Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
alex dan rangga patah hati


__ADS_3

Di rumah sakit arganta


Bian masih setia menemani gladis bahkan dia belum makan sampai sekarang apalagi mandi tidak pernah terfikir di benaknya yang di utamakan adalah gladis.Karna bian ingin gladis benar benar nyaman dan bahagia.


Mama sinta dan papa faris sudah pulang dari subuh tadi karna mereka harus mandi dan mereka tidak membawa baju.Ya sebenarnya mereka bisa menyuruh pengawal ataupun bi ina tapi entahlah mungkin mereka ingin memberikan ruang untuk bian dan gladis.


"Kamu ngga pulang?"Tanya gladis kepada bian.


"Ngapain aku pulang?Calon istri aku aja lagi sakit di sini."Ucap bian membuat pipi gladis memerah.


"Mau makan buah?"Tanya bian kepada gladis.


"Hemm boleh."Ucap gladis.


"Apel?"Tanya bian dan gladis mengangguk.


"Bentar aku minta pisau dulu di dapur."Ucap bian dan gladis mengangguk.


Bian langsung pergi ke dapur untuk meminta pisau.Setelah kepergian bian gladis memainkan ponselnya tetapi tiba tiba alex masuk ke ruang rawat gladis membawa bunga dan satu parael bunga.


"Gimana keadaan kamu."Tanya kak alex kepada gladis.


"Baik."Ucap gladis masih memainkan ponselnya.


"Eh ini aku bawa buah sama bunga.Mau makan buah?"Tanya alex dan gladis menggelengkan kepala.


"Sendirian?"Tanya gladis.


"Enggak sama rey juga alisa juga tapi lagi pada mampir di toko kue aku langsung ke sini aja palingan juga sebetar lagi dateng."Ucap alex.


"Owh."Ucap gldis dan tiba tiba bian masuk membawa pisau yang di ambilnya dari dapur.


"Eh tuan alex."Ucap bian.


"Eh bian ngapain di sini."Tanya alex.


"Jagain gladis tuan."Ucap bian langsung mengambil apel dan mengupasnya lalu memotong motong kecil dan menaruhnya di piring lalu memberikannya kepada gladis tetapi tiba tiba alex langsung merebutnya.


"Biar aku aja yang suapi."Uap alex.


"Aaaa."Ucap aex dan gladis langsung berpaling.


"Aku mau di suapin bian aja."Ucap gladis dan alex langsung kaget.


"Eh ini bi katanya gladis minta kamu yang siapin dia."Ucap alex berdiri dan memberikan piring berisi buah apel tadi.


Bruk


Suara pintu terbuka dan aryalah pelakunya.Dengan di ikuti rey alisa dan juga sisil.Arya langsung memeluk gladis dan di ikuti dengan alisa dan sisil yang juga memeluk gladis.


"Aaa kak gladis kenapa."Tanya arya melepaskan pelukannya.


"Gpp kok cuma telat makan aja."Ucap gladis.


"Kenapa kemarin maksain pulang sendiri kan gini jadinya."Ucap sisil.


"Gpp kok aku udah enakan lagian juga ada bian yang jagain aku."Ucap gladis sengaja.


"Ya pantesan cepet sembuh ternyata cowok ganteng yang jagain."Ucap alisa sambil tertawa.


"Ini di makan dulu."Ucap bian menyuapi gladis.


"Eh."Ucap arya dan sisil.


"Sini aku aja yang nyuapin."Ucap arya.

__ADS_1


"Ngga mau aku maunya di suapin sama bian."Ucap gladis dan membuat arya melotot.


"Oh iya mumpung kalian ada di sini aku mau sampaiin kabar bahagia,bulan depan kalian dateng ya di acara nikahan kita ya undangannya belum ada orangbelum biki."Ucap gladis.


"Haa?"Ucap kak rey alisa sisil dan arya secara bersamaan.


"Aa kenapa kak gladis nikah sama bian sih.Kenapa ngga sama aku aja."Ucap arya.


"Kamu sama aqela aja adiknya alisa."Ucap gladis.


"No!Jangan."Ucap kak rey.


"Aaa aku pengennya sama kak gladis."Ucap arya.


"Tapi aku udah duluan."Ucap bian langsung mengambil kotak cincin di sakunya lalu memasangkan di jari manis gladis dan mencium tangan gladis.


"Aaa baperrr."Ucap sisil.


"gwe bulan depan,lo kapan sa?"Tanya gladis kepada alisa.


"Belum ada calon."Ucap alisa.


"Hemm,Mama minta kamu buat jadi menantu mama lo sa."Ucap kak rey.


"Okey gwe nikah tahun depan deh."Ucap alisa membuat rey tersenyum.


"Sama arya ya."Ucap alisa kepada arya.


"Siap kak."Ucap arya.


"Em permisi aku ke kamar mandi dulu."Ucap alex.


"Yaudah sana."Ucap rey sedangkan yang lainnya hanya melirik lalu fokus kepada gladis lagi.


Alex langsung keluar kamar gladis,dan semua yang ada di kamar gladis tidak memperdulikan tiba tiba bian bertanya.


"Mungkin sama pengen cari cewe."Ucap rey.


"Lo udah berani panggil alex ak pake tuan."Ucap rey.


"Saat ini setatus saya bukan pengawal tapi calon suami gladis."Ucap bian sambil menyuapkan buah apel kepada gladis.


Mereka bercerita bertanya jawab bahkan saling meminta solusi.Sedangkan alex di dalam mobilnya sedang menangis.


"Kenapa kamu secepat ini menikah dis."Tanya kak alex kepada dirinya sendiri.


"Aku percaya banget,kamu itu suka sama aku.Aku bisa liat sendiri tingkah kamu berubah menjadi kalem dan jaim saat ada aku kaya waktu pagi pagi kamu makan di kamar aletta waktu aletta mau nikahan,yang tadinya kamu pecicilan terus waktu aku ngintip dan kamu liat aku kamu langsung berubah jadi kalem."Ucap alex.


"Aku juga tau dari tatapan kamu,kalau kamu itu suka aku.Aku juga suka kamu dis kenapa kamu harus nikah secepet ini."Ucap alex sambil menangis.


"Atau aku yang salah mengartikan semua tatapan senyuman bahkan perhatianmu ke aku."Ucap kak alex.


Tiba tiba kak alex terkejut karna rangga mengetuk kacamobilnya.Sebenarnya tadi rangga juga mau menjenguk gladis tapi saat baru turun dari mobil dia melihat mobil alex yang terparkir dan ada orang di dalamnya dan akhirnya rangga memilih untuk mengetuk pintu.


"Lex lo di dalem."Tanya rangga.


"Heyy ngapain lo."Ucap alex sambil mengusap air matanya.


"Ya gwe tadi liat lo di dalem mobil ya gwe ketuk lah.Kenapa ngga masuk?"Tanya rangga.


"Udah berani lo panggil gwe ngga pakek kak."Tanya alex.


"Ya elah kak kita cuma beda 2 tahun doang,lagian gitu aja baper."Ucap rangga.


"Udah yuk masuk."Ucap rangga sambil menarik alex.

__ADS_1


Rangga dan alex masuk ke dalam ruang inap gladis dan terlihat di sana gladis tidak ada dan arya malah tiduran di ranjang gladis.


"Lo ngapain cak?"Tanya rangga kepada arya.


"Aku ngga mau jawab kalo di panggil cicak aku ngga suka sama cicak."Ucap arya merajuk.


"Yaelah bocil ngapain sih kok ngambek.Eh gladis mana."Ucap rangga mencari cari gladis.


"Lagi ke kamar mandi."Ucap alisa.


"Sama siapa?"Tanya rangga.


"Sama bian."Ucap alisa sambil memainkan ponselnya.


"Eh kalian udah gila ya,gimana kalau mereka ngapa ngapain."Ucap rangga panik langsung membuka pintu kamar mandi dan terlihat bian sedang memegangi pintu wc sambil menghadap ke dinding.


"Ngapain ngga?"Tanya bian.


"Wah parah lo,di sini kan ada cewe cewe."Ucap rangga lalu duduk di sofa.


"Udah."Ucap gladis dan bian langsung membuka pintu dan membantu gladis keluar dari kamar mandi dan duduk di kursi karna ranjangnya di pakai arya.


"Lo kok jeles sih?"Tanya bian kepada rangga.


"Eh gwe ngga pernah nglarang lo ngapa ngapain ya tapi kalau lo mau ngintip perawan apalagi itu gladis gwe ngga rela ya."Ucap rangga ketus.


"Loh suka suka gwe dong kalau gwe mau ngintip kek cium kek."Ucap bian lalu mencium pipi gladis.


"Woyyyy iya percaya tapi ngga usah di umbar umbar bego."Teriak kak rey.


"Ah kalian mentang mentang mau nikah ngga adik."Ucap sisil.


"Arya ngga liat kok."Ucap arya sambil menutup matanya.


"Hey kalain gila ya?Ada bayi di sini.Matanya tercemari."Ucap alisa.


"Siapa yang mau nikah."Ucap rangga.


"Si bian sama gldis."Ucap alex.


"What?Ngga gwe ngga rela."Ucap rangga.


"Lo kenapa sih ngga."Ucap bian.


"Heh jangan lo bilang ini penglarian lo ya."Bisik rangga di telinga bian.


"Engga kok aku serius aku mau nikah sama gladis lagian kita juga saling suka ya kalu cinta nanti bisa tumbuh seiring berjalannya waktu."Ucap bian.


"Eh jangan lo pikir gw percaya ya.Sedangkan lo belum bisa lupain tasya."Ucap rangga.


"Ngga gwe tanya sama lo.Siapa yang suruh gwe move on?Dan siapa yang suruh gwe cari pengganti tasya?Kenaoa sekarang jadi lo yang ngga setuju?"Tanya bian.


"Okey kalau kalian serius aku merestuinya.lo tau ngga gwe sebenernya suka sama calon bini lu."Ucap rangga kepada bian.


"Sori bro tapi udah gwe duluan."Ucap bian sambil menepuk pundaknya.


"Jagian gladis ya bro."Ucap rangga.


"Pasti."Ucap bian dan rangga langsung memeluk bian.


"Heyy udah ngga usah lama lama."Ucap gladis.


"Yah bini lu ngambek.Cemburu liat liat kalik neng masa lo cemburu sama gwe."Ucap rangga.


Dan ucapn rangga membuat semua orang yang ada di ruangan itu tertawa semuanya.Ya rangga dan alex sudah memutuskan mereka akan mengiklaskan gladis bahagia dengan pilihannya,Walaupun sakit tapi mereka akan mengiklaskan gladis.

__ADS_1


Oh iya sebenernya bian itu temen rangga dan delon ya.Tapi bian itu menyamar menjadi pengawal karna dia itu kabur dari masalahnya.Dan delon juga mengetahui itu tapi delon dan rangga memilih diam karna dia tidak mau temannya terus tersiksa.


Bersambung....


__ADS_2