Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Ketakutan sisil terbukti


__ADS_3

Sesampainya di depan IGD kak alex langsung mendudukkan sisil di kursi roda lalu mendorong sisil masuk ke dalam IGD.


Sisil mencari keberadaan sang suami,dan saat menemukan seseorang yang terbaring di bankar ruang IGD dengan baju yang persis di pakai satria tadi sisil langsung mendekatinya dan benar saja yang dia takutkan akhirnya terjadi.


"Sayang,kamu kenapa."Ucap sisil sambil memeluk satria.


"I am okey."Ucap satria sambil tersenyum.


"Dok bagaimana keadaan satria?"Tanya kak alex kepada dokter yang tengah membersihkan luka di dahi satria.


"Pasien baik baik saja hanya sedikit luka dan patah tulang di bagian kaki."Ucap dokter menjelaskan.


"Hey!patah tulang kau bilang baik baik saja!kau bosan bekerja ha!"Teriak sisil yang membuat semua orang di IGD kaget bahkan kak alex dan satria juga kaget.


"Hey sayang udah jangan teriak teriak aku gpp okey."Ucap satria menenangkan sisil.


"Kami akan segera melakukan operasi jadi mohon untuk para keluarga nanti untuk mendampingi dan mengurus berkas berkas dan administrasi terlebih dahulu."Ucap dokter kepada sisil.


"Nanti akan aku bayar,dok tolong diam sebentar aku ingin bicara dengan suamiku."Ketus sisil.


"Tapi anda harus mematuhi peraturan rumah sakit ini nona."Ucap dokter itu sedikit ketus.


"Kau diam!"Ketus sisil sambil menatap tajam dokter tersebut.


"Sayang jangan marah marah."Ucap satria mengingatkan sisil.


"Sayang kamu harus kuat ya,pokoknya kamu harus kuat."Ucap sisil sambil memeluk satria.


"Sayang lihat aku,aku ingin bicara."Ucap satria dan sisil langsung melepaskan pelukannya.


"Kenapa?"Tanya sisil sambil menatap satria sendu.


"Apapun yang terjadi kamu iklasin aku sama junior ya."Ucap satria kepada sisil.


"Hus kamu ngomong apa."Ketus sisil.


"Aku cuma pengen pergi dengan tenang aja."Ucap satria kepada sisil.

__ADS_1


"Udah diem aja jangan banyak bicara."Ucap kak alex memotong ucapan satria.


"Inget janji kita ya."Ucap satria kepada kak alex.


"Udah jangan banyak bicara."Ucap kak alex.


"Lo ngga boleh ingkar dan lo harus tepatin sesuai kesepakatan kita."Ucap satria kepada kak alex.


"Awww,perut aku sakit banget."Ucap sisil sambil mencengkram tangan satria dan perutnya.


"Sayang kamu kenapa?"Tanya satria kepada sisil.


"Awww."Ucap sisil semakin kuat mencengkram tangan satria.


"Sil kamu gpp kan?"Tanya kak alex kepada sisil.


"Sayang kamu berdarah."Ucap satria terkejut.


"Astaga kamu pendarahan."Ucap kak alex ikut terkejut.


"Iya."Ucap kak alex lalu berjalan pergi.


"Hey sisil taruh dulu di bankar."Teriak satria dan kak alex kembali menghampiri sisil dan menggendongnya lalu menidurkannya di bankar.


Kak alex langsung memanggil dokter ella.Karna pendarahan yang di alami sisil mengeluarkan banyak darah mengakibatkan sisil pingsan.Dokter ella segera mengecek keadaan sang baby tapi sudah tidak ada harapan,karna benturan yang cukup keras di bagian perut sisil akibat jatuh dari tangga membuat sang baby tak selamat apalagi tadi sisil sempat menunda pemeriksaan karna harus menemui satria.


Kak alex yang menjadi penanggung jawab atas semua operasi yang di lakukan sisil karna tidak ada satupun keluarga sisil maupun satria yang mau menandatangani persetujuan operasi tersebut.Seharusnya satria yang menandatangani dokumen tersebut tetapi satria kini juga sedang ada di dalam ruang operasi.


Mama fia dan papa anggara yang kebetulan ada perjalanan bisnis di indonesia langsung menuju rumah sakit keluarga arganta setelah mendapat kabar bahwa sang putri jatuh dari tangga dan sang menantu kecelakaan.Semua keluarga arganta dan anggara menunggu sisil dan satria yang sedang di operasi.


"Ma?gimana keadaan sisil sama satria?"Tanya aletta yang baru datang karna dia harus menunggu jemputan dari delon dulu.


"Masih di dalem sayang."Ucap mama sinta tertunduk lemas yang membuat aletta juga ikut lemas.


"Sayang kamu yang kuat ya."Ucap delon memberikan semangat sang istri sambil mengelus bahu aletta.


"Maaf tan om semuanya rangga baru sampe soalnya macet tadi."Ucap rangga yang baru datang.

__ADS_1


"Iya gpp."Ucap papa faris.


"Ngga gwe boleh minta tolong ngga?"Tanya delon kepada rangga.


"Ya kenapa?"Tanya rangga kepada delon.


"Lo ajak si kembar kemana gitu ya terserah ke mall atau kemana gwe takut si kembar kenapa kenapa kalau di rumah sakit lagian di sini banyak penyakit menular."Ucap delon kepada rangga.


"Hah?sendiri?"Tanya rangga kepada delon.


"Ya engga,kamu ajak sekalian sama emba biar mereka jagain si kembar kamu cukup antar mereka aja."Ucap delon yang langsung di angguki oleh rangga.


"Okey gwe cabut ya."Ucap rangga langsung pergi dan di ikuti dengan 2 baby sister yang membawa xia dan chen.


Sudah hampir 3 jam mereka menunggu satria dan sisil tetapi belum ada tanda tanda bahwa operasi akan selesai.Semua keluarga memanjatkan doa dan pada saat mereka tengah mencemaskan satria dan sisil dua dokter keluar secara bersamaan dan keluarga arganta serta anggara langsung mendekati dokter tersebut.


"Bagaimana dok keadaan anak dan menantu saya."Tanya mama fia sambil menangis.


"Operasi berjalan dengan lancar tetapi sesuai yang tertera di dokumen kesepakatan tadi kalau kami akan melakukan apapun yang terbaik untuk menyelamatkan sang ibu dan kami mengangkat janin perempuan dan mengangkat rahim nona sisil."Ucap dokter ella menjelaskan.


"Ra-rahim?"Ucap mama fia lalu pingsan untung dengan sigap papa anggara mengangkat mama fia.


"Lalu bagaimana keadaan satria dok?"Tanya delon kepada dokter ella.


"Tuan satria?Bisa anda tanyakan langsung kepada dokter rio.Saya permisi dulu karna saya akan menyiapkan ruangan di ICU untuk nona sisil."Ucap dokter ella lalu pergi meninggalkan semuanya.


"Keadaan tuan satria baik baik saja operasinya berjalan lancar,kami juga akan menyiapkan ruangan di ICU untuk tuan satria karna dia belum sadar akibat pengaruh obat bius."Ucap dokter rio lalu pergi meninggalkan semuanya.


Semua keluarga tampak diam dan menunggu di depan ruang ICU entah mereka harus bahagia atau sedih mereka bingung karna yang mereka takutkan bagaimana menjelaskan semuanya kepada sisil.


"Om tante satria sudah sadar,ada yang ingin menemuinya?Tapi hanya satu orang saja ya."Ucap dokter rio.


"Delon."Ucap papa faris karna orang yang paling dekat dengan satria hanya delon yang ada di sini karna kak rey belum kesini dan kak alex tengah mengurus pemakaman anak sisil.


Delon memasuki ruang ICU dengan dokter rio.Delon berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya.Saat delon sudah duduk di samping satria satria langsung menanyakan pertanyaan kepada delon.


Bersambungggggg.....

__ADS_1


__ADS_2