
Ayah lee dan lee langsung membawa xia ke rumah sakit karna mereka takut xia kenapa napa.Dan karna mereka panik akhirnya mereka menelpon chen untuk datang ke rumah sakit karna mereka tidak bisa mengurus data xia.
"Ayah kenapa xia bisa menggigil seperti itu ya?apakah dia kedinginan?"Tanya lee kepada xia.
"Menurut ayah xia ketakutan,kalau xia kedinginan itu tidak mungkin karna udaranya sekarang sangat panas."Ucap ayah lee kepada lee.
"Lee paman."Ucap seseorang yang membuat ayah lee dan lee menengok kesumber suara.
Terlihat 2 bocah umur 5 tahun,lali laki berumur 30an yang menggendong bayi dan seorang wanita berumur sekitar 30an yang tengah berjalan menuju lee dan ayah lee.
"Bagaimana keadaan xia?"Tanya gladis benar benar khawatir.
"Xia sedang di tangani oleh dokter,jadi kami juga belum tau bagaimana keadaannya."Ucap ayah lee menjelaskan dengan sopan.
"Paman apakah tadi ada ledakan atau semacamnya?"Tanya chen kepada ayah lee.
"Iya ada ledakan bom 2 kali."Ucap lee.
"Zee menggigil ketakutan lalu pingsan?"Tanya chen kepada lee.
"Iya,bagaimana bisa tau?"Tanya lee kepada chen.
"Tentu saja aku tau,aku saudara kembarnya tidka mungkin aku tidak tau.Zee itu takut dengan bom atau ledakan yang sangat keras."Ucap chen menjelaskan.
"Kenapa?"Tanya lee kepada chen.
"Waktu kecil jantung zee bermasalah dan itu mengakibatkan zee ketakutan saat ada ledakan yang sangat keras dan jantungnya akan benar benar kaget."Ucap chen kepada lee.
Lee benar benar merasa bersalah karna dirinya xia menjadi seperti ini,Axel langsung memeluk lee karna axel tau saat ini lee sedang merasa bersalah.
"Sudah tidak papa,percayalah pasti zee akan baik baik saja."Ucap axel kepada lee.
"Terimaksih."Ucap lee kepada axel.
"Oh iya pak tolong jangan telvon orang tua xia ya karna saya sudah janji untuk tidak akan memberi tahu orang tuanya."Ucap ayah lee kepada rangga.
"Maaf tapi kami telah menghubungi nya."Jawab rangga kepada ayah lee.
"Ah baiklah tidak papa."Ucap ayah lee kecewa.
"Keluarga andara?"Tanya dokter yang baru keluar dari ruangan xia.
"Saya dok."Ucap semuanya secara bersamaan dan langsung mendekati dokter itu.
__ADS_1
"Andara meng.."Ucapan dokter terpotong.
"Panggil xia aja dok."Ucap rangga kepada dokter tersebut.
"Ah iya,xia mengalami syok dan ketakutan yang membuatnya menggigil ketakutan dan menyebabkannya pingsan.Sesuai laporan medis seharusnya xia di jauhkan dari bunyi ledakan yang membuatnya ketakutan karna jika tidak jantungnya akan kembali bermasalah."Ucap dokter tersebut.
"Baiklah dok,maafkan kami."Ucap Ayah lee.
"Astaga xia kasihan sekali putriku."Ucap gladis sambil menangis di pelukan rangga.
"Udah sayang kamu tenang ya."Ucap rangga menenangkan sang istri.
Mereka semua menunggu xia di ruangannya karna xia masih blm bangun akibat pengaruh obat bius,dokter memberi xia obat bius agar xia benar benar istirahat.
Sudah sekitar 8 jam mereka menunggu xia sadar tetapi xia masih belum tersadaf juga,bahkan lee chen axel dan axela sudah tidur karna jam sudah menunjukkan pukul 11 malam,tiba tiba ponsel ayah lee berbunyi.
"Halo"Ucap ayah lee setelah memejet tombol hijau di layar ponselnya.
"........"
"Hemm sudah ku duga,baiklah."Ucap ayah lee.
"....."
Ayah lee menaruh ponselnya di saku,rangga gladis dan pengawal joon menatap ayah lee secara bersamaan.Ayah lee hendsk membuka suara tetapi tiba tiba pintu kamar xia di buka dari luar sehingga mereka ber empat reflek melihat kearah pintu.
"Astaga,kadal putriku kamu apain."Ketus seorang wanita berumur sekitar 30an sambil memasuki kamar xia.
"Maaf al,aku ngga becus jagain xia."Ucap rangga takut karna aletta marah kepadanya.
"Joon?"Ucap delon sambil menatap sang putri.
"Maaf tuan ini salah saya."Ucap pengawal joon.
Delon langsung berbalik dan menatap pengawal joon yang menundukkan kepala,delon mengangkat tangan hendak menampar pengawal joon tetapi tiba tiba tangannya di cegah oleh seseorang.Delon melihat siapakah yang mencegahnya.
"Maaf tuan apakah anda ayah xia?"Tanya ayah lee sambil melepaskan tangan delon.
"Iya,siapa kamu."Ketus delon.
"Maaf bisa kita bicara di luar?karna kalau kita disini nanti anak anak bisa bangun."Ucap ayah lee sambil melihat lee chen axel dan axela yang sedang tidur.
"Baiklah."Ucap delon lalu keluar.
__ADS_1
Di taman rumah sakit.
Delon tampak sedang duduk di taman sendirian,ayah lee datang sambil membawa 2 coffe dan duduk di samping delon.Ayah lee memberikan coffe kepada delon.
"Ini silahkan di nikmati."Ucap ayah lee sambil memberikan segelas coffe kepada delon.
"Terimakasih."Ucap delon sambil menerima coffenya.
"Bagaimana putri saya yang cantik bisa terkapar tak berdaya di sana?"Tanya delon kepada ayah lee.
"Maaf sebelumnya,perkenalkan saya lee min joo ayah dari lee teman xia."Ucap ayah lee sambil mengulurkan tangannya.
"Delon ayah xia dan chen."Ucap delon sambil menerima uluran tangan dari ayah lee.
"Maaf,Ini semua salah saya jadi jangan menyalahkan pengawal joon."Ucap ayah lee.
"Maksutnya?"Tanya delon kepada ayah lee.
"Xia chen dan axel datang ke tempat latihan kami,kebetulan lee dan xia berpisah dengan chen axel dan jin karna axel ingin bermain golf tetapi xia dan lee memilih untuk menunggu di gasebo karna xia kecapean setelah latihan menembak.Pada saat semua teman saya istirahat xia meminta lee untuk mengantarnya ke kamar mandi dan pada saat keluar dari kamar mandi lee dan xia di culik oleh musuh saya.Saya benar benar minta maaf karna saya membahayakan putri tuan delon hanya karna masalah pribadi saya."Ucap ayah lee kepada delon.
"Iya saya mengerti,tetapi kenapa xia bisa seperti itu?"Tanya delon karna tidak mungkin hanya karna di culik xia bisa seperti itu.
"Di tempat kejadian musuh sempat menggunakan bom yang membuat xia ketakutan hingga pingsan,maafkan saya tuan."Ucap ayah lee kepada delon.
"Sudah tidak papa,panggil saya delon saja tidak udah sungkan.Saya tau,ini juga kesalahan saya karna meninggalkan putri saya di sini."Ucap delon kepada ayah lee.
"Oh iya kalau bisa besuk waktu di indonesia nama xia bisa di ganti penyebutannya atau marganya?"Tanya ayah lee kepada delon.
"Memangnya kenapa?"Tanya delon kepada ayah lee.
"Awalnya musuh saya hanya mengincar lee tetapi mereka membawa xia sekaligus,dan mereka tidak tau kalau xia adalah cucu keluarga ling dan li tetapi setelah xia di bawa kerumah sakit musuh saya berhasil kabur dan kemungkinan xia akan di incar lagi dan menjadikannya sandra untuk meminta tebusan."Ucap ayah lee kepada delon.
"Aduh kenapa jadi rumit."Ucap delon.
"Saya benar benar minta maaf,tapi saya mohon jangan marahi xia chen maupun axel jika mau marah silahlan marahi putra saya karna dia tidak bisa menjaga putri anda."Ucap ayah lee.
"Hahaha sudahlah,lagian ini sudah terjadi.Semoga kita bisa berteman."Ucap delon.
"Saya akan sangat bahagia sekali kalau xia menjadi menantu saya."Ucap ayah lee.
"Aduh kenapa jadi bahasnya kesitu."Ucap delon sambil tertawa.
Bersambungggggg......
__ADS_1