" balas Santi dengan sedikit kesal.
"Tak apa Mbak, aku suka kok Mbak" ucap Kekey dengan terkekeh.
Santi lalu duduk di kursi yang sudah Aron siapkan, kemudian Aron mengambilkan makanan untuk sang Istri.
"Kau ini sedang hamil besar Dek, diamlah jangan terlalu aktif bergerak" omel Santi.
"Iya iya Mbak ku sayang" ucap Kekey dengan lembut.
Setelah selesai, Aron dan Santi langsung saja ke Rumah sakit untuk memeriksa kondisi Santi. Sedangkan Dava, ia mengantarkan sang Istri terlebih dulu baru setelah itu ke perusahaan.
Selama di perjalanan ke Rumah sakit, Santi memejamkan mata nya kembali dengan menyenderkan kepala nya di bahu Aron.
Pusing di kepala nya kembali menyerang yang mana membuat Santi sedikit mual.
"Pusing, mual?" tanya Aron lembut.
"Iya Mas" jawab Santi pelan.
__ADS_1
Aron mengelus lembut punggung Santi, setelah nya ia memberikan minyak angin untuk sang Istri.
Dan tak lama kemudian, mereka sampai di Rumah sakit. Aron langsung saja membawa Santi ke ruangan Dokter yang sudah membuat janji dengannya.
"Silahkan Tuan, Nyonya" ucap perawat dengan membuka pintu ruangan Dokter.
Aron hanya menjawab nya dengan anggukan saja, setelah itu ia masuk dan menemui sang Dokter.
"Langsung di baringkan saja, Tuan" ucap Dokter dengan cepat.
Setelah nya, Dokter memeriksa keadaan Santi yang sudah berbaring disana dengan wajah pucat.
Aron menunggu di samping ranjang tersebut dan memegang tangan Santi dengan lembut.
"Bagaimana Dok?" tanya Aron.
Dokter hanya tersenyum saja, lalu ia menyuruh Aron untuk membantu Santi bangun.
"Kalian temuilah Dokter ini" ucap Sang Dokter dengan memberikan kartu nama.
"Kenapa jadi di ubah, Dok?" tanya Aron sedikit bingung.
"Tak apa, tapi Nona sakit bukan bagian saya yang memeriksanya, Tuan" jawab sang Dokter.
Aron hanya bisa mengangguk dan pergi dari sana dengan di antarkan ke Dokter yang di maksud oleh Dokter sebelum nya tadi.
.
__ADS_1
.
.