
Sesuai ucapannya,zee menerima tawaran profesor wicaksana untuk bergabung di rumah sakit X dan hari ini zee akan melakukan operasi pertamanya ya walaupun tidak menjadi dokter utama dalam operasi tersebut tetapi zee tetap bangga dengan pencapaiannya.
Pukul 7 waktu jerman zee sudah rapi dengan setelan jeans dan kaosnya,serta rambut sepundaknya yang ia ikat ke belakang membuat kesan sederhana tetapi tetap elegan.Zee memakai sepatu sportnya karna dia akan langsung melakukan operasi pagi ini jadi dia memutuskan untuk memakai sepatu sport karna sepatu pantofel hanya ia gunakan ketika bertugas di bangsal.
Setelah siap zee langsung keluar dari apartemennya dengan menggendong ransel kecilnya dan menaiki lift ke lantai satu,saat zee ingin memesan taksi tiba tiba terdengar suara yang tak asing memanggilnya.
"Selamat pagi nona muda zhong."Ucap seorang pria dengan stelan kemeja yang biasa di pakai oleh seorang pilot serta kacamata hitam yang menambah aura ketampanannya.
"Ngapain lu di sini?!"Tanya zee dengan ketus.
"Kebetulan hari ini gwe ada ujian buat terbang ke kota x jam 9 nanti."Ucap pria tersebut.
"Waaaa selamat,tapi aku ngga tanya."Ucap zee dengan senyum terpaksa.
"Heii kau ini,senang sedikit kek.Kalau aku udah terbang ke kota x berarty dalam waktu 1 bulan aku akan resmi menjadi pilot."Ucap pria tersebut bangga.
"Yayaya terserah lu,gwe udah kesiangan ngga punya waktu buat debat sama lu."Ketus zee sambil berjalan keluar apartemen.
"Nona muda zhong izinkan saya mengantar anda ke rumah sakit."Ucap pria tersebut kepada zee.
"Tau aja lu kalau gwe mes nyetir,cepet waktu gwe ngga banyak."Ucap zee langsung masuk ke dalam mobil mercedes hitam yang terparkir di depan apartemen.
"Emang bener bener keturunan bunda."Ketus pria tersebut sambil masuk ke jok kemudi.
"Pakai sabuk pengaman dulu,nanti adanya lu yang di operasi."Ketus pria tersebut.
"Ih mulutnya clometan banget."Ketus zee.
"Oh iya kak,gwe kan udah mau nikah lu gpp gwe loncatin?"Tanya zee kepada saudara kembarnya.
"Tumben lu panggil kak."Bukannya menjawab chen malah meledek sang adik kembarnya.
"Ngga usah ganti topik pembicaraan deh."Ketus zee.
__ADS_1
"Gpp,orang lu mau punya anak duluan aja gwe seneng banget."Ucap chen jujur.
"Yeee itu mah kesempatan buat lu biar ngga di suruh nikah sama oma."Ketus zee.
"Ya lu tau sendirilah gwe gebetan aja ngga punya gimana coba mau merit dan punya anak."Ucap chen kepada sang adik.
"Suruh jodohin bunda aja."Ucap zee yang langsung dijawab chen.
"Ogah mending gwe lanjut kuliah dari pada harus di jodohin."Ketus chen kepada zee.
"Kenapa sih?kenalan dulu ngga harus langsung nikah."Tanya zee kepada chen.
"Di jodohin itu ngga enak,lu kira cuma modal di jodohin terus cinta bakalan tumbuh gitu aja?ya ngga lah."Ucap chen kepada zee.
"Eh jangan salah,lu kira bunda sama ayah itu ketemu di kolong jembatan?engga bang dia juga di jodohin,gwe juga di jodohin sama axel."Ucap zee sambil melirik chen sinis.
"Ya itukan beda,lu sama si axel aja dari di dalem perut udah temenan apa lagi bunda sama ayah."Ucap chen sambil menepikan mobilnya di depan rumah sakit x.
"Terserah elu lah bang."Ucap zee sambil melepas sabuk pengamannya.
"Udah sana lu berangkat keburu take off."Ketus zee asal.
"Take off pala lu,ini baru jam berapa.Lagian kenapa sih lo sewot banget cuma di anter abangnya paniknya setengah matu."Ketus chen tak terima.
"Heh lu tau ngga tu para perawat para cewe cewe pada liatin lu dengan tatapan terpukau sedangkan natap gwe kaya mau ngajak ribut."Ketus zee sambil berjalan lebih cepat.
"Aduh sayang kenapa jalannya cepet cepet sih?"Ucap chen dengan suara yang dapat di dengar orang orang yang tengah mengawasinya.
Tidak banyak cing cong,zee langsung berjalan lebih cepat menuju ruangannya.Maksutnya ruangan sementara karna ruangan para dokter bedah belum di bersihkan.Saat chen sampai di depan ruangan zee chen langsung memeluk zee dan membuat mata para wanita yang menatapnya melotot hampir keluar dari tempatnya.
"Semangat kerjanya ya sayang,hari pertama harus semangat ya."Ucap chen sambil melepas pelukannya dan mencium kening zee.
"Lu mau gwe tendang?"Tanya zee sambil melotot.
__ADS_1
"Oh iya nanti maaf ya sayang aku ngga bisa jemput soalnya aku nanti tugas jadi nanti kamu pulang sendiri gpp ya."Ucap chen sambil mengelus rambut zee pelan dengan senyum puas karna telah mengerjai sang adik kembarnya.
"Gwe tendang aset lu mau?"Ketus zee sambil menggertakkan giginya.
"Udah sana masuk."Ucap chen saat sudah benar benar puas mengerjai sang adik kembarnya.
*
*
Pukul 8 zee sudah siap dengan jas putihnya dia bergegas pergi ke ruang operasi,dia di sambut dengan profesor wicaksono.Zee di berikan jubah operasi masker sarung tangan serta penutup rambut,zee memakai perlengkapan operasi lalu masuk ke meja operasi bersama para dokter lainnya.
Zee di berperan sebagai asisten utama profesor wicaksono,saat pasien telah di suntik anastesi dan pisau bedah telat merobek kulit pasien sehingga mengeluarkan darah zee benar benar fokus dan memperhatikan dengan teliti.Zee menjalankan tugasnya dengan sempurna,tak terasa sudah 2 jam ia berada di ruang operasi akhirnya dia keluar juga.
Zee langsung melepas semua perlengkapan yang ia pakai dan membuangnya ke tempat sampah lalu ia mencuci tangannya.Karna ini hari pertamanya jadi dia hanya mendapat satu pasien saja,zee pergi ke ruangannya untuk beristirahat sejenak.
Zee mempelajari beberapa data para pasien penderita tumor dan kangker stadium akhir,zee terlihat sedih hatinya terkoyak entah mengapa ia sangat kasihan.Setelah mempelajari itu semua zee langsung pergi ke laboratorium pribadi profesor wicaksana untuk meracik beberapa ramuan untuk penderita kangker dan tumor.
Dengan kefokusan tinggi dan ketenangan yang luar biasa zee meracik beberapa ramuan bahkan saking fokusnya dia sampai tidak tau kalau profesor wicaksana ada di sampingnya.
"Dokter xia tidak istirahat?"Tanya profesor wicaksana yang membuat zee langsung menghentikan pekerjaannya.
"Hemm tidak prof,tadi saya membaca data para pasien penderita kangker jadi saya berniat untuk membuat beberapa ramuan untuk mereka."Ucap zee kepada profesor wicaksana.
"Selesaikan pekerjaanmu saya akan menunggu."Ucap profesor wicaksana.
"Menunggu?"Tanya zee kepada profesor wicaksana.
"Saya mau menyampaikan beberapa pertanyaan serta ucapan terimakasih sambil makan siang apakah dokter xia ada waktu?"Tanya profesor wicaksana kepada zee.
"Ah prof jangan panggil saya dokter,saya masih belum pantas mendapat gelar itu karna saya belum sah menjadi dokter."Ucap zee sambil melepas kacamatanya.
"Sudah kamu selesiakan dulu,saya ingin melihat sekaligus belajar cara membuat ramuan itu."Ucap profesor wicaksana sambil melihat ramuan yang di buat zee.
__ADS_1
Zee dengan senang hati menjelaskan dan mengajarkan profesor wicaksana cara membuat ramuan tersebut serta manfaat dan efek sampingnya.Tidak perlu di ragukan lagi jika zee bisa masuk ke rumah sakit ternama di jerman dengan mudah bahkan dia sangat akrab dengan profesor wicaksana yang sangat terkenal,ya kalau orang pintar sudah tidak di ragukan lagi ya.
Bersambunggggg..........