PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Bab 99


__ADS_3

Sampai larut malam mereka baru menyelesaikan pekerjaan.


Dava langsung saja melajukan mobil nya ke Rumah sang Tuan, Aron.


"Dav, terus teman mu yang menipu itu dimana sekarang?" tanya Santi yang masih penasaran.


"Dia sudah pergi ke tanah air dan aku masih mencari keberadaannya sampai sekarang" jawab Dava dengan geram.


"Sudahlah, kita fokus dulu pada perusahaan Dav, suruh saja anak buah mu yang mencari nya" ucap Aron


Dava mengangguk, ia memasukan mobil nya ke dalam garasi Rumah Aron.


Dan Aron menyuruh Dava untuk menginap disana dan mereka akan kembali membahas pekerjaan.


"Tuan, kita masih kurang dana yang lumayan besar" ucap Dava dengan lirih.


"Apa semua yang kita punya sudah di jual?" tanya Aron.


"Sudah, tapi masih kurang hingga 40% lagi" jawab Dava dengan menundukan kepala.


Aron menghela nafas kasar, ia memejamkan mata nya sejenak sebelum menyuruh Dava untuk istirahat.


Dan Aron sendiri langsung masuk ke kamar mengikuti sang Istri.

__ADS_1


"Mandilah dulu, aku sudah menyiapkan air hangat untuk mu, Mas" ucap Santi lembut.


Aron hanya mengangguk, ia lalu melangkah ke kamar mandi dan berendam di bathup.


Aron memejamkan mata nya karena lelah, ia sangat pusing dengan semua masalah itu.


"Aku harus bagaimana? Ini sangat pusing dan aku juga sudah tidak punya apa-apa" gumam Aron dengan lirih.


Aron menyudahi berendam nya, ia lalu membersihkan tubuh nya dan keluar dari kamar mandi.


Ia melihat Santi yang sedang duduk di atas ranjang, disana juga sudah ada pakaian ganti milik Aron.


"Mas, kemarilah" ucap Santi saat melihat Aron yang sudah berpakaian.


Santi mengeluarkan beberapa kotak perhiasan milik nya, ia juga mengeluarkan buku tabungan nya.


"Ini semua milik ku, dan gunakanlah ini untuk membantu perusahaan. Meski tak seberapa tetapi mungkin akan menutupi sedikit kekurangannya" ucap Santi


"Gak sayang, itu hak mu aku gak mau" balas Aron dengan menggelengkan kepala.


"Mas, aku bisa membeli lagi dan juga menabung lagi jika semua sudah stabil. Terimalah aku mohon" ucap Santi dengan memegang tangan Aron.


Aron menunduk, ia bingung akan semua nya. Tetapi ia juga sangat butuh akan hal itu.

__ADS_1


"Baiklah sayang, tapi nanti aku akan mengganti nya semua" balas Aron dengan tersenyum.


Santi mengangguk, ia memeluk tubuh Aron dengan erat. Ia tidak pernah menyesal akan semua ini, bahkan ia juga senang bisa bersama dengan Aron.


"Maafkan aku, aku selalu saja membuatmu susah. Dari aku sakit, terus kemarin aku di vonis akan susah mempunyai anak dan sekarang perusahaan kita di ujung tanduk. Maafkan aku" ucap Aron dengan terisak pelan.


Santi memeluk sang Suami dengan erat, ia mengusap lembut punggung Suami nya.


"Aku tidak apa, Mas. Kita berjuang bersama-sama lagi ya" balas Santi lembut.


"Ini semua karma ku, tetapi kamu harus ikut merasakannya. Maafkan aku, San" ucap Aron kembali dengan membalas pelukan Santi lebih erat.


Santi hanya mengangguk, ia diam dan terus mengusap lembut tubuh Aron yang bergetar.


Ia tidak merasa menyesal, tetapi ia bersyukur karena Aron yang sudah berubah.


Mereka lalu memilih memejamkan mata karena cukup lelah, Santi memeluk Aron dalam tidurnya karena memang itu tempat yang nyaman bagi nya.


Sedangkan Dava, ia juga ikut memikirkan semua nya karena ini berlangsung karena kesalahannya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2