PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Bab 90


__ADS_3

Malam hari nya, Roy dan Hari datang ke Rumah sakit atas perintah dari Wildan.


Mereka bertiga lalu pergi ke balkon kamar rawat inap Mora, dan Mora di temani oleh Ayah dan Mama nya.


"Ada apa dengan mereka, Nak?" tanya Ayah Darma penasaran.


"Kesana aja Ayah nya, sekalian bantuin" ucap Mama Hesti terkekeh.


"Ck, jahat sekali kalian ini ya aku di usir dari sini" gerutu Ayah Darma dengan melangkah pergi dari sana.


"Ayah mu kalau sudah kepo ya bakalan begitu" ucap Mama Hesti dengan tawa renyah nya.


"Biarkan saja Ma, daripada nanti Ayah gak bisa tidur karena penasaran" balas Mora tersenyum kecil.


Mama Hesti tersenyum, ia lalu duduk di ranjang Mora dan memberikan makan malam untuk Mora.


"Makan dulu, mumpung twins sedang tidur sayang" ucap Mama Hesti lembut.


"Iya Ma, makasih ya" balas Mora tersenyum.


Mama Hesti menganggukan kepala, dan ia membiarkan Mora makan terlebih dulu.


Ia melihat sang Cucu yang sangat nyenyak tidur nya, bahkan mereka tidak terlalu rewel kalau malam pun.


"Apa Ibu panti sudah di beri tahu, Nak?" tanya Mama Hesti


"Sudah, tapi dia sedang di luar negeri mengunjungi anak panti yang sedang kulian disana, Ma" jawab Mora yang sudah selesai dengan makannya.


"Terus disini siapa yang ngurus?" tanya nya dengan sedikit bingung.

__ADS_1


"Ada Mbak Istri nya Abang Danu, Ma" jawab Mora kembali.


Mama Hesti hanya ber oh saja, ia lalu duduk kembali bersama dengan Mora.


"Di mansion banyak sekali hadiah dan karangan bunga. Ada hadiah juga dari Aron dan Santi" jelas Mama Hesti.


"Tidak apa Ma, mereka sudah berubah kok. Mama jangan khawatir begitu" ucap Mora lembut.


"Mama hanya takut saja, sayang. Jika memang begitu kenyataannya Mama senang" balas Mama Hesti mengusap lembut lengan sang Putri.


Mora mengangguk, ia maklum dengan Mama nya yang masih khawatir tentang Aron.


Lalu mereka bercerita kembali dengan di selingi canda tawa dari kedua nya.


Oekk Oekk Oekk.


Ia lalu mengambil Baby Wira dari dalam boxs bayi tersebut.


"Uhh haus ya sayang nya Mommy" ucap nya lagi dengan tersenyum kecil melihat Baby Wira yang mengerjap-ngerjapkan mata nya.


"Menggemaskan sekali" ucap Mama Hesti dengan mencubit pelan pipi Baby Wira.


Mora lalu duduk kembali di ranjang, ia mulai menyusui Baby Wira dengan tersenyum.


Tangan Mora mengusap lembut pipi Putra nya yang sedang menatap diri nya.


Oekk Oekk.


"Ehh princes Oma kok nangis" ucap Mama Hesti.

__ADS_1


"Mama tolong gendong dulu Adek ya" ucap Mora tak enak.


"Iya sayang, kamu kasih dulu Asi buat Abang saja" balas Mama Hesti tersenyum.


Baby Miraa pun berhenti menangis setelah di gendong oleh Oma nya.


Ia di timang oleh sang Oma agar tidak menangis, karena Mommy nya masih menyusui Abang Wira.


Tak lama dari itu, para lelaki masuk ke dalam ruangan dan untungnya Mora memakai kain yang khusus menutupi Baby Wira yang sedang menyusu.


"Kenapa, Ma?" tanya Wildan menghampiri Mama mertua nya.


"Abang nya kebangun karena haus, eh Adek juga bangun" jawab Mama Hesti.


Wildan lalu meminta sang Putri dari gendongan Oma nya, Wildan membawa nya duduk di sofa dekat Istri nya.


"Adek haus juga ya, sayang. Sabar ya, Abang dulu nanti baru Adek" ucap Wildan lembut.


Roy dan Hari tersenyum melihat interaksi Wildan dan Baby nya.


Mereka lalu pamitan kepada semua yang ada disana.


.


.


Mampir yuk ke Novel terbaru nya Othor🄰


__ADS_1


__ADS_2