
Mora dan Wildan langsung kembali ke mansion Sy, karena ada masalah urgent jadi Mora tidak jadi menginap di mansion sang Mama.
"Ada apa, sayang?" tanya Mora lembut
Wildan menatap Mora sebentar lalu fokus kembali ke jalan karena ia sedang mengemudi.
"Nanti saja di rumah ya aku cerita nya" jawab Wildan.
"Yasudah" balas Mora tersenyum.
Wildan tersenyum, lalu ia mengusap lembut perut sang Istri.
"Bagaimana jalan-jalan sayang? Senang?" tanya Wildan
"Seneng banget Mas, aku membeli banyak kebutuhan adik-adik di Panti. Aku juga belanja pakaian aku sendiri dan punya kamu" jawab Mora dengan antusias.
"Kenapa kamu tidak menyuruh orang saja untuk tiap bulan cek keperluan Panti , lalu kalau sudah tidak ada bisa langsung beli" usul Wildan
"Hemm kamu benar juga ya, Mas. Yasudah deh nanti aku nyuruh Roy untuk kirim bahan pokok, sekolah dan mainan tiap bulan ke panti" ucap Mora
Sesampai nya di mansion, Mora langsung saja turun bersama dengan Wildan.
Mereka akan membersihkan tubuh nya terlebih dulu.
"Mandi bareng ya" ucap Wildan saat melihat Mora yang akan masuk ke kamar mandi.
"Yasudah ayo" balas Mora terkekeh.
Lalu mereka langsung saja masuk ke dalam kamar mandi, disana bukan hanya sekedar mandi saja tetapi ya begitulah hehe.
Setelah selesai, Wildan menunggu Mora di ruang keluarga untuk berbicara yang lumayan serius.
"Mas" panggil Mora lembut.
"Kemarilah sayang" ucap Wildan menepuk sisi sofa yang kosong.
Mora lalu melangkah mendekati Wildan, lalu ia duduk berdampingan dengan sang Suami.
"Ada apa, Mas?" tanya Mora dengan serius.
__ADS_1
Hahh.
"Besok kita akan pergi ke Amerika , karena ada pasien temanku disana yang membutuhkan bantuan medis ku" jawab Wildan menatap Mora lekat.
"Aku harus ikut?" tanya Mora
"Ya sayang, karena mungkin aku disana akan cukup lama" jawab Wildan.
"Baiklah, tapi kita tanyakan dulu pada Dokter Lia ya" ucap Mora tersenyum lembut.
"Mas sudah tanyakan tadi, katanya tidak apa-apa sayang soalnya kalian sangat sehat" balas Wildan.
Mora menganggukan kepala, lalu ia minta untuk di peluk oleh Wildan.
"Bolehkah aku tau kenapa sampai harus kesana?" tanya Mora lembut.
"Aron, dialah pasien yang harus Mas tangani" ucap Wildan dengan serius.
Mora langsung bangun dari pelukan sang Suami, lalu ia menatap Wildan dengan bingung.
"Bukannya dia sudah sembuh Mas? Bahkan dia juga kan sudah bisa berjalan normal waktu itu" ucap Mora sedikit bingung.
Mora tersenyum, lalu ia mengusap lembut pipi Wildan.
"Jangan gelisah, kita besok akan tahu ke adaannya. Bukan salahmu juga, karena waktu itu memang Dokter mengatakan bahwa Aron sudah sembuh" ucap Mora menenangkan Wildan.
Wildan mengangguk, lalu ia memeluk Mora dengan lembut.
Ia menghirup aroma wangi yang ada di tubuh Istri nya.
Mora tahu, bahwa Wildan merasa bersalah karena waktu itu dia menyatakan bahwa Aron memang sudah sembuh.
Tetapi nyata nya , hingga saat ini dia masih berada di Rs.
Hingga tanpa sadar Wildan tertidur dengan pangkuan Mora sebagai bantal nya. Dengan gerakan tangan mungil Mora mengusap lembut kepala sang suami, Wildan.
***
-Amerika.
__ADS_1
Sudah hampir 4 bulan ini baik Santi maupun Dava silih bergantian menjaga Aron yang masih di Rs.
Dan hari ini bagian Santi untuk menjaga Suami nya, Aron.
Ya, sudah 2 bulan Santi dan Aron menikah di Negara itu.
Bahkan mereka tidak menggelar pesta karena kondisi Aron yang lemah.
"Mas, ayo makan dulu" ucap Santi lembut.
"Sshhh" desis Aron saat mencoba untuk duduk.
Dengan tanggap Santi langsung saja membantu nya untuk duduk.
"San, bagaimana kalau kaki ku harus di amputasi?" tanya Aron lirih.
"Tidak apa Mas, mungkin itu yang terbaik untuk kesehatan dan keselamatan kamu" jawab Santi santai.
"Apa kamu tidak malu?" cicit Aron dengan menatap manik Santi dalam.
Santi menggenggam tangan Aron dengan lembut, lalu ia menatap nya dengan tersenyum.
"Aku tidak malu sama sekali, aku akan malu jika kamu membuat kejahatan yang sama seperti dulu" balas Santi dengan tegas.
Aron mengecup tangan Santi dengan senyuman di wajah nya.
"Terimakasih, aku sangat beruntung mendapatkan mu" ucap Aron lembut.
"Walaupun hati ku masih saja menyimpan rasa untuk, Mora" batin Aron sendu.
Santi lalu membantu Aron untuk makan, ia menyuapi Aron dan sesekali menyuapi diri nya sendiri.
Hingga hari berganti malam, Santi dan Aron masih saja asyik bercengkrama dengan hangat.
Dan saat sudah larut, Aron dan Santi memutuskan untuk terlelap.
.
.
__ADS_1
.