
Setelah memastikan Istri dan twins tidur, Wildan bergegas ke ruang kerja nya yang sudah ada Roy dan Hari.
Tepat jam makan siang, Roy dan Hari memang di suruh datang oleh Wildan kesana.
"Mau kemana, Nak?" tanya Ayah Darma.
Wildan menghentikan langkah nya, ia lalu membalikan badan pada sang Ayah mertua.
"Ke ruang kerja, Ayah. Roy dan Hari sudah menunggu disana" jawab Wildan
"Ayah ikut" ucap Ayah Darma cepat.
Wildan mengangguk, lalu mereka melangkah bersama ke ruang kerja yang ada di lantai atas.
"Apa semua nya sudah di selidiki?" tanya Ayah Darma.
"Sudah Ayah, dia memang sengaja menggelapkan dana karena dia tergiur dengan nominal nya, Ayah" jawab Wildan
Ceklek.
Lalu mereka berdua masuk ke dalam ruang kerja Wildan, disana Roy dan Hari sudah menunggu kedua nya.
"Ada Roy? Seperti nya ada hal buruk?" tanya Ayah Darma.
"Tuan, seperti nya ada rekan bisnis kita yang menginginkan ke hancuran perusahaan Widiatma" jelas Roy dengan datar.
"Maksud mu bagaimana?" tanya Wildan dan langsung duduk di dekat Roy.
"Ada salah satu perusahaan yang menawarka kerja sama, tetapi aku mrlihat kecurangan di berkas nya. Dan aku menyuruh Hulk mencaritahu nya, ternyata itu adalah cabang perusahaan yang ada di Negara Amerika" jawab Roy dengan jelas.
"Apa perusahaan X?" tebak Ayah Darma.
"Ya anda benar Tuan, seperti nya ingin menggulingkan kita" ucap Roy
"Itu bukan pemimpin yang asli, dia adalah Putera angkat nya yang memang sejak dulu berambisi ingin merajai bisnis" jelas Ayah Darma.
"Tetapi kita harus waspada, Ayah tahu bahwa dia itu sangat licik" ucap nya lagi dengen tegas.
__ADS_1
"Kau suruh saja Hulk untuk memantau nya, Roy" timpal Wildan.
"Sudah Tuan, dia sudah pergi ke sana sejak kemarin" balas Roy.
Wildan lalu menanyakan perkembangan masalah keuangan di perusahaan Widiatma.
Dan rencana nya mereka besok akan memanggil sang manager agar menghadap Wildan.
"Langsung pecat saja, aku yakin bahwa orang begini akan tetap melakukan semua cara agar diri nya puas akan harta" ucap Wildan tegas.
"Hmm itu bagus, tapi jangan lupa uang nya balikan lagi ke perusahaan" timpal Ayah Darma.
Mereka mengangguk, lalu Ayah Darma permisi untuk kembali ke kamar nya untuk istirahat.
"Tuan" ucap Hari.
"Ada apa?" tanya Wildan menatap Hari bingung.
"Besok Agus akan kemari dan ia apa boleh membawa Winda karena siang hari juga mereka akan pulang lagi ke Kalimantan. Mereka ingin menemui Nyonya Winda" jawab Hari dengan datar.
Hahh.
"Nanti saya akan bilang pada Agus" balas Hari.
Wildan mengangguk, ia lalu melihat kembali berkas yang di berikan oleh Roy.
Mereka fokus kembali pada pekerjaannya, dan Hari langsung mengambil ponsel nya.
Hari akan menghubungi Agus dan memberitahu bahwa Tuan nya sudah setuju.
***
-Kalimantan
Agus langsung pulang ke pondok saat ia menerima kabar dari Tuan Hari.
Ia tidak mengetuk pintu dan langsung masuk saja.
__ADS_1
Brak.
"Windaaa Win" panggil Agus dengan kesana kemari.
"Di dapur Mas, kenapa?" teriak Winda dengan nyaring.
Grep.
"Bersiaplah, nanti malam kita akan ke Jakarta" ucap Agus sambil memeluk Winda yang sedang memasak.
Deg.
"Bu buat apa Mas? Mas tidak akan meninggalkan aku disana kan? Aku tidak mau Mas" ucap Winda dengan terbata bahkan mata nya sudah berkaca-kaca.
"Hei, tidak aku tidak akan meninggalkan mu. Kita akan menemui Tuan dan Nona, kamu ingin minta maaf kan?" tanya Agus tersenyum kecil.
"Ya aku sangat ingin, tapi kita akan percuma Mas, karena Wildan pasti tidak akan menerima kita dan aku takut ini semua akan berpengaruh pada pekerjaan mu" jawab Winda menggelengkan kepala.
"Tidak akan sayang, Tuan Hari sudah mengizinkan kita asalkan siang nya kita kembali lagi kesini" ucap Agus dengan bahagia.
Winda menatap tidak percaya pada Suami nya, bahagia tentu sangat bahagia dengan kabar ini.
Tapi Winda takut nanti Suami nya akan mendapatkan masalah.
"Jika kamu benar-benar ingin minta maaf maka kita akan mudah kesana, tetapi jika kamu hanya ingin main-main atau tidak sungguh-sungguh maka kita akan susah mendapatkan jalan kesana" jelas Agus lembut.
Winda mengangguk dengan air mata yang menetes, ia terharu akan kebaikan Wildan padanya.
"Aku mau kesana, Mas" balas Winda dengan antusias.
"Bersiaplah setelah membuat makanan, Mas akan menyiapkan semua laporan untuk Tuan Wildan" ucap Agus mengusap lembut kepala Winda.
Winda mengangguk, lalu ia kembali fokus pada masakan yang sedang ia buat.
Ya, dia yang awal nya tidak bisa memasak menjadi ahli masak setelah Agus mengajarkannya, bahkan pekerja disana semua yang memberi makannya Winda atas perintah Agus.
.
__ADS_1
.
.