
Mora lalu meminta tolong Wildan untuk memindahkan Putra nya karena baby Wira sudah terlelap nyenyak akibat kenyang.
"Daddy jadi harus berbagi ya , hemm" ucap Wildan dengan beranjak pergi dari ranjang.
"Masss ya ampun" pekik Mora tertahan.
Wildan tertawa kecil, ia lalu menghampiri Mora kembali setelah menidurkan sang twins.
"Apasih sayang? Benarkan apa kata ku" ucap Wildan dengan santai.
Mora diam saja dan ia mendelik ke arah sang Suami, dan Wildan malah tertawa gemas.
"Mas, tolong bantu ke kamar mandi dong" ucap Mora dengan tersenyum kecil.
"Mau apa sayang?" tanya Wildan.
"Mau mandi, aku gerah" jawab Mora
Wildan lalu menggendong Mora dengan hati-hati, setelah itu ia berjalan ke arah kamar mandi.
Di sepanjang jalan menuju ke kamar mandi, Wildan terus saja mengecup kening dan pucuk kepala Mora dengan lembut.
"Besok kita pulang sayang" ucap Wildan tersenyum.
"Iya Mas, aku juga sudah tidak betah disini" balas Mora terkekeh.
"Kalau sudah nanti panggil ya" ucap Wildan sebelum keluar dari dalam kamar mandi.
Setelah mendapatkan anggukan dari sang Istri, baru Wildan keluar dari sana.
Ia langsung saja mengambil pakaian ganti untuk Mora dan setelah nya ia mengecek beberapa pekerjaan yang sudah Hari dan Roy kirimkan ke email nya.
__ADS_1
Ya, Wildan mengambil alih pekerjaan Mora agar Mora tidak perlu bekerja lagi ataupun mengecek pekerjaan tengah malam.
"Seperti nya ada sedikit ke janggalan disini" gumam Wildan dengan pelan.
Wildan lalu melihat kembali email yang asli buatan Roy dan juga buatan manager ke uangan.
"Hemm seperti nya dia ingin bermain-main" ucap Wildan kembali.
Wildan lalu mengambil ponsel nya, ia menghubungi Roy dengan segera.
Tut.
Tut.
"Halo Tuan" ucap Roy.
"Roy, apa kau sengaja mengirimkan kedua nya padaku?" tanya Wildan to the point.
"Ya, dia adalah manager baru karena yang lama sedang cuti melahirkan. Aku rasa dia bekerja sama dengan salah satu dari devisi itu" jawab Roy
"Nanti malam saya akan memberikannya pada anda, Tuan" balas Roy patuh.
Tut.
Wildan lalu menyimpan kembali ponsel nya pada meja yang ada di depannya.
Ehh.
"Ya ampun sayang, kapan kau kemari?" tanya Wildan dengan kaget saat melihat Mora yang sudah duduk di samping nya.
"Baru saja, aku panggil kamu tapi tidak ada jawaban" jawab Mora dengan menatap Wildan intens.
__ADS_1
Wildan menghela nafas kasar, ia lalu menunjukan laptop nya pada Mora dan menceritakan semua nya yang di sebutkan Roy tadi.
"Sebentar Mas, bukankah manager ke uangan di perusahaan ku kan bukan dia?" tanya Mora bingung.
"Iya sayang, manager yang lama sedang cuti melahirkan" jawab Wildan.
"Pantesan, aku serahkan padamu saja ah Mas. Aku mau fokus pada twins saja" ucap Mora dengan santai.
Wildan mendelik, ia sedikit tak suka karena nama nya tidak Mora sebut. Bahkan ia langsung saja menggendong tubuh Mora dan membawa nya ke atas ranjang.
"Hahahaha"
"Sudah Mas, ia fokus sama Daddy twins juga" tawa Mora pecah saat Wildan tak berhenti untuk mengecup setiap inci wajah nya.
"Nah itu baru benar" ucap Wildan sambil menghentikam aksi nya.
Ia lalu membantu Mora untuk duduk dan memberikannya air minum.
"Ya ampun untung saja aku tidak pipis di celana, Mas" gerutu Mora dengan kesal.
Wildan? Ia hanya acuh saja dan tersenyum kecil pada sang Istri.
"Mas, kamu belum makan siang kan? Makan dulu gih" ucap Mora lembut.
"Iya sayang, ini Mas lagi nunggu perawat yang mengantarkan pesanan Mas kemari" balas Wildan.
Mora mengangguk, ia lalu meminta buah kembali untuk camilannya.
Sedangkan Twins? Mereka anteng saja tidur karena sudah kenyang dengan air susu.
.
__ADS_1
.
.