
Waktu berlalu begitu cepat, kini usia twins sudah menginjak usia 6 Tahun dan mereka sudah masuk sekolah Taman Kanak-kanak.
Seperti sekarang, Mora terlihat sangat sibuk dengan membuat bekal untuk twins dan juga Daddy nya.
Sedangkan Daddy dan kedua anak nya masih di dalam kamar sedang bersiap untuk pergi ke perusahaan dan sekolah.
"Mommy" teriak Miraa dengan nyaring.
Sedangkan sang Abang hanya diam saja dengan menggelengkan kepala nya melihat kelakuan sang Adik.
"Selamat pagi Mom" sapa Wira dengan datar.
"Selamat pagi Mommy" timpal Miraa dengan ceria.
"Pagi Putra Putri Mommy, mana Daddy?" tanya Mora yang tak melihat kehadiran sang Suami.
Twins hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu.
"Aku disini, Mom" ucap Wildan sambil berjalan ke arah Mora.
"Selamat Pagi" ucap Wildan dengan mengecup pucuk kepala Mora lembut.
"Pagi juga Dadd" balas Mora tersenyum.
Lalu mereka memulai sarapan pagi nya, Mora tersenyum melihat twins yang sangat lahap memakan sarapannya.
Setelah selesai, mereka langsung berpamitan pada Mora.
"Hati-hati, nanti Mommy jemput kalian dan kita pergi ke Mall" ucap Mora lembut.
__ADS_1
"Siap Mom" balas twins dengan semangat.
Mereka lalu pergi bersama sang Daddy, Mora melambaikan tangannya pada ketiga nya.
Setelah mobil yang membawa Suami dan kedua Anak nya pergi, Mora kembali masuk ke dalam mansion.
Hari ini Mora akan berkebun bersama dengan Bibi Kay, mereka akan menanam beberapa sayuran dan Mora akan memanen buah-buahan yang sudah matang.
"Bibi, ayo" ucap Mora dengan tersenyum.
Bibi Kay pun mengangguk, lalu ia mengajak salah seorang pelayan untuk menemani mereka.
Sesampai di kebun belakang, Mora tersenyum berbinar saat melihat buah mangga, buah jambu air dan anggur nya yang berbuah lebat.
"Bibi, tolong ambilkan anggur itu lalu cuci. Saya sama Bibi Kay akan menanam sawi sama cabe dulu" ucap Mora pada pelayan.
"Baik Nyonya" balas pelayan itu dengan patuh.
***
-Kalimantan
Sedangkan di pedalaman Kalimantan, Winda sedang memanen beberapa sayuran yang ia tanam dulu.
Terlihat ia dengan penuh semangat memanen nya, bahkan senyuman di wajah nya tidak pernah luntur.
"Sayang" panggil Agus dengan berteriak.
"Aku di kebun, Mas" jawab Winda
__ADS_1
Agus langsung menuju ke kebun, ia menatap sang Istri dengan khawatir.
"Hei kenapa kesini sendirian? Apalagi kandungan mu sudah besar begitu" tegur Agus dengan cemas.
Winda hanya tersenyum kecil, lalu ia menghampiri Agus dengan membawa keranjang sayurannya.
Ia mengusap lembut perut besar nya.
"Tidak akan apa, Mas. Baby kita kuat kok" ucap Winda dengan lembut.
"Iya, ayo masuk saja" balas Agus dengan menuntun Winda agar masuk ke dalam Rumah pondok nya.
Ya, Winda dan Agus akan segera menjadi orangtua setelah hampir 5 tahun menunggu.
Mereka terus saja bersabar dan menyerahkan semua nya pada yang di atas.
Bahkan kalaupun Winda tidak hamil, Agus akan tetap bersama nya walaupun mereka tidak memiliki keturunan.
Winda benar-benar berubah, ia merasa sangat bersyukur saat mendapatkan Suami yang sabar, tegas dan juga sangat baik padanya.
Winda duduk di kursi yang ada di dapur, ia melihat sang Suami yang sedang menyiapkan sayuran untuk di masak.
"Mas, biar aku saja yang masak?" ucap Winda
"Kamu diam saja sayang, nurut sama aku oke" tolak Agus dengan tegas.
Winda menganggukan kepala nya dengan patuh, ia duduk tetapi sambil mengiris sayuran.
.
__ADS_1
.
.