Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Tangisan sisil


__ADS_3

"Satria ingin sisil menggugurkan kandungannya."Ucapan satria membuat semua orang terkejut.


"Yang kamu ngomong apaan sih?jangan ngaco."Ucap sisil.


"Sayang aku mohon ini demi kebaikan kita semua."Ucap satria.


"Ngga aku ngga mau."Ucap sisil sambil menangis.


"Aku salah apa sama kamu?Kalau kamu belum siap kamu bisa ngomong ke aku ngga kaya gini caranya.Kamu udah ngga sayang sama aku."Ucap sisil sambil memukul satria dan terus menangis.


"Satria bisa kita bicara?"Tanya papa faris.


"Ini pa."Ucap delon memberikan sebuah amplop kepada pap faris dan papa faris langsung membacanya.


Momen bahagia saat makan malam tadi berubah jadi momen yang sangat mengharukan dan menegangkan.Semua orang tak berani bertanya apa lagi berbicara,hanya tangisan sisil yang terdengat di sana.


"Maaf pa ma,tapu ini keputusan satria."Ucap satria kepada papa faris dan mama faris.


"Delon."Ucap satria kepada delon dan delon langsung memberikan secarik kertas kepada aletta dan aletta memberikannya kepada sisil.


"Apa ini?Aku ngga mau cerai."Ucap sisil sambil menangis di pelukan aletta.


"Kamu baca dulu,jangan mikir yang ngga engga."Ucap aletta sambil memeluk sisil.


Sisil langsung membacanya dan setelah membaca surat itu sisil langsung kembali menangis sejadi jadinya.Semua orang tambah kebingungan karna tidak tau apa apa.


"Satria,papa dukung keputusan kamu tapi pp ngga mau kalau sisil sampai terluka seperti ini.Ngga gini caranya."Ucap papa faris kepada satria.


"Sayang maafin aku,aku bener bener minta maaf tapi aku harus ngelakuin ini aku ngga mau anak kita nantinya akan jadi monster seperti aku."Ucap satria kepada sisil.


"Kamu bilang waktu itu kamu udah sembuh dan aku udah bisa hamil anak kamu tapi sekarang apa?Aku udah hamil anak kamu kenapa kamu minta aku gugurin anak kita."Ucap sisil sambil menangis dan memukul mukul satria.


"Sil tenang jangan kaya gini okey."Ucap aletta berusaha menenangkan sisil.

__ADS_1


"Ibu mana sih al?Ibu mana yang tega bunuh darah dagingnya?Kalaupun ada dia ngga pantes di sebut sebagai ibu."Ucap sisil yang membuat gladis dan alisa berdiri ingin menenangkan sisil tapi di cegah oleh suami mereka.


"Sayang dengerin aku,aku juga ngga mau kaya gini dan ini salah satu alasan aku ngga mau menikah karna aku takut seseorang akan terluka karna aku.Jadi aku mohon ya sayang kamu iklasin baby buat kebaikan kita semua."Ucap satria kepada sisil.


"Kamu selama ini ngga jahat kok,buktinya kamu ngga pernah nunjukin sifat pesikopat kamu dan ku juga yakin baby kita ngga jadi monster."Ucap sisil sesegukan.


"Sisil,bukan berarty orang pesikopat yang tidak menujukkan sifat psikopatnya dia bukan pesikopat.Dan aku tau kalau anak kalian tidak akan jadi monster tapi bagaimanapun dia mimiliki gen psikopat dan bukannya tidak mungkin kalau dia akan memiliki sifat monster."Ucap delon.


"Engga aku ngga mau,aku ngga mau bunuh anak aku.Aku ngga pantes di sebut ibu."Ucap sisil sambil memukul dada satria lalu satria memeluknya.


"Sayang aku mohon,jangan buat aku semakin terbebani."Ucap satria kepada sisil.


"Aku sayang sama kamu dan aku sayang juga sama anak kita tapi kita ngga boleh egois.Dan ini semua salahku kalau saja aku ngga masuk kedalam kehidupan kamu semuanya ngga akan kaya gini."Ucap satria sambil meneluk dan menenangkan sisil.


"Kam ngga salah,tapi memang ini takdirku."Ucap sisil pelan dengan nafas yang sudah mulai tenang.


Semua orang hanya diam dalam pikiran masing masing karna mereka tak tau harus berbuat apa dan yang patinya mereka juga mendapat pukulan berat dengan kenyataan ini.Bahkan papa faris dan kak rey juga diam tak ikut berbicara,aplagi mama sinta dia hanya terlihat melamun dari tadi.


"Baiklah karna sisil sudah tenang dan pastinya semuanya juga sudah mendengarkan percakapan kami jadi satria hanya memohon kepada kalian semuanya agar memberi kekuatan untuk sisil karna satria akan tetap mengambil keputusan untuk menggugurkan anak satria dan sisil,satria ngga mau nantinya anak satria menjadi monster seperti satria dan satria akan menunggu sampai sisil siap untuk menggugurkan kandungannya.


"Satria apa kamu benar benar akan mengambil keputusan ini?"Tanya kak rey.


"Ngga ada pilihan lain kak."Ucap satria.


"Papa akan dukung apapun keputusan kalian."Ucap papa faris.


"Dan satria juga akan menyampaikan satu kabar lagi,delon?"Ucap satria kepada delon.


"Sayang bawa sisil ke kamar dulu sana biar dia istirahat."Ucap delon kepada aletta.


"Yuk aku bantu."Ucap alisa dan gladis.


Setelah ke empat sekawan masuk kedalam lift semua orang kembali fokus dengan delon dan satria.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi kita semua harus iklas karna ini semua sudah di takdirkan oleh allah dan kita semuanya hanya bisa memohon dan berdoa.Selain satria akan menggugurkan kandungan sisil satria juga sudah di fonis mengalam kangker otak dan dokter bilang kalau umur satria tidak akan lama lagi."Ucap delon dengan air mata yang berlinang.


"Ngga ngga gwe yakin pasti lo sembuh,lo sembuh pokoknya lo sembuh."Ucap kak rey langsung memeluk satria.


"Hey jangan nangis.Aku ngga akan mati sekarang."Ucap satria sambil memeluk kak rey.


"Pokoknya lo harus sembuh."Ucap kak rey sambil menangis histeris di pelukan satria.


"Hey jangan histeris kaya gini,lo tu anak yang paling tua lo harus kuatin adik adik lo termasuk dik kandung dan adik angkat."Ucap satria kepada kak rey.


"Tapi kenapa lo ngga bilang ke gwe?Pokoknya lo harus sembuh gwe yang akan biayain pengobatan lo,lo ngga mikir apa gimana sisil tanpa lo."Ucap kak rey.


"Rey,sisil berhak bahagia.Selama ini sisil sama gwe cuma menderita dan gwe ngga pernah buat sisil bahagia maka dari itu gwe memutuskan untuk tidak melakukan pengobatan apapun biar gwe bisa pergi dari hidup sisil selama lamanya,dan delon tolong ya kalau aku benar benar pergi kamu sampiin ke alex kalau aku memintanya untuk menjaga sisil."Ucap satria kepada delon.


"Kamu ngomong apa?Tarik kembali kata katamu aku ngga mau bantu kamu lagi dan aku ngga akan menyampaikan pesan itu ke kak alex."Ucap delon sambil menahan airmatanya.


"Aku mohon sama semuanya tolong jangan ceritain ini ke sisil satria mohon."Ucap satria kepada semuanya.


"Semuanya pasti lelah,Yuk kita masuk kamar masing masing kita istirahat."Ucap papa Faris.


"Bian duluan ya."Ucap bian sambil berdiri dan berjalan tiba tiba.


Brukk


Bian pingsna dan terjatuh,undung ada rangga yang langsung menangkap bian.Semua orang panik bahkan kak rey yang tadinya menangis histeris langsung mendekati rangga dan menggendong bian.


"Panggil dokter,biar aku yang bawa bian ke kamar."Ucap kak rey.


"Biar aku yang telvon dokter."Ucap delon langsung berlari menelfon dokter.


"Cobaan apa lagi ini ya allah."Ucap mama sinta sambil menangis.


Bersambunggggggg.......

__ADS_1


__ADS_2