Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Keterkejutan gladis


__ADS_3

Setelah selama 2 jam mereka menyusuri jalanan akhirnya gladis dan alisa sampai di depan proyek pembangunan cabang yang akan di cek gladis.


Gladis langsung turun dari mobil lalu berjalan mendekati pak mandor dengan di ikuti alisa di belakangnaya.Alisa melihat banyak para pekerja yang berlalu lalang membawa besi bahkan ember berisikan adonan semen.Ya itu pemandangan baru bagi alisa karna mami papi alisa memperlakukan anaknya bak putri jadi tidak mungkin jika alisa turun tangan untuk mengatasi urusan proyek apalagi mengecek pembangunan.


"Pak bisa antarkan saya masuk,saya ingin melihat lihat."Ucap gladis.


"Eh iya neng bisa tapi pake hlmnya dulu biar selamat."Ucap pak mandor memberikan 2 hlm kepada gladis.


"Nih lo pake."Ucap gladis sambil memberikan hlmnya kepada alisa.


"Ngga bisa cara pakenya."Ucap alisa dan gladis langsung mengambil hlmnya lalu memakaikannya di kepala alisa.


"Dah,ngga ngurangin kecantikan lo kok,iyakan pak."Ucap gladis.


"Iya neng tetep geliss kaya bule kulitnya putih hidungnya mancung."Ucap pak mandor.


"Wah bapaknya ngejek banget."Ucap alisa.


"Tau nih pak mandor."Ucap gladis cemberut.


"Mancung kedalem maksutnya neng."Ucap pak mandor sambil tertawa.


"Udah ah yuk masuk,saya mau ada acara lain soalnya pak."Ucap gladis.


Pak mandor mengantarkan gladis dan alisa tentunya untuk mengecek bangunan yang telah di bangun apakah kokoh atau belum sedangkan para pengawal menunggu di mobil dan bian menunggu di pos istirahat sambil mengawasi apakah ada yang mencurigakan atau tidak.


Setengah jam sudah gladis mengecek seluruh pondasi serta bangunan dan akhirnya gladis memutuskan untuk kembali karna dia melihat alisa yang kulitnya sudah mulai memerah karna paparan sinar matahari dan terkena debu debu.


"Pak saya duluan ya,saya percaya pada bapak jadi tolong jangan kecewakan saya."Ucap gladis.


"Tenang saja neng,saya mah orang kecil tidak berani yang namanya korupsi apalagi sampai memakan uang perusahaan."Ucap pak mandor.


"Itu sama aja pak."Ucap alisa.


"Hehe iya ya neng."Ucap pak mandor sambil tertawa.


"Yaudah kami pamit ya pak."Ucap gladis sambil meletakkan hlmnya di meja.


"Ini ya pak."Ucap alisa memberikan hlmnya kepada pak mandor karena di meja sudah tidak muat.


Gladis langsung pergi menuju mobilnya dengan di ikuti oleh alisa tapi dia melihat bian yang sedang berdiri di samping pos istirahat akhirnya gladis menghampiri bian.


"Ngapain bi?"Tanya gladis kepada bian.


"Eh nona sudah selesai,mari."Ucap bian.


"Woy bian,gwe tanya lu ngapain udah deh ngga usah nona nona panggil gwe gladis aja gawe sama sama pekerja di sini."Ucap gldis.


"Maaf nona saya tidak berani."Ucap bian.


"Lo panggil gwe nona lagi gwe gibeng lu."Ketus gldis.


"Maaf."Ucap bian.


"lo ngapain di sini?"Tanya alisa lagi kepada bian.


"Saya menunggu anda dan nona alisa."Ucap bian.


"Hey debatnya nanti aja,aku kepanasan nih."Ucap alisa.

__ADS_1


"Oh iya bule gwe sampe kelupaan,lagian tadi di suruh nunggu di mobil ngga mau."Ucap gladis langsung berjalan menuju mobilnya.


"Bian ayuk."Ucap gladis.


"I-Iya."Ucap bian.


Gladis langsung masuk ke dalam mobilnya dan menghidupkan mobilnya lalu menghidupkan acnya dan menunggu selama 10 menit agar suasana mobil berubah menjadi sejuk dan tak lupa gladis mengencangkan acnya.


"Mendingan belum?"Tanya gladis kepada alisa.


"Iya lumayan."Ucap alisa sambil mengikat rambutnya.


"kenapa ngga dari tadi neng,gwe yang liat tu pengen gwe cariin gunting."Ucap gladissambil mengecilkan acnya lalu menginjak pedal gasnya menuju hotel dimana sisil menginap.


"Dis kok kamu tahan sih sama suasana kaya tadi,panas terus banyak debu dan kamu harus ngecek semua pondasi sama bangunannya."Ucap alisa.


"Emang itu kerjaan gwe,gwe kan ngga kaya lo sa butuh uang tinggal minta."Ucap gladis.


"Tapi aku lihat mama dian sama papa rangga transfet uang buat kamu kok."Ucap alisa.


"Lo geledah hp gwe ya."Ucap gldis sambil menatap alisa.


"Engga waktu itu ngga sengaja aja liat ada notif."Ucap alisa jujur.


"Ya papa sama mama terus transfer uang buat gwe tapi ngga pernah aku lihat dan ngga pernah aku ambil."Ucap gladis.


"Kenapa?"Tanya alisa kepada gldis.


"Kalau gwe bisa cari uang sendiri kenapa gwe harus pake uang orang lain?Dan gwe ngga butuh uang mereka gwe cuma butuh waktu mereka."Ucap gladis.


"Iya aku tau kok,sabar ya dis.Kita ada kok kalau kamu butuh kita."Ucap alisa kepada gladis.


Dan tanpa mereka sadari mereka sudah menempuh waktu 20 menit dan akhirnya sampai di hotel tempat sisil menginap.


Gladis dan sisil langsung masuk dan menuju lantai 8 karna kamar sisil ada di lantai 8.Dan saat sampai di lantai 8 mereka langsung menuju kamar sisil karna sebelumnya mereka telah menanyakannya pada sisil.Gladis langsung mengetuk pintu kamar sisil.


Tok tok tok


Ceklek


"Aku aku kangen banget sama kalian."Ucap sisil langsung memeluk alisa dan gladis.


"Awas jauh jauh gwe bau keringet."Ucap gladis.


"Emangnya habis ngapain?"Tanya sisil masih berdiri di pintu.


"Habis cek proyek tadi."Ucap gladis langsung masuk ke dalam kamar sisil dan dengan waktu bersamaan sisil dan gladis kaget.


"Dis kan gwe belum suruh lo masuk."Ucap sisil langsung panik sedangkan gladis hanya terdiam.


"Kenapa sih?"Tanya alisa lalu ikut masuk.


"Lo kak alex?"Tanya alisa.


"Eh hai alisa,gladis."Ucap kak alex.


"Kakak ngapain di sini?"Tanya gladis.


"Oh ini tadi habis ketemu sama papanya sisil terus ketemu sisil terus mampir ke kamarnya."Ucap kak alex.

__ADS_1


"Di kamar berduaan?"Tanya gladis.


"Yaudah kalik tinggal kita nikahin aja."Ucap alisa.


"Eh gwe bisa jelasin."Ucap sisil.


"Em sil gwe ngga nginep deh gwe lupa tadi berkas yang buat meeting bsk belum gwe siapin."Ucap gladis.


"Lo nginep di sini aja ya."Ucap gladis kepada alisa.


"Ngga mau mau ikut."Ucap alisa.


"Kamu temuin om anggara sama tante fia aja,kan ngga enak kita udah janji masak kita pulang."Ucap gladis.


"Lo balik ke jakarta sekarang juga?Sendiri?"Tanya sisil.


"Iya tenang aja ngga usah mikirin gwe."Ucap gladis.


"Eh gwe juga mau balik sekalain aja."Ucap kak alex.


"Ngga usah aku bisa sama bian."Ucap gladis tanpa menatap kak alex.


"Guys gwe duluan ya.Kalian jaga diri kalian okey."Ucap gldis lalu memeluk kedua sahabatnya dan berlari keluar dan menuju lif.


Saat sampai di lantai bawah gladis bertabrakan dengan bian yang baru saja memesan kamar.Gldis tidak menghiraukan bian dia langsung menuju mobilnya tentu bian curiga akhirnya dia memberikan kunci kamarnya kepada pengawal lainnya lalu menyusul gladis dan langsung masuk ke dalam mobil gladis.


"Ngapain lo masuk?"Tanya gladis sambil menatap ke depan.


"Em nona anda mau kemana?saya tidak bisa membiarkan anda pergi sendirian."Ucap bian.


"Gwe mau pulang ke jakarta."Ucap gladis.


"Keluar."Ucap gladis.


"Tidak nona."Ucap bian.


"Okey kalo itu mau lo."Ucap gladis langsung menginjak pedal gasnya.


Sedangkan di dalam kamar hotel.Alisa sisil dan alex kebingungan karna sikap gladis yang tidak biasanya.


Skip


Gladis mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga bian ketakutan,buka apa apa dia takut jika terjadi sesuatu pada gladis pasti yang di salahkan dia karna dia sudah membuarkan gladis membawa mobil sendiri apalagi kalau sampai celaka.


Gladis terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Sedangkan bian dari tadi tidak berani berbicara apalagi bertanya dia hanya bisa menatap gladis.


Dan akhirnya selama 2jam perjalanan mereka sudah sampai di kota jakarta,tapi gladis tidak mengemudikan mobilnya ke arah mansion arganta tetapi menuju pantai.


Saat sampai di pantai gladis langsung turun,dan bian mau tak mau juga ikut turun dan bian mengikuti gladis yang berjalan ke pantai dan tiba tiba gladis berhenti di tepi pantai.Dan sekarang bian berani berbicara.


"Lepaskan saja jika sudah tidak kuat,Semua orang juga pernah menangis."Ucap bian dan seketika gladis langsung berteriak.


"Arggggggg."Teriakan gladis.


"Sudahlah nona ungkapkan semuanya anggap saya tidak ada."Ucap bian tetapi tiba tiba gladis terduduk dan menangis sambil memeluk kakinya dan bian langsung berjongkok dan menatap gladis.


"Saya tidak tau apa yang anda alami tapi saya tau yang anda rasakan,bahakan saya pernah merasakan hal yang lebih sakit dari yang anda rasakan."Ucap bian dan seketika gladis langsung menangis dan bian langsung memeluk gladis.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2