PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Bab 58


__ADS_3

Malam hari nya, sahabat Mora semua berkumpul di mansion Wildan.


Bahkan Roy pun menjemput Ibu Panti untuk ikut serta di perayaan kecil ini.


Mora yang memang sedang duduk bersama Wildan tidak menyadari bahwa Ibu panti pun ikut serta disana.


"Nak" panggil Ibu panti lembut.


Mora langsung menengok ke belakang, ia tersenyum bahagia saat melihat sosok wanita yang sudah membesarkannya.


"Ibu, sama siapa Ibu kesini?" tanya Mora dengan menghampiri Ibu panti.


Ibu panti hanya menatap Roy dengan mata nya, lalu ia memeluk Mora dengan hangat.


Bahkan Ibu panti pun mengecup kening, pipi dan pucuk kepala Mora dengan lembut.


"Apa kabarmu, sayang?" tanya Ibu dengan tersenyum.


"Aku baik Ibu, ayo duduk" jawab Mora lembut.


Emang dasar nya tidak bisa jauh dari Wildan, Mora kembali duduk di samping Wildan bahkan tidak mau jauh sama sekali.


"Mau kemana? Diam disini ihh" rengek Mora saat Wildan akan beranjak dari duduk nya.


"Mas mau ke Ayah dan yang lainnya dulu. Kamu disini dulu saja bersama dengan Ibu, Mama dan yang lainnya" ucap Wildan selembut mungkin.


Mora langsung kesal, ia bahkan langsung berdiri dari duduk nya dan pergi ke arah sang Ayah.


Sedangkan Afnan, Elisa dan Fira, mereka sudah cekikikan melihat tingkah Mora yang sangat lucu.


"Dulu kau sangat ingin bukan bermanja saat kehamilan, dan saat ini semua nya sudah terkabul. Semoga kau selalu bahagia Ra" batin Afnan dengan tersenyum.


Mora menatap Ayah, Roy, Hari, Frans dan Hulk dengan tajam. Sedangkan Ayah nya Roy sudah lebih dulu kabur sejak Mora berjalan kesana dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" tanya Ayah Darma lembut.


"Ayah, jangan ajak Mas Wildan untuk gabung disini dong. Sana kalian itu harus nya menyiapkan untuk acara kita bbq an" kesal Mora dengan wajah masam.


Glek.


Frans, Hari dan Hulk langsung saja berdiri dan berjalan ke arah halaman depan.


Mereka akan ikut menyiapkan semua nya daripada kena omel.


Sedangkan Roy, saat ia akan berdiri ia di tarik oleh Ayah Darma agar tidak kabur.


"Iya sayang, jangan kesal gitu ya" bujuk Ayah Darma dengan tersenyum.


"Awas saja kalau kalian ajak Mas Wildan pergi dari aku" ucap Mora dengan ketus.


Mora lalu berbalik dan menghampiri Suami nya yang sedang duduk dengan mengulum senyuman.


"Kenapa senyum-senyum" ketus Mora dengan duduk di samping Wildan.


"Gak boleh gitu, sini aku peluk dulu biar gak marah-marah" goda Wildan sambil memeluk Mora dengan tersenyum.


Dengan exspresi yang menggemaskan, Mora memeluk Wildan dengan erat bahkan ia menelusupkan wajah nya di dada bidang sang Suami.


"Anak Daddy, jangan buat Mommy kesal ya sayang" ucap Wildan mengusap perut sang Istri.


"Iya Daddy, asal Daddy nya jangan jauh-jauh dari Mommy" balas Mora dengan suara anak kecil.


Wildan terkekeh mendengarnya, ia lalu melerai pelukannya dengan sang Istri.


"Ayo kita ke depan" ajak Wildan dengan lembut.


"Tapi jangan jauh-jauh" ucap Mora dengan tegas.

__ADS_1


"Iya iya sayang" balas Wildan dengan mengecup kening Mora lembut.


Mereka berdua lalu berjalan ke arah luar, tangan Mora terus saja memeluk Wildan dengan hangat.


Mora juga terkadang suka bingung dengan tingkah nya yang seolah tidak ingin jauh dari sang Suami.


**


Sedangkan di Rumah sakit, Santi sudah terlihat lebih sehat. Bahkan ia juga ikut mengurus Aron yang masih enggan membuka mata nya.


"Mas, bangunlah. Katanya kau akan meminta maaf pada Nona Mora dan Putra mu" lirih Santi di telinga Aron.


"Katanya juga kamu ingin menikahi ku, Mas. Ayo kita pergi dari sini dan hidup bahagia bersama" ucap nya lagi dengan air mata yang menetes.


"San" panggil Dava yang baru saja masuk ke dalam.


Santi menatap Dava, ia menyeka air mata nya sebelum menghampiri Dava.


"Apa sudah semua nya, Dav?" tanya Santi.


"Sudah, jika Tuan sudah sadar kita bisa langsung pergi" ucap Dava sambil duduk di sofa.


Santi menganggukan kepala nya, ia teringat dengan ucapan Aron yang ingin menjual semua aset nya dan setelah itu mereka bertiga akan pergi dari Indonesia.


Dava dan Santi sudah mulai menjual semua nya, mereka tinggal pergi setelah Aron sadar dan pulih dari sakit nya.


Dan mereka juga akan menemani Aron untuk meminta maaf terlebih dulu pada Mora dan Putra nya yang sudah meninggal.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2