
"Gila PD abis,sori ya ini gwe bikinin buat om faris sama gwe."Ucap satria.
"Owh."Ucap sisil.
"Gwe mau ke ruang kerja dulu ketemu om faris,lo baik baik ya di sini secarakan para pelayan udah pada tidur kalaupun belum tidur mereka ngga akan pergi ke dapur karna mereka di larang ke dapur lebih dari jam 10 malam dan kalaupun mereka ke dapur itu harus atas perintah om faria dan katanya dulu aletta pernah bangun malam malam buat makan eh dia di kerjain sama penunggu dapur."Ucap satria langsung pergi ke ruang kerja.
"Hey kurang ajar lo."Ketus sisil.
"Tapi kok kayaknya serem juga ya."Ucap sisil langsung mempercepat makannya dan langsung pergi ke kamarnya.
Di ruang kerja faris
Terlihat faris sedang duduk sambil melihat ponselnya sambil menunggu satria.Satria langsung masuk dan meletakkan coffe yang ia bikin lalu duduk di depan faris.
"Di minum om coffenya biar ngga ngantuk."Ucap satria.
"Hemm."Ucap papa faris langsung meminum coffenya.
"Maaf om karna mengganggu istirahat om faris tapi ada sesuatu yang sangat penting yang ingin saya sampaikan."Ucap satria kepada om faris.
"Apa yang ingin kamu sampaikan sat?"Tanya papa faris sambil meletakkan cangkir coffenya.
"Saya baru saja mendapat kabar dari anak buah saya yang ada di kota surabaya kalau hans baru saja sampai di surabaya dan dia tinggal di perdesaan untuk bersembunyi dan menurut info yang saya dapat hans tau jika tuan rey ada perjalanan bisnis di surabaya dan dia berniat mencelakai tuan rey tapi saya sudah mengamankan tuan rey, dan tuan rey ada dalam pengawasan anak buah saya."Ucap satria kepada papa faris.
"Dia masih hidup ternyata."Ucap faris sambil tersenyum.
"Dan saya juga mendapat info dari anak buah saya kalau tadi siang ada orang yang memantau rumah nona aletta dan tuan delon dari luar dan menurut info yang saya dapat orang itu adalah anak buah dari hans."Ucap satria.
"Oh iya om satria mau tanya,kenapa tuan muda rey sudah tidak pergi ke markas?Bahkan para elang ingin memberi laporan saja sampai bingung dan akhirnya mereka memberikan info kepada ryan karna memang itu perintah dari delon."Ucap satria.
"Aku yang melarang rey untuk pergi ke markas sebulan ini karna aku tau keadaan rey yang kurang baik karna kebenaran yang kamu berikan kepada rey."Ucap papa faris.
"Maafkan saya tuan karna saya tuan muda rey jadi seperti ini."Ucap satria tidak enak.
"Sudahlah sat ini memang sudah takdir dan kamu jangan panggil om dengan sebutan tuan apa lagi rey kamu cukup panggil aku om faris dan kamu panggil rey dengan sebutan nama saja."Ucap papa faris.
"Tapi saya tidak berani jika harus memanggil tuan muda dengan sebutan nama om."Ucap satria.
"Kau ini lupa?Dulu kalian bersahabatan sangat dekat bahkan kalian sudah saling menyayangi seperti kakak dan adik kandung."Ucap pap faris.
"Itu semua kenangan yang indah om sebelum saya merusaknya."Ucap satria.
"Hey kau tidak pernah merusakanya,dia pergi karna memang takdirnya."Ucap papa faris.
"Sudah mending kita buat rencana untuk memberi perhitungan kepada mantan pacar istriku."Ucap papa faris kepada satria.
Mereka membahas dan membuat rencana untuk membuat perhitungan bahkan jika perlu faris akan membunuh hans dengan tangannya sendiri jika hans berani menyakiti putri kandung dan anak angkatnya.
Satria dan papa faris masih membuat rencana untuk hans,sampai waktu menujukkan pukul setengah 2 pagi mereka baru selesai dan keluar dari ruang kerja papa faris.
__ADS_1
"Kamu nginap saja di sini sat ini sudah pagi kalaupun kamu pulang kamu sampai rumah sudah subuh."Ucap papa faris.
"Baiklah om."Ucap satria.
"Kamu tidur di lantai 2 aja deket kamar sisil."Ucap papa faris.
"Hemm baiklah om."Ucap satria sambil berjalan ke lantai 2 bersama om faris.
"Yang mana om?"Tanya satria karna dia memang tidak tau kamar sisil yang mana yang dia tahu hanya kamar aletta rey arya dan gladis tapi kosong, sedangkan masih ada kamar tersisa 4 kosong yang satu kamar alisa dan yang satu kamar sisil dan yang 2 kosong.
"Itu yang no 3 dari dari kanan."Ucap papa faris.
Satria langsung masuk ke kamar itu tanpa menghidupkan lampunya,Satria langsung melapas sepatu dan kemejanya dan langsung tidur karna memang sudah kecapean
Sedangkan papa faris juga langsung masuk kamarnya untuk beristirahat karna dia juga sangat mengantuk dan cape.
Pagi hari
Sisil masih tertidur pulas sambil memeluk gulingnya tetapi tiba tiba gulingnya membakas pelukan sisil.Sisil masih belum sadar karna dia bermimpi jika dia sedang berpelukan dengan member NCT Dream yang ia impi impikan yang tak lain adalah na jaemin.
Sisil bermimpi mengusap usap punggung na jaemin dan na jaemin juga mengusap usap rambut sisil.Mereka saling berpelukan sampai akhirnya mereka terbangun dari tidur mereka dan betap kagetnya sisil kalau yang ada di hadapannya adalah satria yang sudah tidak memakai baju.
"Akkkkkkk."Teriak sisil dan satria secara bersamaan sehingga membuat para penghuni mansion kaget dan pergi ke sumber suara.
"Hey kamu ngapain di kamar aku."Ucap sisil sambil menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.
"Enak aja orang aku di suruh papa faris buat tidur di sini kamu kalik yang diem diem nyusulin aku tidur."Ucap satria langsung mengambil kemejanya untuk menutupi roti sobeknya.
"Astofirulloh."Ucap alisa lalu menutupi matanya dan berbalik.
"Papa mama."Teriak alisa.
"Kenapa sih sayang?"Tanya mama sinta yang baru saja datang.
"Ituuu."Ucap alisa sambil menujukkan ke arah sisil dan satria.
"Satria kamu apain anak om?"Tanya papa faris.
"Satria ngga apa apain sisil om kan semalem satria di suruh tidur di sini ya satria langsung masuk terus tidur."Ucap satria.
"Oh iya mama lupa kasih tau kalau sisil pindah kamar."Ucap mama sinta.
"Yaudah gini aja,satria harus tanggung jawab buat nikahin sisil karna mereka udah tidur berdua."Ucap papa faris.
"Enak aja ngga mau dong om orang satria ngga ngapa ngapain kok satria pegang aja engga masak suruh tanggung jawab."Protes satria.
"Hey kamu tadi peluk peluk aku itu apa namanya kalo bukan pegang."Ketus sisil tak terima.
"Dah kalian mandi sana besuk minggu depan ada pertemuan keluarga untuk membahas pernikahan kalian."Ucap papa faris lalu pergi bersama mam sinta.
__ADS_1
"Astaga sisil kamu tu bener bener ya."Ketus alisaa lalu pergi meninggalkan mereka.
"Semuanya gara gara lo."Ucap sisil menyalahkan satria.
"Enak aja siapa suruh tidur lampunya di matiin kan gwe juga ngga tau kalau ini kamar lo."Ucap satria membela dirinya.
"lo tu ya udah salah ngga mau ngaku lagi."Ketus sisil.
"Orang gwe ngga salah ngapain gwe ngaku,coba lu mau ngga suruh tanggung jawab tapi lo ngga ngelakuin apa apa."Ketus satria.
"Gara gara lo gwe harus nikahin lo."Ucap satria lalu pergi ke kamar samping untuk mandi.
"Kok jadi dia yang sebel ya?Harusnya kan gwe.Ah tauk ah mending gwe mandi."Ucap sisil langsung pergi ke kamar mandi.
Setelah jam menujukkan pukul 6 lewat 15 menit semua orang turun untuk melangsungkan sarapan mereka.Semuanya hadir dan duduk di kursi masing masing,tanpa ada pembicaraan sepatah katapun.Tiba tiba papa faris memecahkan kesunyian itu.
"Tadi papa udah telvon fia dan katanya mama kamu setuju buat langsungin pernikahannya minggu depan."Ucap papa faris.
"Loh pa kok cepet banget sih ngga gitu juga dong."Ucap sisil.
"Terus mu sampai kapan?Sampai perut kamu membesar?"Tanya mama sinta.
"Mama apaan sih sisil tu ngga hamil orang sisil semalem ngga ngapa ngapain kok sama satria."Ucap sisil.
"Kamu mana tau?Kamu kan tidur."Ucap mama sinta.
"Hey lo bicara dong jangan cuma diem aja."Ucap sisil kepada satria.
"Habisin makan lo jangan banyak bicara."Ucap satria sambil melanjutkan makannya.
Setelah selesai sarapan papa faris pergi ke kantor bersama bram.Sedangkan satria bersiap untuk pulang karna dia memutuskan untuk tidak ke kantor hari ini dan pada saat dia ingin membuka pintu mobilnya tiba tiba tangan sisil menutup kembali pintu mobil satria.
"Awas minggir."Ucap satria.
"Ngga mau,jawab dulu pertanyaan gwe kenapa lo tadi cuma diem aja pas mama sinta sama papa faris ngomong tentang kita."Ucap sisil kepada satria.
"Kenapa gwe harus lakuin hal yang sia sia?"Satria menjawab pertanyaan sisil dengan pertanyaan.
"Maksut lo?"Ucap sisil bingung.
"Kalaupun gwe nolak pernikahan itu akan kejadian juga,lagian sebenarnya papa faris sama mama sinta itu tau kalau kita ngga ngapa ngapain."Ucap satria kepda sisil.
"Maksut lo apa?"Tanya sisil.
"Pikir aja sendiri."Ucap satria lalu masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan sisil.
"Woyy gwe belum selesai ngomong."Teriak sisil.
"Bener bener nyebelin."Ketus sisil.
__ADS_1
Bersambung.....