PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Bab 42


__ADS_3

Pagi hari nya, Aron dan Dava bersiap untuk ke perusahaan SyGroup.


Aron sendiri bahkan mengabaikan telepon dari mertua dan Istri nya. Dia juga ingin mendapatkan proyek tersebut karena anak buah nya sudah berjuang untuk ini.


"Enak saja ingin aku mengalah, aku pun bekerja sama dengan karyawan ku agar mendapatkan nilai lebih. Eh ini malah mau menang tanpa berusaha" ucap Aron dengan kesal.


"Anda benar Tuan, meskipun dia adalah mertua mu tapi dalam proyek ini banyak karyawan kita yang menyumbangkan ide dan bakat mereka" balas Dava dengan sopan.


Aron menganggukan kepala nya, ia tak habis pikir pada mertua nya sendiri. Padahal ini adalah mega proyek untuk pembangunan toko perhiasan besar tetapi dia malah ikutan padahal sangat berbeda dengan profesi nya.


"Harus nya kita bersaing itu dengan Frans dan Adik nya , bukan dengan Ayah mertua ku yang notabena nya tidak akan tahu tentang perhiasan. Dia itu ahli di bidang Hotel" ucap Aron dengan menggelengkan kepala nya.


"Saya rasa mertua anda menyembunyikan sesuatu, Tuan" balas Dava dengan menghentikan mobil nya di halaman perusahaan Sy.


Aron hanya menganggukan kepala saja, ia memang akan mencari tahu semua tentang keluarga Istri nya.


Mereka berdua lalu langsung masuk ke dalam perusahaan, lalu mereka di pandu salah satu karyawan disana untuk masuk ke dalam ruang meeting.


"Silahkan Tuan" ucap karyawan tersebut membuka ruang meeting.


Aron dan Dava serempak menganggukan kepala nya, lalu mereka duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Jana dan Winda.


"Aku tidak akan mengalah meski kalian akan memusuhi ku sekalipun" batin Aron dengan acuh.

__ADS_1


"Baiklah, kita mulai meeting hari ini" ucap Hulk dengan wajah datar nya.


Satu persatu dari mereka memprensentasikan hasil yang mereka bawa. Begitupun dengan Aron dan Ayah mertua, Jana.


Mereka juga merebutkan proyek tersebut , karena proyek ini lumayan besar.


Hari dan Hulk memeriksa berkas mereka kembali, memang berkas milik perusahaan Aron sangat bagus dan juga lumayan untung.


Aron juga memang sangat menghargai hasil kerja keras semua karyawannya, hanya saja ia tertipu oleh ular seperti Winda, begitulah yang Hari dan Hulk tau dari Mora.


"Baiklah, nanti Asisten saya akan menghubungi lagi untuk membahas kerja sama ini pada perusahaan Diamond Group, karena berkas dari perusahaan mereka sangat menarik" jelas Hari dengan berdiri dari duduk nya.


Aron pun langsung tersenyum lebar, ia juga ikut tersenyum dan menjabat tangan Hari dengan bahagia.


"Terimakasih Tuan" balas Aron dengan bahagia.


Lalu perusahaan lain pun memberinya ucapan dan jabatan tangan pada Aron. Hingga disana tinggalah Jana, Winda , Aron dan Dava saja.


"Ayo Dava" ajak Aron dengan beranjak pergi.


Jana langsung saja mengeraskan rahang nya, ia merasa sangat emosi saat lagi dan lagi menantu nya tak menghiraukan diri nya.


"Aron, kenapa kau tidak mengalah?" tanya Jana dengan menahan emosi.

__ADS_1


"Kalau saya mengalah, itu akan membuat karyawan saya yang membuat desain dan membuat berkas ini kecewa, Tuan Jana" jawab Aron dengan raut wajah tegas nya.


Lalu Aron pergi dari ruangan meeting tersebut, ia melangkah tanpa beban bahkan ia membawa senyuman untuk karyawannya.


"Ingat ini Aron, aku akan membalas mu" ucap Jana dengan tegas sebelum Aron keluar dari pintu.


"Silahkan, karena saya tidak akan takut" tantang Aron tanpa rasa takut sama sekali.


Aron dan Dava langsung saja pulang ke perusahaan nya, mereka tidak banyak mengobrol karena Aron sedang dalam emosi.


Sedangkan Jana, ia dan Winda langsung saja pulang dengan wajah yang memerah padam.


Mereka sangat kecewa pada Aron, bahkan ia sama sekali tidak bisa di kendalikan lagi.


"Kau harus berbuat sesuatu, Winda" ucap Jana dengan tegas.


"Ayah tenang saja, Mas Aron pasti akan takluk kembali pada kita" balas Winda dengan yakin.


Mereka kembali hening dengan pikiran nya masing-masing, bahkan Winda pun sangat kalut karena tidak biasa nya Aron begini.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2