
Pagi hari
Aletta baru saja selesai memasak dan kini dia sedang menunggu sang suami turun ke meja makan untuk sarapan.Tetapi pada saat aletta menunggu sang suami aletta mendapat telvon dari sisil yang memberi kabar mengejutkan bagi aletta.
"*Halo?Tumben pagi pagi telvon kenapa?"Tanya aletta sambil merapikan piring.
"Aku mau kasih kabar buat kamu tapi jangan kaget ya."Ucap sisil ragu.
"Iya apa?"Tanya aletta dengan nada santai.
"Minggu depan aku mau nikah kamu dateng ya."Ucap sisil lalu menjauhkan telinganya dari ponsel.
"APA!!!!Sama siapa!!!!?"Pertanyaan mematikan di lanturkan oleh aletta.
"Sama satria."Ucap sisil ragu.
"APA!!!!!!Kenapa satria?"Semakin emosi aletta saat mendengar ucapan sisil.
"Nanti aku ke rumah deh aku ceritain semuanya,kamu mau di bawain apa?"Tanya sisil berusaha membujuk aletta.
"Ngga mau apa apa!Aku cuma mau penjelasan!"Ucap aletta lalu mematikan ponselnya*.
Aletta masih terbawa emosi dengan ucapan sisil,kenapa harus satria?masih banyak cowo yang lebih baik dari satria kenapa ngga kak alex?Kan mereka juga di jodohkan?Seribu pertanyaan mengelilingi otak aletta.Entah mengapa semenjak aletta tau jika satria psikopat dia takut dan emosi jika ada orang yang dia sayang dekat dengan satria.
Delon turun dari tangga dan langsung duduk di kursinya,dia memandangi wajah istrinya yang tidak sedap di pandang.Delon masih diam,dia memikirkan apakah dia memiliki salah sehingga wajah istrinya berubah seperti itu dan apa uang bulanannya kurang?
Bahkan kartu kredit dan kartu tanpa batasnya tidak pernah digunakan transaksi semenjak aletta mengajak mama dan sahabat sahabatnya ke mall saat itu.Akhirnya delon memberanikan diri untuk bertanya kepada istrinya.
"Kamu kenapa by kok mukanya kaya gitu?"Tanya delon sambil memakai dasinya.
"Kamu tau satria mau nikah?"Tanya aletta sambil merebut dasi yang di pegang delon lalu memakaikannya.
"Iya tau."Ucap delon kepada aletta.
"Kenapa kamu ngga bilang sama aku?"Tanya aletta.
"Ya aku sebenernya pengen bilang sama kamu tapi aku belum tau siapa cewenya ya menurut aku aku bilang ke kamunya kalau aku udah tau satria mau nikah sama siapa gitu dong."Ucap satria sambil mengendorkan dasinya karna aletta memakaikan dasinya sambil emosi jadi terlalu kencang menurut delon.
"Satria itu mau nikah sama sisil."Ketus aletta sambil mengambilkan makan untuk delon.
"Masa sih by?"Tanya delon tak percaya.
"Aku baru aja di telvon sama sisil dan dia bilang ke aku kalau dia mau nikah minggu depan."Ucap aletta sambil memberikan piring berisikan nasi sayur dan lauk untuk delon.
"Ya udahlah by mungkin memang mereka jodoh."Ucap delon kepada aletta.
"Jodoh?Aku ngga rela ya kalau sampe satria nanti kdrt ke sisil apalagi dia mantan psikopat kalau dia kumat lagi gimana?"Ketus aletta.
"Sekarang aku tanya sama kamu?Kamu pernah ngga liat satria ngelakuin kekerasan?Kamu pernah engga liat satria kebawa emosi sampai main tangan?"Tanya delon.
"Aku aja yang temenan dari kecil sama satria ngga pernah liat dia emosi sampai lepas kendali padahal dia punya gen psikopat.Itu karna apa?karna dia ngga mau sakitin orang orang yang ada di sekitarnya.Udah kamu ngga udah ikut campur lagi sama kehidupan sahabat sahabat kamu yang mau ataupun udah menikah karna mereka punya privasi masing masing."Ucap delon menasehati aletta.
"Kamu kok kaya gitu sih?"Ucap aletta lalu pergi ke kamarnya.
"By?Aku aalah ngomong ya?maaf."Ucap delon sambil menatap kepergian aletta.
Delon langsung mempercepat sarapannya lalu dia menyuruh emba yang bekerja di rumahnya untuk membereskan meja makan,lalu delon pergi berangkat bekerja dan sebelum berangkat delon mengirimkan lesan untuk aletta.
__ADS_1
Di kamar
Aletta terlihat sedang mengotak atik laptopnya,tiba tiba ponsel aletta berbunyi tanda pesan masuk.Aletta melihat layar ponselnya tertera nama Delon,aletta langsung membuka pesan dari delon
"*Aku berangkat kerja dulu ya by,jangan marah.Maafin aku ya kalau aku ada salah ngomong sama kamu.
Love you" (Pesan dari delon*.)
Aletta baru ingin membalas chat dari delon tapi ada yang mengetuk pintu kamar aletta,Dan aletta langsung meletakkan ponselnya dan membuka pintu.
"Kenapa mba?"Tanya aletta kepada emba tika
"Itu nona ada sahabat nona,katanya teh neng sisil."Ucap mb tika.
"Oh okey mb suruh tunggu aku ambil hp dulu."Ucap aletta.
"Baik non."Ucap mb tika lalu pergi ke ruang tamu untuk menemui sisil.
Aletta langsung pergi ke ruang tamu untuk menemui sisil.Dan saat sampai di ruang tamu aletta melihat sisil yang sedang duduk dan mb lilis sedang menyuguhkan teh dan cemilan untuk sisil.
"Tumben langsung kesini?"Tanya aletta kepada sisil.
"Iya takut kamu keburu marah soalnya."Ucap sisil.
"Ya udah buruan ceritain."Ucap aletta ketus.
"Okey jadi gini."Ucap sisil lalu menceritakan semua kejadian salah paham yang membuat satria dan sisil di haruskan menikah.
Setelah selesai menjelaskan aletta sudah tidak marah lagi kara sisil juga menjelaskan kalau sebenarnya mama fia dan semuanya itu percaya kalau satria tidak menyentuh sisil tapi ternyata sebelum kejadian itu mama fia sudah terlebih dahulu menemui satria memintanya untuk melamar sisil tapi satria tidak mau.
"Okey aku udah ngga marah sama kamu."Ucap aletta kepada sisil.
"Beneran kan?"Tanya sisil kepada aletta.
"Iya beneran aku udah ngga marah sama kamu."Ucap aletta sambil memeluk sisil.
"Okey karna kamu udah ngga marah gimana kalau aku traktir makan siang?"Tanya sisil kepada aletta.
"Boleh,Sekalian kw mall gimana?Aku suntuk dirumah aja."Ucap aletta.
"Yaudah ayuk."Ucap sisil langsung berdiri.
"Pake mobil aku aja ya."Ucap aletta kepada aletta.
"Terserah kamu aja deh gimana enaknya."Ucap sisil sambil berjalan menuju mobil sisil.
Mereka pergi ke mall untuk mencuci otak mereka karna aletta suntuk dengan kebiasaannya setiap hari yang hanya masak melayani delon dan di rumah sedangkan sisil bosan karna dia mengurus acara pernikahannya.
Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di parkiran mall.Aletta dan sisil langsung masuk ke dalam mall untuk makan siang dan juga berbelanja jika mereka menginginkan sesuatu.
"Kita ke toko perhiasan dulu yuk,aku pengen liat liat."Ucap aletta kepada sisil.
"Boleh."Jawab sisil,lalu mereka berdua berjalan menuju toko perhiasan.
Setelah melihat lihat akhirnya aletta tidak jadi beli karna tidak ada yang menarik menurutnya.Dan aletta langsung mengajak sisil untuk makan siang.
Saat sampai di restoran yang ada di dalam mall mereka langsung memesan makanan yang mereka mau dan tak lama dari itu makanan mereka datang.
__ADS_1
"Habis ini kita ke mana?"Tanya sisil kepada aletta.
"Gimana kalau nonton?"Tanya aletta kepada sisil.
"Boleh juga."Ucap sisil.
Tiba tiba saat mereka tengah makan ponsel aletta berbunyi tanda pesan masuk.Dan aletta langung mengecek ponselnya tertera nama delon dan aletta langsung membuka ponselnya
"By aku ada meeting sama klien sekalian makan siang,jadi aku ngga pulang ya." Pesan dari delon.
"Iya ini aku juga lagi makan siang di mall sama sisil." Balas aletta.
"Siapa?"Tanya sisil kepada aletta.
"Si delon laporan kalau ngga pulang buat makan siang."Ucap aletta.
Dan ponsel aletta berbunyi lagi,aletta langsung melihat ponselnya dan membaca pesan dari delon oke jawab delon lalu aletta hanya membacanya saja.
"Enak banget punya suami kaya laki lu,ngga usah di tanya kalau pergi langsung bilang."Ucap sisil.
"Ya enak ngga enak sih."Ucap aletta.
"Apanya yang ng...."Ucap sisil terpotong karna ponselnya berbunyi.
"Bentar ya aku angkat telvon dulu."Ucap sisil dan aletta mengangguk.
"*Halo ada apa?"Tanya sisil.
"....."
"Aku?Di mall sama aletta kenapa?."Tanya sisil.
"......"
"Di restoran deket toko perhiasan."Ucap sisil.
"......"
"Oh oke aku kesana aja."Ucap sisil lalu mematikan ponselnya*.
"Siapa?"Tanya aletta kepada sisil.
"Si satria katanya mau jemput buat ambil cincin tapi aku bilang ketemuan di toko perhiasan aja,Em al sori ya gimana kalau nontonnya kita undur aja."Tanya sisil kepada aletta.
"Iya gpp,udah sana nanti keburu di tunggu lagi sama calon suami."Ucap aletta menggoda sisil.
"Apaan sih kamu.Oh iya nanti mobil aku biar di ambil mang ujang aja ya."Ucap sisil kepada aletta.
"Iya gampang."Ucap Aletta.
Sisil langsung pergi ke toko perhiasan sedangkan aletta baru saja mau berdiri tiba tiba dia melihat seseorang yang sangat ia kenal,akhirnya dia memilih untuk menyapanya.
"Hai apa kabar?"Sapa aletta kepada orang itu.
"Eh aletta.Baik baik gimana kabar kamu?"Ucap orang itu kepada aletta.
Bersambung.....
__ADS_1