
Wildan membiarkan Mora terlelap di dalam pelukannya, bahkan ia juga membantu membereskan beberapa berkas yang ada di meja kerja Istri nya tersebut.
"Kau pasti sangat lelah ya, sayang" gumam Wildan mengecup kening Mora lembut.
Lalu Wildan membawa Mora ke dalam kamar yang ada di ruangan tersebut setelah ia menyelesaikan pekerjaannya.
Tak lupa Wildan juga memberitahu Roy bahwa Mora sedang Istriahat dan jangan ada yang masuk ke dalam ruangannya.
Wildan merebahkan tubuh Mora dengan lembut di atas ranjang, ia membuka hijab sang Istri dengan lembut agar tidur Mora lebih nyaman.
"Kau sangat cantik, sayang" gumam Wildan mengecup setiap inci wajah Istri nya.
Lalu Wildan pun ikut merebahkan diri nya di samping Mora saat setelah melepas kemeja dan jas nya.
Wildan memeluk Mora dengan hangat, ia menelusupkan wajah nya ke ceruk leher Mora.
**
Saat ini Roy sedang bersiap untuk menemui Hulk di ruangan Mora.
Ia juga sudah memberitahu pada Wildan dan mengizinkannya dengan syarat jangan berisik.
Ceklek.
Klik.
Roy langsung mengunci pintu nya, ia tidak mau ada salah satu karyawan yang masuk ke dalam.
"Roy" panggil Hulk yang memang sudah ada disana.
"Ada apa Hulk?" tanya Roy langsung.
Sebelum menjawab pertanyaan Roy, Hulk menyuruh nya duduk terlebih dulu dan menunggu Suami Nona nya.
Hingga Wildan membuka kamar dan ikut duduk disana bersama mereka.
"Ceritalah" perintah Wildan tegas.
"Salah satu anak buah ku, yang aku tugaskan untuk mengawasi Aron mengatakan bahwa Keluarga Winda dan Winda sudah di usir dari mansion Aron dan mereka menempati mansion Nona Mora. Dan kata Art disana bahwa Winda sudah di ceraikan oleh Aron karena ia sudah tahu semua nya" jelas Hulk dengan serius.
"Kita harus perketat penjagaan pada wanita, beritahu Frans dan Hari. Aku yakin saat ini Jana sedang menggila dan dia akan lebih nekad" ucap Roy tegas.
"Nanti malam kalian datanglah ke mansion ku, beritahu para wanita bahwa kita akan melakukan bbq'an" jelas Wildan tanpa bantahan.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu aku akan kasih tau mereka dulu" pamit Hulk.
Wildan dan Roy menganggukan kepala nya, dan Hulk pergi dari sana lewat jalan rahasia.
"Berkas itu sudah selesai, kau bisa membawa nya Roy" ucap Wildan pada beberapa berkas yang ada di meja kerja Istri nya.
"Tuan, apa perlu kita memberitahu Tuan Besar?" tanya Roy
"Tidak perlu Roy, jangan buat mereka khawatir dan keluar dari sana, itu akan membuatnya bahaya" jawab Wildan
Roy menganggukan kepala nya, lalu ia pamit untuk keluar dari ruangan dengan membawa berkas itu.
Wildan duduk di kursi milik Mora, ia membuka berkas yang di simpan oleh Roy dengan teliti.
Bahkan Wildan juga mengerjakan beberapa tugas milik Mora.
Hingga tak terasa waktu sudah sore dan jam pulang kantor pun telah tiba.
Wildan memberitahu Roy untuk pulang langsung dan menjemput Elisa, kekasih nya.
"Aku harus menyuruh Hari menjaga panti dan anak-anak nya, mereka bisa saja jadi sasaran Paman Mora karena Mora sangat menyayangi mereka" gumam Wildan.
Ia lalu mengambil ponsel nya kembali dan mengetik sesuatu disana untuk di kirim ke Hari.
Wildan mengalihkan perhatiannya pada asal suara, ia tersenyum kecil saat melihat Istri nya yang sudah bangun.
"Jam berapa ini, Mas?* tanya Mora dengan memakaikan hijab nya.
"Jam 5 sore, bersiaplah kita akan pulang sayang" jawab Wildan tersenyum.
Mora menganggukan kepala nya, ia mengambil tas, ponsel di atas meja kerja nya.
Tetapi saat ingin mengambil berkas , ia terkejut karena semua nya sudah selesai.
"Mas, ini kamu yang mengerjakan?" tanya Mora kaget.
Wildan menganggukan kepala nya dengan tersenyum, ia lalu merangkul Istri nya.
"Iya sayang, tapi kau harus membayarnya nanti malam" bisik Wildan dengan tersenyum miring.
"Ish kau ini Mas" ucap Mora pelan dengan wajah yang malu.
Wildan terkekeh, ia lalu melangkah keluar bersama dengan Mora.
__ADS_1
Disana hanya ada beberapa karyawan yang sedang membereskan meja nya.
"Sayang, Mas mengundang sahabat mu untuk kita bbq di mansion malam ini, jadi kita akan belanja dulu ya" ucap Wildan saat mereka berada di dalam lift.
"Benarkah? Ayo kita belanja yang banyak" balas Mora dengan antusias.
"Kau senang?" tanya Wildan lembut.
Mora hanya menganggukan kepala dan memeluk Wildan dengan erat.
"Terimakasih Mas Aron, karena mu sekarang aku merasakan kebebasan yang sangat indah, aku bebas bergerak dengan bahagia tanpa di batasi ataupun di marahi.
Bahkan aku bahagia bisa melakukan ini itu bersama suami-ku, ini impian ku sejak dulu sejak bersama mu tetapi kamu tidak pernah melakukannya.
Semoga kau bahagia dengan pilihan terakhir mu, Mas" batin Mora dengan tulus dan ikhlas.
Wildan melajukan mobil nya ke arah supermarket yang besar, di sepanjang jalan Mora sudah terlihat berbinar bahkan ia juga selalu tersenyum.
Tak lama kemudian, mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di tujuan, mereka lalu masuk ke dalam.
"Kamu yang milih sayang, Mas akan mendorong troli" ucap Wildan mengambil troli yang lumayan besar.
"Jangan nyesel ya kalau uangmu terkuras, Mas" balas Mora dengan terkekeh.
"Tidak masalah, sayang" kekeh Wildan.
Mora lalu mengakak Wildan untuk memilih daging , ikan dan juga yang lainnya untuk di bakar.
Ia juga memilih beberapa jagung, sosis , bakso dan yang lainnya.
"Sayang, sekalian beli snack dan minuman dingin di Mansion sudah menipis stock nya" ucap Wildan.
"Oke, boleh beli buah?" tanya Mora menatap Wildan.
"Ambilah yang kamu mau sayang, jangan sungkan" jawab Wildan lembut.
Mora tersenyum, lalu ia membeli beberapa buah-buahan segar dan juga snack, minuman kaleng hingga beberapa makanan lainnya.
Setelah selesai, mereka langsung membayar nya dan Wildan menyuruh pegawai mengantarkannya ke dalam mobil.
.
.
__ADS_1
.