PENGKHIANATAN!

PENGKHIANATAN!
Bab 65


__ADS_3

Mobil yang di kemudikan Dava terus saja melaju dengan kecepatan yang sangat sedang, kali ini tujuannya adalah kantor polisi.


Selama perjalanan, baik Santi maupun Aron hanya diam dengan saling genggam tangan.


Santi cukup tahu bahwa Aron masih sangat mencintai Mora, tetapi ia juga bersyukur karena Aron belajar ikhlas akan semua nya.


Hingga mobil mereka sampai juga di halaman depan kantor polisi.


"Dav, kamu tunggu saja disini" ucap Aron sebelum ia keluar.


"Baik Tuan" balas Dava patuh.


Lalu Aron dan Santi pun turun, mereka langsung saja menuju ke ruangan dimana mereka akan bertemu dengan Winda.


Aron duduk dengan wajah datar nya, ia bahkan sudah membuat laporan berlapis agar Winda tidak gampang keluar dari sana.


"Mas, kamu pasti akan membebaskan aku kan" ucap Winda saat melihat Aron yang ingin bertemu dengannya.


"Dalam mimpimu pun aku tidak akan pernah membebaskan mu dari sini" balas Aron dengan datar nya.


Glek.


Winda menelan ludah kasar saat melihat bagaimana exspresi Aron. Ia bahkan sempat meremat pakaiannya karena gugup.


"Aku tidak menyangka bahwa kau wanita yang tidak punya hati, Winda. Kau sungguh tega membuatku mengkhianati Mora, dan kau juga tega mencelakai ku dengan Santi" ucap Aron dengan tajam.


"Dan bodoh nya kau mau saja aku peralat, kau tahu Mas? Dulu aku hanya ingin membuat Mora menderita dan juga tersakiti, karena aku sangat iri akan kehidupan nya yang selalu saja di atas ku padahal dia berasal dari panti.


Lalu saat aku bertemu dengan Ayah ku, dia mengatakan bahwa Mora adalah sepupu ku yang sempat mereka akan bunuh tetapi selamat, dan saat itu juga kebencian ku kian banyak" jelas Winda dengan terkekeh kecil.

__ADS_1


"Dan inilah yang kau dapatkan, kau tidak mendapatkan Mas Aron, harta nya dan juga harta keluarga Nona Mora, bahkan semua harta milikmu sudah lenyap" ledek Santi dengan sinis.


Winda langsung saja menatap Santi dengan tajam, ia merasa sangat emosi mendengar Santi berkata seperti tadi.


"Diam kau, Mora itu hanyalah wanita bodoh yang hanya memilih lelaki seperti Wildan si Dokter kere itu" bentak Winda dengan geram.


"Hahahah" tawa Aron dan Santi langsung pecah saat mendengar Winda menyebut Wildan adalah orang kere.


"Diam" bentak Winda dengan menggebrak meja di depannya.


"Ups iya iya aku diam, Mas kau diam juga sayang" ucap Santi dengan manja.


Deg.


"Sayang" batin Winda emosi


"Kau tau Winda? Wildan itu bukan Dokter umum dan juga bukan orang kere. Dia itu menjadi Dokter hanya buat menutupi status nya saja, kau tau tidak siapa Wildan itu?" tanya Aron dengan tawa kecil.


"Dia adalah pewaris tunggal SyGroup" jawab Santi dengan santai.


"Tidak mungkin" ucap Winda dengan menggelengkan kepala nya kuat.


Santi hanya acuh saja, bahkan ia mengangkat bahu nya cuek.


"Terserah mu mau percaya atau tidak, yang jelas aku sudah mengatakannya" balas Santi.


"Apa kau kaget Winda, atau kau menyesal telah melerakan Suami ku demi mengejar Aron?" tanya Mora yang baru saja tiba bersama dengan Wildan dan Hari.


Hah.

__ADS_1


Kaget Aron dan Santi, mereka langsung saja bangun dari duduk nya dan menatap ke arah Winda dan Wildan bergantian.


"Ti tidak, aku aku bahkan tidak mengenal nya" balas Winda dengan gugup.


"Ck, jangan kira aku tidak tahu Winda. Suami ku ini adalah mantan pacar mu saat kau berada di Negara A, dan kau meninggalkannya karena dia adalah seorang Dokter umum dan tanpa tahu bahwa dia lebih kaya dari Aron" jelas Mora dengan tersenyum kecil.


"Ah atau kau malu punya pacar yang seorang Dokter ? Jadi kau lebih minat menjadi p e l a k o r?" tanya nya lagi dengan sinis.


Santi, Aron, Wildan dan Hari hanya diam saja mendengar obrolan Mora.


Mereka sebenarnya ingin tertawa saat melihat wajah Winda yang sudah sangat emosi, marah dan kesal itu tetapi tidak dapat di salurkan emosi nya.


"Diam kau, jangan sok tahu tentang hidupku, hah" bentak Winda dengan penuh emosi.


"Berani sekali kau membentak istriku hah, kau itu memang wanita yang sangat serakah, Winda" teriak Wildan yang tidak terima bahwa Istri nya di bentak.


Suasana disana langsung saja hening dan udara nya berubah dingin saat Wildan berkata dengan sangat datar dan dinginnya pada Winda.


"Kau tahu Winda? Aku sangat menyesal pernah bersama mu" ucap Wildan kembali.


"Akupun sama, kau tidak hanya serakah kau juga gila akan semua yang menurutmu indah" timpal Aron dengan sengit.


Lalu setelah itu mereka pergi dari sana, menyisakan Winda yang menatap kepergian mereka dengan tatapan yang benci.


Apalagi saat melihat Aron menggenggam tangan Santi dengan erat, ia rasa nya ingin mencekik leher mereka berdua saja.


.


.

__ADS_1


.


Udah crazzy nih, mana hadiah , Like dan coment nya🥳


__ADS_2