
Semalaman sisil tidak tidur,dia terus memikirkan sang putri hatinya benar benar hancur bahkan rasa ini lebih sakit daripada saat satria memintanya untuk menggugurkan sang bayi.Sisil tak mau berbicara kepada siapa siapa bahkan kedua orang tuanya tak berhasil membujuk sisil.
Sesuai janji kak alex hari ini dia akan mempertemukan sisil dengan satria.Tapi entah mengapa sisil merasa hatinya kembali sakit bahkan 2x lipat dari saat dia mengetahui kebenaran tentang sang putri.
"Aku akan menepati janjiku,tapi kamu harus janji satu hal kepadaku."Ucap kak alex kepada sisil.
"Apa?"Ucap sisil dengan suara lemahnya.
"Apapun yang terjadi aku tidak akan pergi dari sisimu dan kamu tidak boleh menyuruhku pergi apapun alasannya."Ucap kak alex kepada sisil.
"Ya aku setuju."Ucap sisil dan kak alex tersenyum.
Kak alex langsung mengambilkan kursi roda untuk sisil lalu menggendong sisil dan mendudukkan sisil di kursi roda lalu mendorong sisil menuju parkiran.
Sisil hanya diam dan bertanya pada hatinya sendiri,mengapa dia di bawa pergi dari rumah sakit.Apakah satria sudah sembuh?apakah satria sudah di bawa pulang? begitu banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada kak alex tetapi dia memilih untuk diam.
Di perjalanan sisil hanya melamun sambil menatap pepohonan yang bergerak akibat laju mobil mereka,kak alex terlihat beberapa kali melirik sisil yang diam seribu bahasa.
Tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi sampai di sebuah gang pemakaman keluarga arganta.Sontak sisil menjadi bingung bahkan pikirannya terbang entah kemana.
"Aku mau ketemu satria dulu,kenapa aku dibawa kesini."Tanya sisil kepada kak alex saat kak alex membukakan pintu untuk sisil.
"Kamu tidak ingin melihat putrimu?"Tanya kak alex dan akhirnya sisil turun dan di papah oleh kak alex karna sisil tidak mau di gendong.
Kak alex membawa sisil ke makam sang putri,sesampainya di makam sang putri sisil langsung duduk di samping makam putrinya dan memegang batu nisan yang bertuliskan Sakila zea anastasya,sisil menitihkan airmatanya.
"Nama yang cantik."Ucap sisil sambil tersenyum.
__ADS_1
"Mama sudah mengiklaskan kamu nak,maafin mama ya ngga bisa jaga kamu semuanya salah mama."Ucap sisil sambil menangis lalu dia mengalihkan pandangannya.
Dia melihat sebuah makam baru yang masih basah di samping putrinya,tunggu!makam siapa ini?bukankah ini pemakaman khusus keluarga arganta?siapa yang meninggal?Banyak sekali pertanyaan di kepala sisil.Lalu sisil melihat batu nisan yang bertuliskan Satria putra feng jun,Sisil langsung berdiri dan menatap makam itu tak percaya.
"Apa ini?"Tanya sisil yang masih dalam posisinya,kak alex hanya bisa mendekati sisil dan mengelus punggungnya.
"Yaaa!Lelucon macam apa ini!"Teriak sisil sambil tersimpuh seolah kakinya sudah tidak memiliki tulang.
Sisil benar benar tak percaya dengan semua ini,bagaimana dia bisa berfikir positif?dalam keluarga arganta tidak ada yang namanya satria apalagi feng jun karna jun adalah nama almarhum ayah satria.
"Kami harus iklas ya."Ucap kak alex sambil memeluk sisil.
"Ngga ini ngga mungkin,ini ngga mungkinnnnn."Teriak sisil dan di ikuti dengan pecahnya tangisan yang dia tahan dari tadi.
Sisil benar benar merasa hancur,dia di tinggal kedua orang yang begitu dia sayangi bahkan mereka belum sempat mengucapkan kata selamat tinggal.Sisil benar benar merasa bersalah dan merasa tak berguna sebagai istri sekaligus ibu.
"Takdir apa ini tuhan?Mengapa engkau ambil keduanya dariku?lalu apa tuhan?bahkan rahimku sudah di angkat.Untuk apa lagi aku hidup?Mengapa engkau siksa aku tuhan haaaaaaaaa."Teriak sisil sambil terus menangis.
"Sutt jangan ngomong gitu,kamu ngga boleh salahin takdir."Ucap kak alex yang masih memeluk sisil.
"Lalu aku harus bagaimana?Di saat aku terjebak dalam pernikahan ini aku dan satria sama sama tidak mencintai dan tuhan melunakkan hati kami berdua,kami saling mencintai dan kami berusaha menghadapi kenyataan menunggu satria sembuh lalu aku bisa hamil setelah aku hamil aku di minta menggugurkan anakku lalu sekarang apa?tuhan mengambil keduanya dariku tanpa meminta persetujuan dariku."Ucap sisil sambil terus menangis.
"Tuhan tau yang terbaik untuk kita,jadi jangan marah kepada tuhan karna kematian sudah di gariskan sebelum kita di lahirkan."Ucap kak alex berusaha memberi semangat sisil.
"Kamu bisa ngomong gitu karna kamu ngga tau rasanya,sekarang aku tanya sama kamu.Gimana rasanya di tinggal istri dan anakmu?sakit bukan?aku lebih sakit lagi."Ucap sisil sambil menatap kak alex.
"Aku hidup tapi aku tidak bisa memiliki anak lagi lalu satu satunya orang yang mau menikahiku pergi meningalkan aku."Ucap sisil.
__ADS_1
"Aaaaaa kenapa tuhan,kenapa ini begitu sulit bagiku."Teriak sisil sambil memeluk makam sang suami.
Seketika langit yang tadinya cerah kini berubah menjadi mendung,rintik hujan mulai terlihat membasahi bumi seakan mereka juga ikut kehilangan dan merasakan apa yang di rasakan sisil.
Kak alex tak bergeming dia hanya bisa menyaksikan sisil yang tengah menangis sambil memeluk makam sang suami di bawah rintikan hujan.Mereka berdua membiarkan hujan membasahi tubuh mereka,tak perduli dengan pakaian yang sudah basah kuyup.
Yang ada di pikiran sisil hanyalah bagaimana dia bisa hidup tanpa satria dan putrinya.Memang berat untuk sisil,di tinggal dua orang sekaligus dan itu akan sangat berpengaruh dalam hidupnya.
Kak alex memeluk sisil dari belakang memberikan kehangatan,dan sisil tidak menolak sama sekali karna memang itu yang ia butuhkan sekarang.
"Sesuai keinginan terakhir satria aku akan menikahimu."Ucap kak alex sambil memeluk sisil tetapi sisil diam tak bergeming.
"Setelah tuju hari satria aku akan segera melamarmu."Ucap kak alex.
"Kenapa?"Tanya sisil sesegukan.
"kenapa apanya?"Tanya kak alex sambil menatap wajah sisil dan melepskan pelukannya.
"Kenapa kak alex memaksakan hati kak alex?aku tau hati kak alex hanya untuk gladis,bahkan kak alex menolak perjodohan kita saat itu.Tapi aku sangat bersyukur karna berkat kak alex aku di pertemukan dengan satria yang mampu membuatku bahagia dan memberi banyak kenangan walaupun itu tak akan sebanyak kenanganku dengan kak alex.Tidak usah terlalu kasihan denganku,aku tidak butuh rasa kasihanmu dan itu tidak akan membuat satria kembali bukan jadi tidak usah merasa bersalah atau apapun itu.Satria juga tidak akan memintamu menepati janji."Ucap sisil sambil berdiri dan melangkah pergi.
"Tunggu?mau kemana?"Tanya kak alex yang membuat langkah sisil terhenti.
"Aku ingin pulang."Ucap sisil tanpa berbalik ataupun melihat wajah kak alex.
"Biar aku antar,ini hujan nanti kamu bisa sakit."Ucap kak alex.
"Berhentilah perduli denganku kak,itu akan membuat aku semakin berhutang budi denganmu.Dan aku ingin waktu sendiri jadi jangan ganggu aku.Aku pergi."Ucap sisil lalu melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
Kak alex diam menatap kepergian sisil,dia merasa sangat bersalah kepada sisil.Semuanya bisa terjadi karna dia coba saja dia menerima perjodohan itu pasti sisil tidak akan bisa bersama satria dan semuanya tidak akan seperti ini.Kini yang bisa di lakukan kak alex hanyalah menangisi semuanya yang telah pergi.
Bersambungggggg........