Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Firasat seorang istri


__ADS_3

Pancaran sinar matahari yang menerobos jendela membangunkan sepasang suami istri yang tengah tidur berpelukan itu.Entah mereka tidur jam berapa semalam,hanya mereka yang tau.


Sisil terus memeluk dan membenakkan wajahnya di dada sang suami dan kulit mereka yang bersentuhan secara langsung menimbulkan rasa hangat tersendiri.Hati ini sisil benar benar tak ingin kemana mana bahkan dia tak mau untuk melepaskan pelukan sang suami entah mengapa hatinya sedikit gelisah.


"Morning sayang."Ucap satria sambil mengecup dahi sisil.


"Hemm,Morning."Ucap sisil yang masih enggan membuka matanya.


"Cape ya?"Tanya satria kepada sisil.


"Dikit."Ucap sisil lalu mencium pipi satria.


"Sayang bangun dulu yuk,mandi terus sarapan."Ucap satria sambil mengelus rambut sisil.


"Ngga mau aku mau kaya gini aja."Ucap sisil sambil terus memeluk satria.


"Iya kita mandi sama sarapan dulu nanti kamu boleh peluk aku sepuas kamu."Ucap satria kepada sisil.


"Kamu kenapa sih sok maksa banget?Aku kan cuma pengen peluk kamu emangnya salah?Kamu tau ngga dari kemarin hati aku tu ngga enak rasanya gelisah terus ngga bisa tenang."Ucap sisil sambil berganti posisi membelakangi satria.


"Hey,jangan marah.Udah ngga usah di pikirin ya,sini aku peluk."Ucap satria sambil memeluk sisil dari belakang.


"Menurut kamu alex orangnya kaya gimana?"Tanya satria kepada sisil.


"Kak alex?Kenapa tiba tiba ngomongin kak alex?"Tanya sisil sambil berbalik dan menatap satria.


"Udah jawab aja aku kan cuma tanya."Ucap satria kepada sisil.


"Kak alex?Baik kok orangnya."Ucap sisil sambil berfikir.


"Ya aku tau itu."Ucap satria sambil berfikir.


"Kenapa sih sayang?kok kamu kaya bingung gitu"Tanya sisil kepada satria.


"Engga papa yang cuma mikirin sedikit urusan kantor aja."Ucap satria kepada sisil.


"Jangan terlalu di pikirin nanti kamu jadi sakit mending mandi aja yuk aku pengen berendam."Ucap sisil kepada satria.

__ADS_1


"Let's go baby."Ucap satria lalu menggendong sisil ke kamar mandi.


Setelah menyelesaikan ritual mandinya mereka langsung bersiap untuk pergi ke restoran untuk sarapan.Raut wajah sisil masih saja terlihat cemas tetapi berbeda dengan satria dia malah terlihat nampak senang.


Restoran S&A


Sisil dan satria duduk di salah satu meja yang kosong di sana,satria tampak sedang melihat buku menu untuk memilih menu sarapan mereka tapi sisil tampak cemberut sambil melihat sekeliling restoran tersebut.


"Kamu mau makan apa sayang?Sup buntut mau?"Tanya satria sambil menatap buku menunya.


"Sayang?"Tanya satria lagi karna tak mendapat sahutan dari sang istri.


"Sayang kamu kenapa kok cemberut gitu?kenapa ngga enak ya suasananya?Mau kita pindah?"Tanya satria karna melihat raut wajah sisil yang cemberut.


"S&A itu siap?"Tanya sisil kepada satria.


"kenapa emangnya?"Tanya satria kepada sisil.


"Aku tanya S&A itu siapa?"Tanya sisil dengan nada ketus.


"Sayang?Kok kamu jadi kesel sih?Mendingan kamu tanya aja sama pelayannya."Ucap satria laku kembali melihat buku menunya.


"Kamu tau dari mana?"Tanya satria dengan pandangan tak beralih dari buku menunya.


"S&A itu satria dan athala ya?"Tanya sisil sambil tersenyum simpul.


"Hem?"Ucap satria langsung menatap sisil.


"Kamu ngomong apa?"Tanya satria kepada sisil.


"Ngga ngomong apa apa,aku mau pulang.Kalau kamu mau sarapan dulu gpp aku bisa pulang pake taxi."Ucap sisil lalu berdiri sambil mengambil tasnya dan berlalu pergi meninggalkan satria yang masih terdiam.


"Sisil?"Ucap satria memanggil sisil tapi sisil tak menjawab dan dia terus melangkah meninggalkan restoran tersebut.


Sisil terus melangkah tanpa memperdulikan panggilan satrai,entah mengapa tiba tiba hatinya merasa begitu sangat sakit.Sisil menyebrangi jalan tanpa melihat kanan dan kiri,tanpa di duga dari sebelah kiri ada mobil melaju dengan kecepatan tinggi.


Tin tin

__ADS_1


(Bunyi tlakson mobil)


"Aaaaaa."Teriak sisil sambil melihat ke arah kiri.


Sisil memejamkan matanya,dia benar benar sudah pasrah akan takdir.Tapi sedetik dua detik dia tidak merasakan apa apa,sisil langsung membuka mata dan terlihat sebuah tangan yang sedang memeluknya.Sisil langsung membalikkan badan untuk melihat siapkah orang yang menyelamatkkannya dari kematian tadi.


"Kamu gpp?"Tanya orang itu kepada sisil dan sisil hanya mengangguk.


"Yuk aku antar pulang."Ucap orang itu sambil menarik tangan sisil menuju mobilnya.


Di dalam mobil keduanya sibuk dengan pikiran masing masing,bahkan sisil hanya bisa diam membisu.Saat ini dia hanya ingin menangis dan meluapkan semua isi hatinya.Tiba tiba mobil yang mereka tumpangi berhenti di tepi jalan.


"Menangislah."Ucap orang itu sambil memeluk sisil.


"Aku mau pulang."Ucap sisil tak membalas pelukan orang tersebut.


"Keluarkan semua yang kamu rasakan,jangan di tahan ngga baik buat anak kita."Ucap orang tersebut dan seketika sisil langsung menangis.


Sisil menangis dan memukul mukul dada satria.Satria yang mendapatkan pukulan dari sisil hanya diam saja bahkan dia masih tetap memeluk sisil untuk memberikan ketenangan.


Setelah beberapa menit akhirnya sisil sudah kembali tenang,satria masih setia memeluk sisil dan sisil tampak membalas pelukan satria.


"Sekarang aku yang ngomong."Ucap satria sambil mengelus rambut sisil.


"Kamu kalau ada apa apa jangan asal ngambek,kalau kejadian kaya tadi gimana?Ya kalau ada aku kalau engga?Itu bahaya buat kalian berdua.Dan kenapa kamu bisa nyimpulin kalau nama restoran itu nama aku dan athala?kenapa ngga kamu simpulin kalau nama restoran itu satria dan anastasya?"Tanya satria kepada sisil tetapi sisil hanya diam saja.


"Aku punya salah apa sama kamu?kita selesain ya?Aku ngga mau kalau kita berantem terus.Selama kita nikah,kita kan belum pernah kaya pasangan lainnya yang banyak habisin waktu berdua liburan ke pulau pribadi atau sejenisnya.Aku pengen kita punya waktu berdua apalagi sekarang kamu udah hamil aku pengen kita sering habisin waktu berdua biar nanti kalau baby udah lahir kita bisa fokus buat rawat baby berdua."Ucap satria kepada sisil.


"Kamu ngga salah,aku cuma ngerasa aneh aja."Ucap sisil sambil menangis kembali.


"Aneh gimana?"Tanya satria yang masih memeluk dan mengelus rambut sisil.


"Aku tu ngerasa ngga tenang kaya bakalan ada hal buruk terjadi dan aku tu takut banget kalau kamu kenapa napa."Ucap sisil sambil mengeratkan pelukannya.


"Suttt ngomong apa sih.Udah ngga usah nangis,kita pulang ya?aku mau ke kantor soalnya ada metting nanti siang."Ucap satria sambil menghapus airmata sisil.


"Kita pulang ya."Ucap satria dan sisil mengangguk.

__ADS_1


Sesampinya di mansion keluarga arganta satria langsung mengantarkan sisil ke kamarnya dan satria kembali mengendarai mobilnya untuk pergi ke kantor karna ada metting dengan beberapa kliennya.


Bersambunggggg........


__ADS_2