
Di rumah sakit keluarga arganta
Semua orang bingung mencari aletta,apalagi mama sinta yang melihat darah alett bercucuran di lantai membuat mam sinta lemas dan berfikir yang tidak tidak,Rey mencoba mengecek rekaman CCTV di seluruh rumah sakit,Delon langsung melacak keberadaan mobil aletta.Delon yang tau lokasi itu langsung bergegas ke markas mafia untuk menjemput aletta,tanpa berpamitan.
Delon langsung melajukan mobilnya menuju markas mafia victory black dengan kecepatan tinggi.
Di markas mafia victory black
Dorrrrrrr
Suara tembakan mengarah ke kepala hans tetapi hanya mengenai dinding di sampingnya.
"Tenang jangan takut,Aku ngga akan bunuh kalian secepat itu kok."Ucap aletta sambil mengelus postolnya.
"Oh iya sebelum kalian masuk neraka aku mau cerita dulu sama kalian okey,jadi kalian dengarkan baik baik yaa."Ucap aletta kepada dua orang yang hanya diam saja dengan wajah pucat.
"Dulu waktu kami sekeluarga akan menghadiri acara diner keluarga kami sepakat untuk berangkat bersama tetapi karena mobil yang akan di tumpangi papi mami dan arya tiba tiba kempes akhirnya kami mengalah,kami membiarkan mami papi sama arya untuk memakai mobil kami terlebih dahulu tetapi naasnya,Kau hans yang tidak punya otak dan hati sama sekali menyuruh orang suruhanmu untuk menabrak mobil yang di kendarai arya karna kau mengira mobil itu yang di gunakan mama papa dan aku,Dengan sangat bodohnya kau ingin mencelakai papaku karna kau tidak terima kalau mamaku menikahi papaku,Kau pikir mamaku mau menikah dengan pria menjijikkan sepertimu."Ucap aletta dengan nada yang semakin keras karna dia sudah tersulat emosi.
"Dan saat kejadian itu pertama kalinya aku menangis karna aku kehilangan mami papi dan aku melihat arya terkapar tak berdaya di rumah sakit dengan seluruh alat yang menempel di tubuhnya."Teriak aletta.
"Dan kau bodoh kau kira aku memiliki hubungan dengan arya,ya benar aku memang memiliki hubungan dengan arya bahkan aku sangat menyayangi arya lebih dari diriku sendiri karna arya yang tak lain adalah adikku."Ucap aletta kepada alvaro.
"Dan bodohnya aku,aku sudah tau semua kebusukanmu tetapi aku membiarkan kau dan memberi kau kesempatan karna aku berfikir jika kau tidak akan setega itu,tapi aku sangatlah bodoh."Ucap aletta lagi.
"Dan kau tau rencana busuk kekasih gelapmu?Anggia?ya dia yang mrnyuruh orang untuk menabrakku hingga aku kritis dan dia ingin merebut kau dari aku.Benar benar bodoh semua mau kalian bunuh aku sekalipun aku tidak akan sakit hati kecuali kalian membuat arya tak berdaya di rumah sakit."Teriak aletta lagi.
"Papa kenapa ngga bilang sama aku kalo arya dan aletta itu saudara?"Tanya alvaro kepada hans.
__ADS_1
"Untuk apa aku memberi tahu hal yang tidak penting,Tugasmu hanya membuat keluarga dan keturunan arganta menderita."Ucap hans kepada alvaro.
"Pa kau tidak bisa seperti ini jangan karna obsesimu terhadap tante sinta kau membuat banyak kesalahan."Ucap alvaro menasehati papanya.
"Tau apa kamu bocah."Ucap hans.
"Papa tau kenapa aku bisa suka sama aletta?Karna dia itu wanita yang baik buktinya dia masih mau memberi aku kesempatan walaupun aku tidak menggunakan kesempatan itu dengan baik."Ucap alvaro kepada hans.
"oh ternyata otakmu sudah di cuci oleh gadis kecil ini."Ucap hans.
"Diammmmm."Teriak aletta.
"Telingaku sakit mendengar kalian berdebat hal yang tidak penting,okey kita mulai dari ma dulu ya?Bagaimana kalau jari kalian yang menjijikkan itu."ucap aletta sambil mengarahkan pedang kesayangannya ketagan hans.
BUGGGGGGG
Arggggggggg
"Diam kauuu ini haru satu jari yang ku potong bekum semuanya."Ucap aletta sambil tertawa.
"Okey kita mulai lagi yaaa."Ucap aletta sambil mengambil ancang ancang untuk meloloskan pedangnya agar memutus jari jari hans.
"Al STOP!"Teriakan seseorang yang cukup familiar di telinga aletta.
Aletta yang merasa suara itu cukup familiar langsung melihat ke arah pintu dan betapa terkejutnya aletta saat melihat delon yang berada di ambang pintu dengan baju dan rambut acak acakan.
"Di ngapin kamu kesini."Ucap aletta.
__ADS_1
"Dan gimana kamu tau kalau aku ada di sini?"Ucap aletta lagi.
"Stop bermain main aletta kamu ini masih berstatus pasiaen,dan aku kesini untuk menghentikan aksi nekat kamu."Ucap delon geram kepada aletta.
"Sudah telat tuan."ucap Ryan sambil menunjuk mayat asisten hans yang mana kepala dan badannya sudah terpisan.
"Al lihat aku."Ucap delon dengan suara lembut.
"Ngga mau ngapain sih kamu kesini sana kamu pulang aja bilang sama mama sama papa aku gpp."Ucap aletta sambil mengalihkan pandangan.
"Aletta laurent putri arganta."Ucap delon menyebutkan nama panjang aletta yang berarty delon tengah menahan emosinya.
"Apa?"Ucap aletta sambil melihat wajah delon.
"Kamu ngga boleh gegabah kaya gini,kamu boleh ngelindungin arya tapi kamu juga harus mikirin kesehatan kamu."Ucap delon kepada aletta.
"Di kenapa sih aku selalu aja terlihat lemah di mata kamu,kenapa setiap aku ngelakuin hal yang berbahaya kamu selalu aja cegah aku."Ucao aletta menahanair mata yang hampir lolos dari pelupuk matanya.
"Hey ingat kamu gadis kuat kamu gak boleh nangis,nanti kalau alergi kamu kambuh gimana?"ucap delon
"Karena kamu di mata aku tetaplah aletta kecil kamu tetaplah gadis kecilku yang kuat al dan aku ngga akan biarin siapapun nyakitin kamu apa lagi sampai bikin kamu nangis."Batin delon.
"Kamu tau kenapa aku ngga mau deket sama kamu?karna aku selalu lemah di samping kamu aku selalu aja nyusahin kamu dan aku selalu terlihat tak beguna dan aku benci dengan aletta yang lemah seperti itu."Ucap aletta sambil menahan air matanya.
"Stop bicara omong kosong al,kamu tetaplah aletta yang kuat berhenti menyalahkan dirimu sendiri jika ada yang terluka di keluarga arganta karena semua itu sudah takdir."Ucap delon sambil menyeka airmata yang akan jatuh karena delon takut jika aletta akan pingsan karena alerginya kambuh.
"Rey kamu utus mayat itu kuburkan dengan layak dan kamu obati mereka jika ada yang terluka dan jangan lupa kasih mereka makan."Ucap delon sambil memeluk aletta lalu pergi berlalu meninggalkan mereka.
__ADS_1
*Bersambungggggggg...........
Maaf ya kalo banyak typonyašJangan lupa Like and Vote ya guys biar author semangat nulis novelnyaš¤*