PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Bab 103


__ADS_3

Hari demi hari terlewati dan tanpa terasa baby twins sudah menginjak usia 9 bulan dan mereka sudah bisa merangkak kesana kemari dengan sangat lincah.


Semua nya sudah membaik dan juga berjalan dengan damai, permasalahan pun sudah teratasi walaupun ada batu kerikil yang selalu mengganjal nya.


Begitupun dengan Mora dan Wildan, kehidupan mereka aman-aman saja dan selalu di liputi rasa bahagia, apalagi saat melihat twins yang selalu menggemaskan.


Ayah dan Mama Mora pun sudah kembali ke luar negeri karena memang pekerjaan sang Ayah yang tidak bisa di tinggal lama.


Seperti saat ini, Mora sedang duduk santai bersama dengan Bibi Kay dan menjaga sang twins yang sedang bermain.


"Ehh Nona Miraa jangan di banting Abang nya" ucap Bibi Kay dengan kaget.


"Huaaaaaa" tangis Miraa karena kaget dengan suara Bibi Kay.


Mora malah tertawa kecil karena gemas dengan sang Putri, ia lalu menggendong Miraa dan mengecup nya sampai sang baby kegelian dan tertawa renyah khas bayi.


"Ya ampun kenapa dia selalu drama begini, Bi" ucap Mora dengan terkekeh.


"Hehe iya Nyonya, mereka itu sangat menggemaskan" balas Bibi Kay yang sedang menemani Baby Wiraa.


Kemudian Miraa meronta ingin turun dan bermain kembali bersama dengan sang Abang.


Mora lalu menurunkan sang Putri, ia tersenyum saat melihat kedua nya bermain kembali dengan akur dan tersenyum.


Hingga tak terasa waktu sudah semakin sore, Mora membawa twins ke kamar nya untuk mandi.


Sedangkan Bibi Kay di tugaskan untuk masak oleh Mora.


"Ayo anak Mommy siapa yang mau ikut berendam" ucap Mora dengan tawa ceria nya.


Terdengar tawa renyah dari sang twins dan mereka mengikuti Mora dengan merangkak ke kamar mandi.

__ADS_1


Mora tersenyum dan membawa kedua nya ke bathup untuk berendam.


Setelah dirasa cukup, Mora membawa keduanya kembali ke kamar dan mendudukan nya di atas ranjang.


Awalnya mereka tidak ingin berhenti mandi tetapi Mora langsung saja membawa nya karena takut masuk angin.


Mora memasangkan baju untuk baby Miraa terlebih dulu dan sang Abang di kasih mainan dulu oleh nya.


"Ayo sayang cepay kasihan Abang kedinginan" ucap Mora dengan lembut dan sabar.


Tetapi baby Miraa malah tertawa dan kesana kemari membuat sang Mommy pusing.


Hap.


"Mau kemana Putri Daddy ini, kenapa membuat Mommy lelah hemmm" ucap Wildan yang sudah berada disana entah kapan.


Mora tersenyum saat Miraa yang memeluk erat leher Daddy nya.


Setelah selesai ia memberikan baby Wira pada Wildan dan Miraa ia ambil dari gendongan Wildan.


"Nakal sekali Putri Mommy ini" ucap Mora dengan mencium wajah Miraa gemas.


Lalu Mora dengan segera memakaikan pakaian nya karena takut masuk angin.


Setelah selesai, Mora memasangkan bando untuk sang Putri.


"Akhir nya selesai juga, nah kan udah cantik dan tampan kalau begini" ucap Mora tersenyum kecil pada twins.


Sang twins juga ikut tersenyum dan tertawa renyah.


Wildan melihat guratan lelah di wajah sang Istri, ia langsung saja memanggil Bibi Kay dan pelayan lainnya untuk menjaga sang twins.

__ADS_1


"Sayang, ayo ke kamar dulu" ajak Wildan lembut.


Mora mengangguk, lalu ia menitipkan twins pada Bibi Kay dan pelayan.


Setelah keluar dari kamar twins, Wildan langsung saja menggendong Mora dengan ala-ala pengantin baru.


"Ya ampun Mas" pekik Mora karena kaget.


"Kamu juga harus istirhat, lihatlah wajah mu yang kelelahan sayang" ucap Wildan dengan mengecup wajah Mora setiap inci.


Wildan mendudukan Mora di atas pangkuannya , mereka duduk santai di balkon kamar dengan udara sore yang sejuk sehabis hujan.


"Kini semua nya nampak sangat bahagia, aku sangat bahagia karena memiliki kamu sebagai Suami dan Ayah siaga. Dan aku juga sangat bahagia memiliki baby twins yang selalu membuatku merasa hilang lelah dengan melihat wajah tenang mereka" ucap Mora dengan tersenyum.


"Aku pun sangat bahagia karena menjadi bagian dari hidup mu, aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan sangat bahagia saat ini dan seterus nya" balas Wildan lembut.


"Aku mencintai mu, Istri ku" ucap Wildan


"Aku juga mencintai mu, Suami ku" balas Mora


Wildan lalu mencium bibir ranum sang Istri yang sangat candu bagi nya.


Mereka menumpahkan semua rasa bahagia dalam kecupan hangat itu.


-TAMAT-


Terimakasih ya Readers setia Author. Musim pertama sudah selesai dan akan di lanjutkan dengan Musim kedua minggu besok.


Tetap dukung Author dalam setiap Novel nya ya. Sambil menunggu Musim kedua, kalian boleh mampir dulu ke Novel baru Othor ya.


Sekali lagi Terimakasih dan maaf jika cerita nya tidak nyambung ataupun recehan.

__ADS_1


__ADS_2