
Hari begitu saja berlalu, tak terasa semua nya sudah membaik dengan jalan nya waktu.
Usia kandungan Mora pun sudah tinggal menunggu detik-detik kelahiran sang Baby.
Semua nya berjalan dengan semesti nya, tidak ada kendala apapun dan juga masalah yang berat.
Semua urusan perusahaan Mora di serahkan pada Roy dan Hulk, sedangkan Wildan mengambil alih perusahaan Sy.
Sedangkan Mora? Ia hanya tinggal di Rumah dengan segala kenyamanan yang Wildan berikan.
Bahkan tak jarang , Wildan rela pulang pergi ke perusahaan demi menemani sang Bumil.
Seperti siang ini, Wildan akan makan siang di Rumah bersama dengan Mora.
Sebelum ke Rumah, ia sudah membawa beberapa makanan pesanan sang Istri.
"Tuan, kita sudah sampai" ucap Hari dengan sopan
"Ayo masuk, kau tau sendiri bagaimana Mora" ajak Wildan dengan santai.
Hari mengangguk, ia pun ikut serta masuk ke dalam Rumah bersama dengan sang majikan.
"Assalamualaikum" ucap Wildan.
"Waalaikumsalam, Mas" balas Mora yang memang sudah menunggu Wildan di ruangan keluarga.
__ADS_1
"Ayo langsung saja ke ruang makan" ajak Mora pada Wildan dan Hari.
Lalu Wildan memberikan belanjaan nya pada Bibi Kay untuk di siapkan di meja.
Memang Mora sudah jarang ngidam, tetapi kalau ada kemauan harus segera di ikuti.
Mora mengambilkan makanan untuk Wildan, sedangkan Hari disiapkan oleh pelayan yang ada disana.
"Mas, mana pesanan aku?" tanya Mora dengan terkekeh.
"Tuh lagi di siapkan oleh Bibi" jawab Wildan tersenyum.
Mora lalu duduk kembali dan tak lama kemudian Bibi datang dengan membawa pesanan Mora, yaitu sambal pete dan pecel lele.
"Hemmmm" gumam Mora dengan bahagia.
*
Setelah makan siang, Wildan tidak kembali lagi ke perusahaan. Ia akan menemani Mora di Rumah karena pekerjaan nya sudah selesai.
Hari? Dia sudah pergi ke perusahaan sejak selesai makan siang tadi.
"Mas, apa semua nya sudah selesai?" tanya Mora saat mereka berjalan ke kamar Baby mereka.
"Sudah, bahkan di kamar itu sudah di beri pintu yang terhubung ke kamar kita" jawab Wildan
__ADS_1
"Tapi Baby tidur sama kita dulu kan? Kalau sudah beberapa bulan baru pindah?" tanya Mora kembali.
"Iya sayang, di kamar kan sudah ada boxs baby 2" jawab Wildan dengan gemas.
Sepanjang perjalanan, ia terus saja merangkul Mora dan lengannya mengusap perut sang Istri yang sudah sangat buncit.
"Ahh Daddy sudah tidak sabar menunggu kalian berdua, Nak" ucap nya dengan binar bahagia.
"Sabar Daddy" balas Mora dengan suara anak kecil.
Lalu mereka tertawa kecil. Mereka langsung masuk ke dalam kamar yang sudah di dekorasi dengan warna netral tetapi perabotan nya menandakan penghuni nya laki-laki dan wanita.
Terlihat disana sangat indah, dengan ruangan yang super luas , mainan dimana-mana dan juga kaca besar yang menghadap ke luar dengan di desain gelap dari luar.
Semua nya di siapkan oleh Wildan dan Mora dengan sangat senang hati, bahkan mereka menyiapkannya berdua tanpa bantuan dari oranglain.
"Ayo kita istirahat dulu" ajak Wildan pada Mora.
Mora mengangguk, lalu mereka masuk ke dalam kamar mereka sendiri.
Wildan membersihkan tubuh nya terlebih dulu sebelum ikut terlelap siang bersama dengan sang Istri.
Sedangkan Mora? Ia sudah merebahkan diri nya setelah menyiapkan pakaian ganti sang Suami.
.
__ADS_1
.
.