
Pukul 7 malam
Delon dan aletta sudah berpakaian rapi.Mereka menunggu seseorang,tak lama kemudian bian masuk ke dalam kamar delon dan aletta lalu mereka keluar dari hotel dan mengendarai mobilnya menuju rumah bian.
Bian satu mobil dengan aletta dan delon karna ini permintaan aletta dan urusan mobil sudah di ambil alih oleh rangga.Setelah mobil mereka membelah jalanan kota yang ramai akhirnya mobil mereka sampai di gang perumahan milik bian.
Delon masuk setelah gerbang di rumah bian di bukakan oleh satpam yang bertugas,delon memarkirkan mobilnya di garasi milik bian.Setelah itu mereka bertiga keluar dari mobil lalu masuk ke dalam rumah dan mereka langsung di sambut oleh mommy dea dan daddy tio.
"Gimana udah dapet momongan belum?"Tanya mommy dea kepada aletta.
"Hemm belum tan,doain aja tan biar cepet di kasih sama allah."Ucap delon sambil mengelus perut rata aletta.
"Apaan sih by geli tau ngga,malu juga."Ucap aletta pelan.
"Ngga tau pengen aja elus elus perut kamu."Ucap delon kepada aletta.
"Eh ayok sini sini,tadi mommy sama gladis udah masak makanan banyak."Ucap mommy dea mengajak aletta dan delon ke meja makan.
"Hay dis apa kabar?"Tanya aletta langsung memeluk gladis.
"Baik dong,kamu gimana baik juga kan?"Tanya gladis sambil menerima pelukan dari aletta.
"Baik kok,gimana udah tanda tanda belum?"Tanya aletta sambil melepaskan pelukannya.
"Seharusnya aku yang tanya sama kamu,kamu kan yang duluan nikah dan yang duluan bulan madu."Ucap gladis membuat perubahan dari muka delon dan aletta yang sadar akan hal itu langsung mengalihkan pembicaraan.
"Eh kamu yang masak ini semua?"Tanya aletta kepada gladis.
"Engga kok itu tadi yang masak mommy aku cuma bantu dikit."Ucap gladis.
"Ah si gladis sukanya gitu padahal mommy cuma motong motong aja lo."Ucap mommy dea.
"Apaan sih mommy."Ucap gladis sambil tersenyum.
"Udah ngobrolnya,ayok makan daddy udah laper."Ucap daddy tio.
"Eh iya,ayok duduk."Ucap mommy dea kepada aletta dan delon.
"Wah jadi ngga enak deh tan,delon kalo kesini pasti ngrepotin."Ucap delon sambil menarikkan kursi untuk aletta lalu dia duduk di samping aletta.
"Justru tante yang ngga enak sama kamu,kan secara kedua anak tante selalu nyusahin kamu."Ucap mommy dea.
"Apaan sih tan,padahal ngga pernah."Ucap delon kepada mommy dea.
"Udah yuk makan,ngobrolnya nanti habis makan.Sekalian bian juga mau ngomong penting sama mom dan dad,gladis juga. "Ucap bian sambil memakan makanannya tanpa melihat gladis.
"Ngomong apa?"Tanya gladis kepada bian.
"Nanti,kamu makanlah dulu."Ucap bian tanpa melihat gladis.
"Kamu marah sama aku?"Tanya gladis kepada bian.
"Engga kok."Ucap bian yang masih fokus dengan makanannya.
"Terus kenapa ngga mau liat aku?Ngga biasanya lo kamu."Ucap gladis sambil meletakkan sendok dan garpunya.
"Siapa bilang?Ini aku liat kamu."Ucap bian melirik gladis lalu fokus kembali dengan makanannya.
__ADS_1
"Sekarang.Tadi tadi kamu ngga mau liat aku."Ucap gladis sambil berkaca kaca.
"Maaf semuanya gladis udah kenyang,gladis mau ke taman belakang dulu."Ucap gladis lalu berdiri dan pergi ke taman belakang.
"Em biar aku aja yang nyusul gladis."Ucap aletta.
"Eh udah kamu kan tamu,biar bian aja yang nyusulin gladis."Ucap mommy dea.
"Gpp tan lagian gladis juga sahabat dan saudara angkat aku."Ucap aletta.
"Emm yaudah deh tolong ya,mungkin gladis bawaan datang bulan."Ucap mommy dea.
"Iya tan,aletta ke taman belakang dulu ya."Ucap aletta.
"Aku nyusulin gladis dulu ya by."Ucap aletta kepada delon.
"Iya,kalian perlu bicara dari hati ke hati."Ucap delon lalu aletta pergi menyusul gladis.
Di taman belakang
Terlihat gladis yang tengah duduk di pinggir kolam sambil menceburkan kakinya ke dalam kolam sambil melamun.Aletta yang baru datang langsung duduk di samping gladis dan menceburkan kakinya juga.
"Kenapa sih?Lagi dapet?"Tanya aletta kepada gladis.
"Dapet?"Ucap gladis lalu menatap aletta.
"Kenapa kok natap aku kaya gitu?"Tanya aletta kepada gladis.
"Kamu ngingetin aku al,aku udah telat datang bulan kayaknya seminggu deh."Ucap gladis.
"Iya,semoga aja hasilnya positif."Ucap gladis lalu memeluk aletta.
Aletta langsung menerima pelukan dari gladis,dan aletta menitihkan air matanya karna dia berfikir.Bagaimana jika gladis hamil sedangkan bian akan menggugat cerai gladis.
"Aku berharap yang terbaik untuk pernikahan kalian."Batin aletta sambil menghapus airmatanya.
"By dis masuk dulu yuk,itu tante dea sama om tio di ruang tamu katanya bian mau ngomong."Ucap delon yang baru saja datang.
"Yuk masuk dulu yuk,lagian dingin di sini."Ucap aletta sambil melepaskan pelukannya.
"Ayok."Ucap gladis semangat sambil berdiri.
"Yuk aku bantu."Ucap aletta sambil membantu gladis berdiri.
"Yuk."Ucap delon mengajak kedua wanita itu masuk ke dalam rumah.
Tiba tiba saat baru saja menginjakkan kakinya di lantai rumah gladis menghentikan langkahnya karna merasakan dadanya sesak dan sakit sehingga gladis memegangi dadanya.
"Kenapa?"Tanya alett kaget.
"Gak tau tiba tiba dada aku sesak dan sakit banget,kaya mau ada sesuatu buruk yang menimpa aku."Ucapan gladis membuat aletta bungkam.
"Andai kamu tau dis,kalau bian akan menggugat cerai kamu."Batin aletta.
"Hus ngomongnya di jaga,udah yuk masuk mereka udah nunggu."Ucap delon karna dia tau bahwa aletta tak bisa menjawab perkataan gladis.
Setibanya di ruang tamu gladis langsung duduk di samping mommy dea sedangkan aletta dan delon duduk di kursi yang kosong dan bian duduk di hadapan aletta.Semuanya terdiam karna menunggu bian berbicara.
__ADS_1
"Okey karna semuanya udah kumpul,bian mau ngomong sekarang."Ucap bian dengan ekspresi serius.
"Ngomong apa sih nak?"Tanya mommy dea kepada bian.
"Sebelumnya bian minta maaf kepada mom and dad karna bian udah ngecewain kalian dan bian juga minta maaf sebesar besarnya kepada gladis."Ucap bian membuat mommy dea daddy tio dan gladis bingung.
"Kamu ngomong apa sih bian."Tanya daddy tio.
"Maafkan aku dis."Ucap bian sambil memberikan selembar kertas kepada gladis dan gladis langsung membuka kertas itu.
"Ini apa bian?"Ucap gladis seperti menjadi orang bodoh.
"Ya keputusanku sudah bulat aku akan melakukan apapun agar semuanya berjalan sesuai yang aku harapkan."Ucap bian yang berusaha menutupi kesedihannya.
"Kamu ngomong apa bi?Kamu bohong kan?Ini cuma prank kan."Ucap gladis yang sudah menangis dan mommy dea langsung merebut kertas yang di bawa gladis dsn membacanya.
"Kenapa?Apa alasannya?"Ucap gladis sambil terisak.
"Aku udah ngga cinta sama kamu."Ucap bian tak berani menatap gladis.
"Ngga kamu bohong."Ucap gladis sambil menangis.
"Al bantu aku al."Ucap gladis menatap aletta dan aletta langsung menghampiri dan memeluk gladis.
"Sabar ya dis."Ucap aletta sambil ikut menangis.
"Sebenarnya kenapa?Aku pengen tau alasan yang sebenarnya."Ucap gladis.
"Sudah ku bilang aku tidak cinta lagi kepadamu."Ucap bian meninggikan suaranya.
"Turunkan suaramu bi."Teriak mommy dea.
"Mom bian mohon biarkan bian mengambil keputusan sendiri."Ucap bian memohon kepada mommy dea.
"Bian daddy kecewa sama kamu."Ucap daddy tio Dengan suara meninggi.
"Kau tenang saja sayang mommy akan mencari pengacara yang paling bagus untuk kamu."Ucap mommy dea kepada gladis.
"Sudahlah mom,urungkan niatmu untuk mencari pengacara yang paling bagus karna aku sudah memakai pengacara delon untuk mengurus perceraian ini,jadi lebih baik mommy tidak udah susah susah mencari pengacara karna itu akan sia sia."Ucap bian.
"Beraninya kamu."Teriak papa tio lalu menampar bian.
"Tampar aku sepuasnya dad,Aku tidak akan pernah merubah keputusanku sampai aku mati sekalipun."Ucap bian.
"Cepat kau tandatangan surat itu,lagian kita juga belum punya anak jadi akan mempermudah proses perceraian kita."Ucap bian.
"Bian,aku ngga mau cerai sama kamu.Aku sayang sama kamu...."Ucap gladis lalu pingsan.
"Gladis?Dis bangun dis."Ucap aletta.
"Cepat dad gendong gladis biar mommy panggil rio."Ucap mommy dea.
Tiba tiba tanpa banyak bicara bian langsung menggendong gladis ke kamarnya.Dan semua orang di buat kaget pasalnya bian dari tadi tidak mau memandang gladis bahkan dia menggugat cerai gladis tanpa alasan yang jelas dan sekarang gladis pingsan dia orang nomor 1 yang langsung khawatir.
Semua orang tidak banyak bicara,mereka memilih diam sedangkan mommy dea memanggil dokter rio untuk datang kerumah.
Bersambung.......
__ADS_1