
Satu bulan berlalu
Delon masih belum membuka matanya tetapi itu tak membuat aletta patah semangat,aletta terus di samping delon dan selalu mendoakannya.Berbeda dengan gladis kini dia tengah berada di rumah sakit karna perutnya merasakan kontraksi ya walapun masih kurang 7 hari dari HPL.
"Dis kamu nanti harus kuat ya,maaf aku ngga bisa ikut masuk soalnya aku harus jaga delon gantian sama kak alex."Ucap aletta sambil mengelus delon.
"Iya gpp lagian udah ada bian juga."Ucap gladis sambil terus memegang erat tangan bian.
"Hey ganteng,semangat cari jalannya ya biar cepet cepet ketemu sama tante."Ucap aletta sambil mengelus perut gladis.
"Iya tan,Tante juga semangat ya."Ucap bian dengan suara yang di buat seperti anak kecil.
"Yaudah ya aku balik dulu soalnya delon ngga ada yang nungguin."Ucap aletta kepada gladis.
"Iyaa,sana buruan siapa tau delon udah sadar."Ucap gladis sambil menahan sakitnya.
Aletta langsung kembali ke ruangan delon,aletta terlihat sedang melamun seperti memikirkan sesuatu sambil mengelus elus perutnya.Tiba tiba kak rey datang dan membuat aletta kaget sehingga kepleset.
"Dek."Ucap kak rey sambil menepuk pundak aletta.
"Haa."Ucap aletta sambil berbalik dan terpeleset.
"Aaaa."Ucap aletta kepeleset.
"Huh untung aja aku cepet cepet nolongin."Ucap seseorang yang menangkap aletta.
"Huh kamu tu bikin kakak keringet dingin tau ngga."Ucap kak rey sambil membantu delon untuk berdiri dari pelukan alvaro.
"Kakak ngagetin banget."Ucap aletta sambil duduk di kursi.
"Makasih ya ro,untung ada kamu."Ucap kak rey kepada alvaro.
"Iya sama sama kak."Ucap alvaro.
"Makasih ro."Ucap aletta dengan wajah datarnya.
"Kenapa sih dek kok melamun gitu?Sampek sampe kakak tanya kamu kaget kaya tadi?"Tanya kak rey kepada aletta.
"Ngga tu kak udah beberapa hari aku ngerasa si adek geraknya ngga terlalu lincah bahkan kadang sehari tu cuma nendang 3 kali dan itu ngga kaya biasanya kaya cuma duk duk gitu pdahal biasnya duk duk duk duk.Kan aneh kak yang dari nendang 4 kali satu tendangan jadi cuma 2 kali satu tendangan terus biasanya adek nendang 3 sampai 6 kali dalam waktu yang berbeda sekarang cuma 3 kali."Ucap aletta sambil tetus mengelus perutnya.
__ADS_1
"Kenapa ngga bilang sama kakak sih dek?"Tanya kak rey langsung berjongkok di depan aletta.
"Aku tu nungguin dulu kak,kan aku pantau.Ya aku mikirnya mungkin cuma kebetulan ngga nendang tapi semakin kesini aku ngerasa kok semakin ngga banyak gerak di banding biasanya."Ucap aletta kepada kak rey.
"Hemm kamu ke ruangan delon dulu biar kakak Konsul sama dokter ella dulu."Ucap kak rey kepada aletta.
"Oke kak."Ucap aletta sambil berdiri.
"Kak aku ikut kak rey ya?"Ucap alvaro kepada kak rey.
"Boleh ayuk."Ucap kak rey kepada alvaro.
Aletta langsung masuk ke dalam ruangan delon sedangkan kak rey dan alvaro pergi ke ruangan dokter ella untuk membicarakan tentang keluhan aletta tadi.Sesampainya di ruangan dokter ella kak rey langsung masuk dan duduk di kursi untuk pasien.
"Kenapa kak?"Ucap dokter ella sambil mengecek beberapa berkas pasien.
"Si aletta katanya udah beberapa hari si kembar geraknya ngga kaya biasanya."Ucap kak rey kepada dokter ella.
"Gimana gimana?"Tanya dokter ella sambil meletakkan dokumen yang ia pegang lalu fokus dengan ucapan kak rey.
"Udah beberapa hari si kembar geraknya ngga kaya biasanya,yang tadinya gerak sehari 3 sampai 6 kali bahkan lebih sekarang cuma nendang 3 kali dalam sehari dan tendangannya itu biasanya kan si kembar satu waktu itu 4 kali duk duk duk duk terus kata aletta sekarang cuka 2 kali dalam satu waktu cuma duk duk gitu."Ucap kak rey menjelaskan kepada dokter ella.
"Di ruangan apa?"Tanya kak rey kepada dokter ella.
"Di kamar samping delon,itu kan masih ada 2 kamar kosong nah nanti disana aja.Kak rey bilangin aletta aja buat siap siap kalau mungkin kondisi si kembar ngga memungkinkan nanti akan operasi mungkin malam,jadi kak rey semangatin aletta aja."Ucap dokter ella sambil menelvon seseorang.
"Sus tolong siapkan perlengkapan untuk pemeriksaan kandungan serta alat USG di ruang VVIP samping kamar tuan delon sekarang karna setengah jam lagi akan di gunakan terimakasih."Ucap dokter ella lalu menutup telepon nya.
"Emangnya separah itu sampai harus operasi mendadak?"Tanya kak rey kepada dokter ella.
"Maaf kak tapi aku menduga salah satu dari si kembar pasti sedang dalam keadaan tidak baik entah itu kandungannya melemah atau apa aku juga kurang tau dan itu nanti akan terjawab kalau sudah di USG dan nanti aku sendiri yang akan ambil tindakan."Ucap dokter ella lalu memakai sarum tangannya.
"Mendingan kak rey sekarang telvon om sama tante suruh kesini dan semangatin aletta."Ucap dokter ella dan kak rey langsung pergi untuk mengabari keluarga.
Sedangkan di sisi lain,aletta tengah menggenggam tangan delon dan terus berbicara.Menumpahkan semua keluh kesah ketakutan serta kekhawatirannya terhadap delon serta si kembar.Sampai sampai aletta menangis di sana,para suster hanya bisa melihatnya tanpa bisa menenangkan aletta karna hanya delon dan arya yang bisa menenangkan hati aletta.
"Kamu tau,aku sekarang benar benar ketakutan.Aku takut kalau kamu ninggalin aku terus anak kita juga ikut ninggalin aku,aku takut banget sayang kamu bangun ya pliss aku beneran takut.Kamu bantu semangatin aku ayo kamu bangun emangnya kamu ngga kasihan sama aku?Aku bulan depan udah mau lahiran tapi kamu masih belum bangun kamu tega ngebiarin aku lahiran sendiri?"Ucap aletta sambil menangis.
"Kamu tau ngga aku sekarang udah rajin sholat,dulukan kamu yang sering nyuruh aku buat solat tapi aku sering lupa.Kamu ngga pengen apa jadi imam aku dan anak anak kita pas solat?"Tanya aletta sambil meneteskan air matanya dan tiba tiba delon juga meneteskan air matanya serta menggerakkan tangannya pelan.
__ADS_1
"Sayang?kamu nangis?Ha?Sus suster delon nangis sus."Ucap aletta kegirangan.
"Iya nona saya juga melihatnya,tapi nona jangan keras keras ya bicaranya.Terus ajak bicara tuan delon secara perlahan agar dia merespon dan cepat bangun dari koma."Ucap salah satu suster tersebut dan aletta langsung mengajak delon bicara terus tanpa berhenti sampai tiba tiba mama sinta masuk ke dalam ruangan delon dan menyuruh aletta untuk keluar.
"Kenapa ma?"Tanya aletta kepada mama sinta tetapi mama sinta langsung memeluk aletta dan meneteskan airmata.
"Mama kenapa kok peluk aletta sih?"Tanya aletta kepada mama sinta.
"Sayang kamu harus kuat ya pokoknya anak mama kuat."Ucap mama sinta sambil menyuruh aletta untuk duduk.
"Kenapa ma?"Tanya aletta kepada mama sinta.
"Setengah jam lagi pemeriksaan kandungan nanti juga bakal di USG jadi kita bisa tau penyebab si kembar ngga mau banyak gerak."Ucap mama sinta sambil tersenyum berusaha menguatkan aletta tapi dengan keadaan mata yang basah karna menangis.
"Si kembar gpp kan ma?"Tanya aletta khawatir.
"Gpp,pokoknya apapun yang di bilang dokter ella kamu harus nurut dan harus percaya sama allah karna allah sudah menentukan jalan yang terbaik untuk kita okey."Ucap mama sinta kepada aletta.
"Ma aku takut."Ucap aletta sambil menangis.
"Al?"Ucap alisa lalu berlari dan memeluk aletta dan di ikuti sisil.
"Hey lihat aku."Ucap alisa sambil menatap mata aletta.
"Jangan takut okey?Semuanya akan baik baik saja dan kamu harus kuat ngga boleh takut."Ucap alisa menasehati aletta.
"Al kamu pokoknya harus kuat,si baby boy gladis juga baru aja udah lahir.Nanti kita tinggal kasih semangat buat kamu sama si kembar,kamu mau apa aja nanti bakal aku beliin."Ucap sisil sambil memeluk aletta.
"Aku aja belum jadi sepedaan sama gladis di cina."Ucap aletta sambil cemberut.
"Nanti kalau kalian udah lahiran kita ajak baby kalian juga."Ucap mama sinta.
"Oh iya oma li sama opa ling udah perjalanan ke sini lo."Ucap alisa kepada aletta.
"Dari cina?"Tanya aletta kepada alisa.
"Iya kemarin kak rey kasih kabar kalau sebulan lagi kamu lahiran terus oma sama opa langsung terbang ke sini mungkin hari ini sampe."Ucap alisa kepada aletta.
"Jadi rame dong,tapi sayangnya delon belum bangun."Ucap aletta tersenyum lalu senyumnya pudar dan kembali tak bersemangat.
__ADS_1
Bersambunggggg......