
Xia sangat senang ya walaupun dia gagal mengalahkan lee di pertandingan menembak tapi setidaknya dia mendapat juara dua.Kini lee dan xia sedang menunggu acara penutupan karna nanti penghargaan mereka akan di terima saat upacara penutupan.
"Xia selamat ya kamu hebat."Puji lee kepada xia.
"Terimakasih."Ucap xia cuek.
"Akukan juara satu jadi mana hadiahku?"Ucap lee sambil menyadongkan tangannya.
"Hadiah?Emm kamu boleh memanggilku zee."Ucap xia kepada lee.
"Apakah itu bisa di namakan hadiah?"Protes lee.
"Emm mungkin,karna hanya keluargaku saja yang mengetahui panggilan itu dsn kamu orsng pertama yang mengetahuinya."Ucap xia masih sibuk dengan ponselnya.
"Baiklah baiklah aku terima tapi jangan lupa janjimu,kamu akan memberitahuku siapa dirimu sebenarnya."Ucap lee dengan nada melemah di akhir.
"Aku akan memberitahumu besok saat aku pergi ke tempat latihan ayahmu."Ucap xia masih dengan nada cuek.
"Heii kenapa kamu cuek sekali seperti orang dewasa yang sedang memiliki masalah."Teriak lee karna xia sudah berjalan ke lapangan.
"Hahahaha,tidak semudah itu untuk mendekati saudara kembarku.Dia memang selalu cuek kepada orang yang baru dia kenal bahkan kepadaku saja juga cuek."Ucap chen membuat lee melamun.
"Heii sana itu acara penutupannya sudah mau di mulai."Ucap chen sambil menggoyangkan tubuh lee dan membuyarkan lamunannya.
"Hemm eh iya."Ucap lee lalu berlari ke lapangan menyusul xia.
Acara penutupan berjalan dengan semestinya,setelah acara penutupan selesai kini saatnya acara pembagian piala untuk para pemenang.
"Baiklah karna acara penutupan sudah selesai sekarang kita masuk ke acara selanjutnya yaitu acara pembagian piala untuk para pemenang."Ucap MC lalu semua orang bertepuk tangan.
"Okey kita mulai dari lomba menembak dulu ya,juara tiga di menangkan oleh huang yonggi."Ucap mc.
"Juara ke dua di raih oleh zhong xialin."Ucap mcnya.
"Dan juara pertama di raih oleh,song lee-hyun."Ucap mc dan semua penonton dan peserta bertepuk tangan.
"Okey bagi para pemenang silahkan menaiki panggung."Ucap mc dan ketiga bocah itu menaiki panggung.
"Jadi marga kamu zhong?"Bisik lee kepada xia.
"Bukan."Jawab xia santai.
"Lalu?lin?yang benar saja."Ucap lee.
"Itu bukan nama asliku itu di palsukan oleh pengawal joon."Ucap xia santai.
"Pengawal joon?maksut kamu paman joon?"Tanya lee dan xia hanya mengangguk.
Penyelenggara acara memberikan piala serta hadiah untuk para pemenang lalu para pemenang di persilahkan untuk berjabat tangan.
"Haii aku yonggi kamu xia kan?"Tanya pemenang juara ke tiga kepada xia.
"Iya."Ucap xia enggan menerima jabatan tangan dari yonggi.
"Aku lee."Ucap lee sambil menjabat tangan yonggi.
__ADS_1
"Eh kalau di lihat lihat kayaknya lebih tua aku deh."Ucap lee kepada yonggi.
"Oh ya?umur kamu berapa?aku 9 tahun."Ucap yonggi kepada lee.
"Aku 13."Ucap lee bangga.
"Tolong minggir sebentar aku mau lewat."Ucap xia karna yonggi dan lee menghalangi jalannya.
"Eh xia boleh kita berteman?"Tanya yonggi kepada xia.
"Tidak,awas aku mau turun."Ucap xia dan yonggi langsung minggir.
"Sabar ya,dia emang gitu."Ucap lee sambil menepuk pundak yonggi lalu pergi menyusul xia.
"Mau coklat?"Tanya lee kepada xia.
"Engga."Ucap xia.
"Aku mau."Ucap chen langsung mengambil coklat yang di bawa lee.
"Yah itukan buat xia."Protes lee kepada chen.
"Kan zee udah bilang dia ngga mau lagian itu kamu dapet jadiah coklat satu kardus kan?"Ucap chen tak mau kah.
"Hemm baiklah baiklah."Ucap lee mengalah.
"Em xia aku boleh panggil kamu zee?"Tanya lee kepada xia.
"Boleh."Ucap xia yang sibuk dengan ponselnya.
"Kamu ngapain sih?"Tanya lee kepada xia.
"Zee tu di panggil sana naik ke panggung lagi."Ucap chen yang sibuk memakan ciki milik xia.
"Ah males tau."Ucap xia tak bersemangat.
"Hei jangan membuatku marah aku sudah menemanimu tapi giliran tinggal ambil hadiah kamu bilang males."Ketus xia.
"Baiklah baiklah."Ucap xia lalu pergi ke atas panggung.
"Itukan ciki zee kenapa di makan?"Protes lee kepada chen.
"Suka suka aku dong inikan milik kembaran aku."Ucap chen sambil melepas jaketnya.
Saat chen melepas jaketnya tak sengaja memperlihatkan sedikit dadanya yang membuat lee terdiam,Tiba tiba lee mendekati chen dan memegang kalung yang di pakai chen.
"Kamu beli di mana?kok kamu bisa dapet ini?"Tanya lee kepada chen.
"Apa sih pegang pegang,ini yang beli di china."Ucap chen sambil memakan cikinya.
"Oh ya?dimana?"Tanya lee dengan tatapan tak beralih dari kalung itu.
"Entah aku juga tidak tau karna ini hanya hadiah dari om arya dan kata bunda om arya membelikan kalung ini pada saat aku dan zee belum lahir."Ucap chen kepada lee.
"Zee juga punya kalung ini?"Tanya lee kepada chen.
__ADS_1
"Iya punya,kenapa sih."Ketus chen karna dia paling tidak suka kalau di intimidasi.
"Pulang yuk,cape."Ucap xia kepada chen.
"Ayo."Ucap chen lalu berdiri.
"Eh kalian berdua jangan lupa besuk,oh iya mau aku jeput di mana?"Tanya lee kepada chen dan xia.
"Tempat latihan ayah kamu dimana?besuk kita langsung kesana aja."Ucap xia kepada lee.
"Di jalan XXX di sana ada mansion putih itu tempatnya."Ucap lee menjelaskan.
"Baiklah besuk kita kesana."Ucap xia kepada lee.
"Zee ini buat kamu."Ucap lee sambil memberikan pialanya kepada xia.
"Kamu ingin mengejekku?"Ketus xia.
"Bukan begitu aku hanya ingin memberikanmu kenang kenangan saja,em atau ini buat kamu aja."Ucap lee sambil memberikan coklatnya kepada xia.
"Makasih."Ucap xia lalu pergi dengan di ikuti chen yang membawakan tas xia.
"Sama sama,bayyy zeee sampai bertemu besok."Ucap lee sambil melambaikan tangan.
Xia langsung menuju mobilnya karna pengawal joon sudah terlebih dahulu di mobil.Mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil lalu pengawal joon melajukan mobilnya.
"Pengawal joon,besok antar kita ke jalan XXX di mansion putih kita akan melihat ayah lee latihan."Ucap xia kepada pengawal joon.
"Baiklah nona."Ucap pengawal joon kepada xia.
"Kenapa kami masih saja dingin seperti es?kamu itu arogan."Ucap chen kepada xia.
"Kenapa kamu selalu memancing perdebatan?"Ketus xia kepada chen.
"Zee kita ini sudah memiliki adik jadi kita harus menjadi dewasa kita tidak boleh egois."Ucap lee menasehati saudari kembarnya.
"Egois?menurut kamu aku egois?Aku selalu mengalah saat lena meminta apapun barangku."Ucap xia kepada chen.
"Tapi kamu tidak mau mengalah denganku."Ketus chen.
"Kata bunda bang zee lebih tua dari xia."Ucap xia.
"Jangan panggil aku zee panggil aku zho."Protes chen.
"Kenapa lagian zee lebih bagus."Ketus xia.
"Seperti perempuan."Ketus chen.
"Tidak kok malah lebih bagus bang zee daripada bang zho."Ucap xia.
"Jangan bang zho juga,panggil kak zho aja."Ucap cen tak mau kalah.
"Pengawal joon."Ucap xia mencari pembelaan.
"Hem memang lebih cocok kak zho sih nona."Ucap pengawal joon.
__ADS_1
"Terserah kalian berdua."Ketus xia.
Bersambunggggggg.......