Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Mendaftar lomba


__ADS_3

Sepulang latihan xia langsung pergi ke kamarnya untuk mandi lalu kembali ke meja makan untuk makan karna dia tadi belum sempat makan.Xia duduk di samping chen dan axel mereka tampak menikmati hidangan mereka dengan nikmat dan tenang atau tidak ada suara.


"Sayang besuk tante gladis dan om rangga mau pergi ke taman bermain bersama baby xela juga apa kalian mau ikut?"Tanya gladis kepada ketiga bocah di hadapannya.


"No tante."Ucap xia dan chen secara bersamaan.


"Hemm?kenapa?"Tanya gladis kepada chen dan xia.


"Chen harus mengantar xia untuk menyelesaikan misi rahasia xia."Ucap chen kepada gladis.


"Misi rahasia?misi rahasia apa?"Tanya gladis kepada chen.


"Namanya juga misi rahasia tan kalau nanti chen kasi tau namanya bukan misi rahasia."Ucap chen kepada gladis.


"Axel bisa beri tahu mama nak?"Ucap gladis kepada axel.


"Percuma tan dia tidak akan membuka mulut,karna kami sudah berjanji dengan xia."Ucap chen kepada gladis.


"Astaga sayangggg."Teriak gladis memanggil rangga.


"Kenapa sayang?kok teriak teriak xela kan jadi kebangun."Ketus rangga sambil menggendong xela sambil mendekati gladis.


"Kamu bantu aku biar putra kita mau buka mulut."Ucap gladis kepada rangga.


"Sayang makan ya jangan buat mamamu marah."Ucap rangga membujuk axel sedangkan axel xia dan chen hanya saling tatap tatapan.


"Astaga kenapa kalian suka sekali membuatku marah."Ketus gladis


"Xia jawab tante jujur ya sayang,misi rahasia kamu itu apa?jangan buat tante bingung."Ucap gladis kepada xia.


"Tante gladis tenang saja misi ini tidak berbahaya xia hanya ingin mengikuti lomba."Ucap xia kepada gladis.


"Lomba?lomba apa?memanah?"Tanya gladis kepada xia.


"Hemm kurang lebih seperti itu,sudah ya tan xia sudah kenyang xia mau ke kamar dulu."Ucap xia kepada gladis.


"Chen?"Tanya gladis kepada chen.


"Maaf tante chen juga sudah kenyang chen juga mau ke kamar."Ucap chen kepada gladis,Gladis mengambil ancang ancang untuk berbicara dengan putranya tetapi sudah kalah dahulu dengan sang putra.


"Maaf ma axel juga sudah kenyang axel mau tidur badan axel cape."Ucap axel lalu juga ikut pergi.


"Astaga mereka itu masih anak anak 5 tahun kenapa mereka bersikap layaknya orang dewasa."Ucap gladis sambil memandang kepergian xia and cs tak percaya.


"Sudahlah sayang mungkin mereka yang akan meneruskan Genk mu."Ucap rangga berusaha menenangkan istrinya.


"Sayang kamu bantu aku cari tau ya,aku takut xia ikut lomba macam macam."Ucap gladis kepada suaminya.


"Baiklah sayang,kamu tenang saja."Ucap rangga kepada gladis.

__ADS_1


Pagi hari


Sesuai yang sudah di rencanakan pagi ini gladis rangga dan baby xela akan pergi ke taman bermain,gladis ingin sekali mengajak putrinya keluar karna xela sudah 1 tahun tetapi dia belum pernah mengajak xela keluar dari mansion sekalinya keluar pasti ke rumh sakit ataupun kelas berenang karna pijat baby di lakukan di mansion.


"Mam axel ngga mau ikut,aku udah janji mau temenin xia.Kita kan tidak boleh mengingkari janji ma."Ucap axel mencari alasan.


"Sayang sekali saja,apa kamu tidak kasihan dengan baby xela?dia sudah lama lo tidak keluar rumah."Ucap gladis kepada sang putra.


"Adik cantik maafin oppa axel ya hari ini oppa axel tidak bisa menemani adik ke taman bermain karna oppa memiliki janji dengan kak xia."Ucap axel kepada adiknya.


"Axel kamu jadi ikut atau tidak?"Tanya chen kepada axel.


"Tentu saja aku ikut."Ucap axel sambil mendekati chen dan xia.


"Kalian bertiga benar tidak ingin ikut?"Tanya rangga kepada ketiga anak berusia 5 tahun di depannya.


"No."Ucap ketiganya kompak.


"Pengawal joon apakah mobilnya sudah siap?"Tanya chen kepada pengawal joon.


"Sudah tuan muda."Ucap pengawal joon menjawab.


"Baiklah ayo kita berangkat."Ucap chen sambil memakai kacamatanya lalu berjalan menuju mobil dengan di ikuti xia dan axel,Gladis dan rangga yang melihat momen itu hanya bisa terkejut.


"ma pa axel berangkat."Ucap axel sambil melambaikan tangannya.


Mobil yang di tumpangi ketiga bocah 5 tahun itu sudah melaju meninggalkan mansion,sedangkan kini gladis dan rangga masih terkejut dan menatap kepergian tiga bocah itu dengan tatapan tak percaya.


"Astaga apakah itu benar anak aletta?"Tanya gladis kepada rangga.


"Iya sayang,apakah aku tidak salah lihat."Tanya rangga kepada istrinya.


"Astaga aku benar benar tak percaya kenapa chen jadi narsis seperti itu."Ucap gladis masih tak percaya.


"Benar benar anak delon,kepedeannya sama persis."Ucap rangga.


Satu jam kemudian


Mobil yang di tumpangi ketiga bocah berumur 5 tahun itu sampai di sebuah stadion tetapi itu bukan stadion yang biasanya,ini bukan tempat latihan aletta bahkan stadion ini lebih besar.


"Silahkan nona muda tuan muda."Ucap pengawal joon membukakan pintu mobil.


Xia chen dan axel langsung turun dari mobil lalu masuk ke dalam stadion itu dengan di ikuti oleh pengawal joon.Xia mendekati sebuah meja yang sepertinya loket pendaftaran.


"Misi kak,saya mau daftar lomba memanah dan menembak."Ucap xia menggunakan bahasa Mandarin nya.


"Baiklah dek tolong isi formulir ini."Ucap petugasnya sambil memberikan xia 2 lembar kertas formulir.


Xia membaca dan mengisi semua pertanyaan yang ada di formulir tersebut dengan cermat.Chen dan axel masih setia menunggu xia yang tengah mengisi formulir sedangkan pengawal joon terlihat sedang memberikan beberapa lembr uang kepada petugas yang memberi formulir kepada xia tadi.

__ADS_1


"Ini kak sudah."Ucap xia sambil memberikan formulirnya kepada pegawai tadi.


"Baiklah dek tolong besuk datang tepat waktu ya karna untuk lomba menembak akan di selenggarakan pagi hari pukul 7."Ucap petugas tersebut.


"Biaya pendaftarannya?"Tanya xia sambil mengeluarkan kartunya.


"Oh sudah di bayar oleh tuan itu dek."Ucap petugas tersebut sambil nunjuk kan pengawal joon yang sedang menelvon seseorang.


"Oh baiklah terimakasih kak."Ucap xia lalu mendekati kembarannya dan axel.


"Hey apa kabar?Kamu juga mau ikut lomba?"Tanya lee yang baru datang.


"Lihat saja nanti."Ucap xia tak menghiraukan lee.


"Kenapa dia lucu sekali."Gumam lee.


"Hai chen hai axel apa kabar?"Tanya lee kepada chen dan axel.


"Baik kamu apa kabar?"Tanya axel basa basi.


"Hey kalian baru ketemu kemarin kenapa kesannya kalian baru ketemu setelah beberapa tahun."Ketus xia.


"Xia kamu jangan terlalu keras berbicarannya ingat pesan bunda wanita itu..."Ucap chen terpotong omongan xia.


"Wanita itu harus lemah lembut tapi juga harus pandai bela diriatau menjaga diri."Ucap xia melanjutkan ucapan chen.


"Kalian lucu ya."Ucap lee kepada xia dan chen.


"Eh kamu ngapain di sini?"Tanya chen kepada lee.


"Aku daftar lomba kalau kalian sendiri ngapain."Tanya lee kepada chen.


"Kita mengantarkan xia mendaftar lomba."Ucap chen menjelaskan.


"Wahh xia ikut lomba."Ucap lee terkagum kagum.


"Tuan muda nona muda kita harus ke mobik sekarang karna tuan delon menelvon saya."Ucap pengawal joon.


"Bailah cepat sebelum ayah melacak kita."Ucap xia langsung berlari ke mobil.


"Nona muda jangan berlari."Tetiak pengawal joon sambil mengikuti xia.


"Bayy lee kita pergi dulu ya sampai jumpa lain waktu."Ucap axel dan che laku berlari ke mobil juga.


"Bayyy."Ucap lee sambil melambaikan tangan.


"Nona muda tuan muda?Apakah mereka orang penting?"Gumam lee dalam hati.


Bersambunggggg.......

__ADS_1


__ADS_2