
Delon memasuki ruang ICU dengan dokter rio.Delon berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya.Saat delon sudah duduk di samping satria satria langsung menanyakan pertanyaan kepada delon.
"Laki laki atau perempuan?"Tanya satria kepada delon.
"Perempuan."Ucap delon sambil menahan air matanya.
"Syukurlah setidaknya dia lahir di dunia ini."Ucap satria kepada delon.
"Tapi."Ucap delon terpotong ucapan satria.
"Aku tau jangan lanjutkan ucapanmu.Aku ingin memberi nama putriku Sakila zea anastasya."Ucap satria kepada delon.
"Iya nanti akan aku sampaikan kepada kak alex."Ucap delon.
"Oh iya kamu bilang kepada alex untuk menepati janjinya."Ucap satria kepada delon dan delon mengangguk.
"Sudah kalian berdua pergilah aku ingin istirahat."Ucap satria.
"Baiklah kami akan pergi,kau cepatlah sembuh."Ucap kak rio kepada satria.
"Bisa aku melihat istriku sebentar?"Tanya satria kepada rio.
"Hanya sebentar okey."Ucap kak rio sambil membuka ordeng yang menjadi pembatas antara sisil dan satria.
"Hemm,kamu tetap cantik sayang.Percayalah kamu akan tetap selamat."Gumam satria.
"Baiklah kalian pergilah aku ingin tidur."Ucap satria kepada delon dan kak rio.
Kak rio dan delon berjalan ke luar,tetapi baru 3 langkah mereka meninggalkan satria tiba tiba suara monitor yang membuat keduanya tetkejut.
Titttt---------
Kak rio dan delon saling pandang,mereka langsung membalikkan badan dan mencari dimana sumber suara tersebut dan betapa terkejutnya mereka bahwa suara tersebut berasal dari monitor milik satria.
"Sat?"Tanya dokter rio sambil mengguncang satria.
"Kak?"Ucap delon juga ikut memanggil satria.
"Ngga ini ngga mungkin."Ucap delon sambil menangis histeris.
"Suster bawa delon keluar."Ucap dokter rio menekan nekan dada satria.
Delon di bawa keluar oleh beberapa suster dengan keadaan memberontak hal itu membuat semua keluarga arganta dan anggara bingung.
"Ada apa ini?"Tanya papa faris tetapi bukannya menjawab delon malah menangis sambil duduk di lantai.
__ADS_1
"Sayang ada apa?"Tanya aletta mendekati sang suami.
"Loh om tan delon kenapa?"Tanya kak alex yang baru saja datang.
"Kak."Ucap delon lalu berdiri dan memeluk kak alex.
"Kenapa dek?"Tanya kak alex kepada delon.
"Sakila zea anastasya."Ucap delon kepada kak alex.
"Nama siapa?"Tanya kak alex kepada delon.
"Pesan terakhir dari kak satria,dia ingin memberi nama putrinya sakila zea anastasya."Ucap delon yang membuat semua orang terkejut dan menangis bahkan kak alex hanya diam terpaku sambil menitihkan air matanya,mama fia?jangan di tanya lagi dia sudah pingsan karna mendapati kenyataan yang menimpa sang putri dan harus kehilangan sang menantu serta cucunya.
"Pa,satria boleh kan di makamkan di pemakaman keluarga arganta di samping putrinya."Ucap delon sambil menangis.
"Biar nanti papa yang urus."Ucap papa faris lalu memeluk mama sinta yang menahan tangisannya.
Sebagian orang pergi untuk mengantarkan satria ke tempat peristirahatan terakhirnya,dan sebagian menunggu sisil karna sisil belum sadar.
Sebenarnya kak alex meminta untuk menunggu sisil bangun terlebih dahulu tapi papa faris memilih untuk melangsungkan pemakaman satria karna papa faris lebih tidak tega jika sisil harus melihat penguburan sang suami apa lagi dia baru saja operasi dan juga kehilangan sang putri itu akan benar benar membuat sisil hancur.
"Yang kuat kak."Ucap rangga yang baru datang langsung memeluk kak rey.
"Apa itu masih penting?"Ucap kak alex.
"Kak ini bukan salah kakak,tolong berhenti salahin diri kakak ini memang udah takdir.Kakak ngga boleh kaya gini di depan makam kak satria."Ucap delon kepada kak alex.
"Kalau aja aku ngga menandatangani surat itu mungkin rahim sisil ngga akan di angkat."Ucap kak alex.
"Stop kak,jangan kaya gini.Biarin kak satria pergi dengan tenang,kakak tau?satria seolah sudah tau hal ini akan terjadi bahkan aku belum sempat memberinya kabar bahwa anaknya telah meninggal tapi dia sudah tau terlebih dahulu."Ucap delon.
Semua keluarga arganta anggara adipati dan sahabat satria benar benar merasa kehilangan,terutama kak alex yang benar benar terpukul apalagi kak rey yang pernah berselisih dengan satria,dan juga dokter rio tapi dia lega kara satria sudah pergi dengan tenang dia menyusul cinta sejatinya dan membawa putri cantinknya.
Selesai memakamkan satria semua keluarga mendoakan satria dan pada saat itu juga kak rey dan kak alex pingsan secara bersamaan.Delon dan yang lainnya langsung mengangkat kak rey dan kak alex ke mobil dan membawanya ke rumah sakit,sedangkan dokter rio memilih untuk stay di pemakaman karna dia ingin mengucapkan beberapa kata untuk satria.
"Aku lega kamu bisa pergi dengan tenang,kamu sudah bertemu dengan athala?aku berharap kalian bahagia di alam sana.Kamu tau hari ini benar benar hari terburuk sepanjang masa bahkan aku lebih terluka di banding saat athala pergi.Aku kasihan dengan sisil yang di tinggalkan suami dan putrinya bahkan dia masih belum bangun dan dia belum melihat putrinya."Ucap dokter rio sambil menghapus air matanya.
"It's okay,aku tau allah lebih mencintai kalian."Ucap dokter rio lalu meninggalkan makam satria dan putrinya yang masih basah dan di penuhi bunga.
Di rumah sakit arganta.
Sisil sudah sadar,hal yang pertama dia cari adalah satria.Semua orang tak bisa menjawab pertanyaan sisil karna semuanya bingung bagaimana cara menjelakannya kepada sisil.Sisil benar benar marah bahkan dia mengamuk karna benar benar ingin bertemu dengan satria.
"Stop stop."Ucap kak alex yang baru datang langsung memeluk sisil.
__ADS_1
"Lepas kak,jangan peluk aku,aku wanita bersuami."Ucap sisil yang membuat hati kak alex sakit karna teringat akan satria.
"Kamu istirahat dulu aku janji besok aku antar kamu bertemu dengan satria."Ucap kak alex sambil melepaskan pelukannya.
"Janji?"Tanya sisil kepada alex dan kak alex mengangguk.
Sisil kembali tenang,bahkan dia sudah mau makan tetapi tiba tiba saat kak alex menyuapkan suapan terakhir sisil kembali melemparkan pertanyaan kepada kak alex yang membuat kak alex terdiam.
"Kak?baby aku gpp kan?"Tanya sisil kepada kak alex dan kak alex hanya diam.
"Kak baby aku gpp kan?Kenapa kak alex diam?"Tanya sisil lagi dan kak alex langsung memeluk sisil.
"Ini bohong kan?iya kan?baby aku selamat kan."Ucap sisil sambil menangis histeria dan memukul mukul dada kak alex.
"Sisil,kamu tenang ya."Ucap aletta yang baru saja masuk ruangan sisil.
"Al baby aku selamat kan?"Tanya sisil dan aletta hanya menggelengkan kepala lalu menunduk.
"Kamu wanita kuat pasti kamu bisa lewatin ini semua."Ucap kak alex sambil memeluk sisil.
"Ini."Ucap aletta sambil memberikan selembar kertas kepada sisil.
"A-apa?"Ucap sisil setelah membaca selembar kertas dan sambil memegang perutnya.
"Aku udah ngga bisa hamil lagi?"Ucap sisil lalu menatap aletta dan kak alex secara bergantian.
"Kenapa kak?kenapa kak alex jahat?Kenapa kak alex menandatangani surat ini."Teriak sisil histeris sambil memukul dan mendorong kak alex.
"Maafin aku sil aku ngga ada pilihan lain karna ini satu satunya cara menyelamatkan kamu."Ucap kak alex sambil terus memeluk sisil kuat.
"Menyelamatkan aku?Kakak pikir dengan menyelamatkan aku aku bisa bahagia?ngga ada seorang ibu yang bahagia melihat anaknya meninggal dan dia harus kehilangan rahimnya."Ucap sisil sambil menangis.
"Kakak ngga mikir?gimana kalau satria ngga mau nerima aku?aku ngga bisa kasih anak buat satria."Teriak sisil histeris.
"Maafin aku sil."Ucap kak alex.
"Pergii!!!!! aku ngga mau lihat wajah kak alex."Teriak sisil yang membuat semua orang langsung masuk ke dalam ruangan sisil.
"Delon kamu bawa kakak kamu pergi,aku ngga mau lihat mukanya."Ucap sisil sambil menangis.
"Kak ayo kita keluar dulu kasih waktu sisil biar dia tenang dulu."Ucap delon dan kak alex menurut.
"Aku benar benar gagal menjadi seorang ibu,bahkan aku gagal menjadi seorang istr.Aku tidak bisa memberi satria keturunan aku benar benar gagal."Ucap sisil dalam hati sambil melamum.
Bersambunggggg......
__ADS_1