PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Bab 56


__ADS_3

Dokter Lia tersenyum melihat Mora, ia sudah rindu sekali dengan pasiennya ini.


"Wah seperti nya ini kebahagian yang sangat berlipat" ucap Dokter Lia pada mereka.


"Maksudnya apa, Dok?" tanya Wildan tak mengerti.


Dokter Lia menunjukan ke arah layar dengan senyuman yang mengembang.


"Ehh, duaaa Dok?" ucap Mora dan Wildan dengan kaget.


"Iya Tuan, Nona, saat ini Nona Mora sedang mengandung baby kembar" jelas Dokter Lia dengan tersenyum.


Wildan langsung mengecup kening Mora dan tangannya. Bahagia? Jangan ditanya lagi, ia sangat bahagia dengan semua ini.


"Jangan terlalu lelah, dan jangan banyak pikiran ya Nona. Usahakan terus merasa senang" jelas Dokter kembali.


Mora menganggukan kepala nya, lalu ia bangkit dari duduk nya.


Mereka lalu duduk di kursi yang ada di hadapan Dokter Lia.


Dokter Lia lalu menjelaskan beberapa pantangan dan yang lainnya pada mereka berdua, ia juga menjelaskan ini dan itu.


*Maaf kalau gak rinci, uthor juga belum tahu karena belum di percaya untuk punya baby, mohon do'a nya ya readers🙏*


"Tuan, ini resep vitamin untuk Nona" ucap Dokter Lia.


"Terimakasih banyak, Dok" balas Mora dan Wildan hanya menganggukan kepala saja.


Wildan menggandeng tangan Mora untuk keluar dari sana setelah berpamitan pada Dokter, mereka akan langsung ke ruangan Aron.


"Mulai sekarang, jangan ke perusahaan dulu dan jangan terlalu lelah" tegas Wildan dengan mengecup pucuk kepala Mora yang ada di pelukan.


"Iya iya Mas, aku akan menyuruh Roy yang di perusahaan" balas Mora dengan patuh.


Hingga langkah mereka terhenti saat sudah sampai di ruangan Aron. Wildan lalu mengetuk nya terlebih dulu sebelum masuk ke dalam sana.


*Tok

__ADS_1


Tok*


"Masuk" ucap Elisa yang memang sudah ada disana.


Ceklek.


"Eh Mora, Wildan" ucap Elisa dengan tersenyum.


Wildan menganggukan kepalanya dan mereka berdua masuk ke dalam.


Terlihat disana sudah ada Dava, Frans , Elisa dan Afnan.


Terlihat juga Santi yang sudah sadar , ia sedang makan di suapi oleh Afnan.


"Nona Mora" sapa Santi dengan sopan.


Mora hanya mengangguk kecil , lalu ia duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh Wildan.


"Kalian dari mana dulu?" tanya Afnan sambil menyimpan bekas makanan Santi.


"Kami ke ruangan Mas Wildan dulu, lalu baru deh kesini" jawab Mora santai.


"Bagaimana keadaan mu, Santi?" tanya Mora


"Aku sudah lebih baik, Nona" jawab Santi dengan cepat.


"Nona, bolehkah aku berbicara dengan anda?" tanya Santi dengan gugup.


Mora menganggukan kepala tanda jawaban, ia melebarkan senyuman nya pada Santi yang sedang gugup.


"Nona, aku tahu mungkin kesalahan Mas Aron sangat fatal pada anda, tapi saya mohon maafkan kesalahannya" ucap Santi dengan tulus.


"Aku sudah memaafkan kesalahannya, Santi. Aku tidak dendam, mungkin ini semua hanya teguran saja buat dia agar lebih sadar lagi" jawab Mora dengan pancaran yang tulus.


"Semua nya sudah berlalu dan aku bahagia dengan pasangan ku sekarang, aku hanya berharap Aron juga bisa berubah dan bahagia" jelas Mora kembali dengan lembut.


"Terimakasih Nona, pasti Aron sangat senang mendengarnya. Niatnya, hari ini aku dan dia akan menemui anda untuk meminta maaf dan Aron juga akan mengunjungi makam Putra kalian untuk minta maaf" ucap Santi dengan tersenyum.

__ADS_1


Santi menganggukan kepala dengan antusias, ia juga melebarkan senyumannya pada mereka yang ada disana.


*Drrtt


Drrtt*


"Siapa sayang?" tanya Wildan pada Mora.


"Roy" jawab Mora dengan menunjukan ponsel nya.


Wildan mengangguk, ia mengusap lembut kepala Mora yang terbungkus hijab.


"Halo Nona, Tuan Jana sedang mengamuk di depan perusahaan" ucap Roy saat panggilan sudah terhubung.


"Biarkan saja, toh perusahaannya juga sudah bangkrut" balas Mora enteng.


"Baik Nona" patuh Roy.


Tut.


Mora lalu melihat vidio yang dikirimkan oleh Roy pada nya, disana terlihat Jana yang sedang berteriak dan juga memaksa masuk ke dalam perusahaannya tetapi tidak bisa sama sekali.


"Apakah Paman mu melakukan onar?" tanya Elisa dengan kepo.


"Ya, dia tidak terima dengan ke bangkrutan perusahaannya" jawab Mora terkekeh.


"Apalagi Putri tersayangnya yang sedang mendekam di penjara" timpal Afnan dengan tawa kecil.


Lalu mereka bertiga terkekeh geli bersama, mereka padahal hanya memberinya pelajaran sedikit saja tetapi semua nya menjadi hancur karena keserakahannya sendiri.


Mora dan Wildan lalu berpamitan untuk pulang lebih dulu, karena sudah hampir jam makan siang jadi mereka akan makan siang di Restoran.


Setelah berpamitan, mereka berdua langsung saja menuju ke halaman Rs untuk mengambil mobil.


Saat sudah di dalam mobil, Mora menghubungi Hulk untuk melakukan semua rencana nya agar membuat Jana dan keluarga nya syok berat.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2