
Hari ini sesuai keinginan aletta dia akan membantu dokter ella bertugas di rumah sakit.Delon yang tadinya ada meeting untuk membahas kantor cabang yang sahamnya anjlok terpaksa harus membatalkannya dan mengantar aletta ke rumah sakit.
Sebenarnya aletta tidak meminta delon untuk mengantarkannya tetapi delon tetep kekeh mengantarkan sang istri apalagi sekarang perut aletta sudah buncit karna berisikan dua buah hatinya.
Sesampainya di rumah sakit sudah ada gladis dan bian yang menunggu aletta serta dokter rio dan ella yang menyambut aletta.Aletta langsung turun dan menghampiri mereka.
"Udah lama?"Tanya aletta kepada gladis.
"Engga kok baru aja,udah yuk masuk."Ucap gladis mengajak aletta.
"Eh bentar."Ucap aletta lalu mendekati delon.
"Udah kamu kerja aja ya,ngga udah mikirin aku.Aku di sini aman kok ada gladis dokter ella kak rio sama bian juga lagian si adek juga jagain bunda kok."Ucap aletta sambil mengelus perutnya.
"Beneran?"Tanya delon kepada aletta.
"Iya beneran,kamu kerja aja sana."Ucap aletta kepada delon.
"Tapi aku tu ngga mau jauh jauh sama kamu by rasanya tu aneh."Ucap delon kepada aletta.
"Husss pamali ngga boleh ngomong kaya gitu."Ucap aletta sambil mengelus perutnya.
"Hemm yaudah aku percaya sama kamu."Ucap delon kepada aletta.
"Sayang,kalian berdua jagain bunda ya anak ayah kan pintar."Ucap delon sambil mengelus perut aletta lalu mencium perut aletta.
"Bi,titip istri gwe ya.Tolong lo jaga ya gwe ngga akan lama kok nanti gwe usahain jemput satu jam sebelum kalian pulang."Ucap delon kepada bian.
"Iya santai aja,gwe jagain kok lagian di sini juga banyak orang."Ucap bian kepada delon.
"Aku kerja ya sayang."Ucap delon lalu mencium kening aletta.
"Iyaa,Nanti kalau jemput aku bawain susi ya by."Ucap aletta sambil memeluk delon.
"Iya sayang."Ucap delon sambil mengelus rambut aletta.
"Kenapa momennya jadi haru gitu ya?Aku pengen nangis tau yang seolah mereka mau pisah jauh gitu."Ucap gladis kepada bian.
"Huss ngomongnya jangan ngawur deh yang."Ucap bin sambil merangkul gladis.
"Bayy by."Ucap delon sambil masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan rumah sakit.
"Yuk kita masuk."Ucap dokter rio mengajak mereka masuk.
"Ayo aku bantu."Ucap dokter rio membantu aletta menaiki tangga.
"Nanti kak ella marah lo kak."Ucap aletta menaiki anak tangga dengan di bantu kak rio.
"Aku akan lebih marah kalau rio ngga bantuin kamu al."Ucap dokter ella.
"Ah kak ella emangnya aku anak presiden apa."Ucap aletta kepada dokter ella.
"Kamu lebih penting dari anak presiden."Ucap bian ikut menimpali.
"Iya aletta itu lebih penting dari segalanya."Ucap gladis sambil menggandeng aletta masuk ke dalam rumah sakit.
"Em aletta bantuin ella buat nanganin cek kandungan gpp kan?"Tanya dokter rio kepada aletta.
"Iya gpp,tapi nanti aku pengen ketemu sama dokter bedah boleh kan kak?"Tanya aletta sambil duduk di ranjang yang ada di ruangan dokter ella.
"Iya nanti kalau udah selesai kamu bisa ngobrol sama dokter spesialis bedah."Ucap dokter rio kepada aletta.
__ADS_1
"Yess."Ucap aletta kegirangan.
"Terus kamu ngapain yang di sini?"Tanya bian kepada gladis.
"Temenin aletta."Ucap gladis dengan entengnya.
"Ya allah sayang.Aku bela belain ngga kerja buat temenin kamu ke sini kamu bilang kamu mau temenin aletta?"Ucap bian frustasi.
"Kenapa?Ngga mau?Yaudah sana kerja aja aku juga ngga mau di temenin sama kamu."Ucap gladis merajuk.
"Engga kok maksutnya tu aku seneng gitu lo yang bisa temenin kamu."Ucap bian menahan kesalnya.
"Ya bagus."Ucap gladis.
"Yaudah aku tinggal dulu ya sayang."Ucap dokter rio sambil mencium kening dokter ella.
"Iya."Ucap dokter ella.
Dokter ella langsung memberikan jas kerja dokter untuk aletta dan melihat berkas berkas yang ada di mejanya,berkas yang berisikan nama nama ibu hamil yang akan melakukan cek kandungan untuk hari ini.Dokter ella lalu mengajak aletta dan gladis menuju ruang USG dengan bian juga tentunya.
"Ini lama lama aku kaya nyamuk."Gumam bian.
"Udah sabar sabarin aja,tinggal 1 bulan lagi juga lahiran."Ucap aletta yang mendengar gumaman bian.
"Kalian ngomongin apaan sih?"Tanya gladis kepada aletta dan bian.
"Ngga ada kok."Ucap bian sambil melirik aletta.
Sesampainya di ruang USG dokter ella langsung memanggil pasien pertama,dokter ella mengecek pasiennya dan melakukan USG.Setelah selesai dokter ella memanggil pasien ke duanya dan kali ini aletta yang memeriksa pasien ke dua itu.
Aletta mengecek detak jantung tensi darah dan juga menanyai keluhan yang di rasakannya.Mereka berdua terus melakukan aktivitasnya sedangkan gladis dan bian hanya duduk di pojokan sambil memakan cemilan.
"Yah yang,kalau aku beli somay siapa yang jagain kamu sama aletta?"Tanya bian kepada gladis.
"Kamu ngga mau?"Ucap gladis merajuk.
"Iya iya mau."Ucap bian lalu mengambil ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan kepada seseorang.
"Yaudah aku pergi dulu ya,kamu nanti kalau mau apa apa tunggu aku dulu kalo ngga kamu panggil kak rio."Ucap bian kepada gldis.
"Iya."Ucap gladis sambil memakan cemilannya.
"Al,gladis minta di beliin somay di depan kampus X kamu sama gladis aku tinggal dulu ya,nanti kalau mau pergi kemanapun itu kamu tungguin aku balik,kalau kelamaan kamu penggil rio aja okey?"Ucap bian kepada aletta.
"Iya,aku juga mau ya 2 sama dokter ella juga."Ucap aletta.
"Iya aku beliin sekalian,La tolong jagain gladis sama aletta ya."Ucap bian kepada dokter ella.
"Iya tenang aja."Ucap dokter ella.Sedangkan bian langsung pergi untuk membelikan somay yang di inginkan sang istri dan juga aletta dan ella.
Di sisi lain
Delon tengah memeriksa berkas yang akan ia bawa untuk meeting di luar kota,Dia harus menangani semuanya sendiri karna hati ini dian tengah menangani perusahaan yang ada di Malaysia karna disana sahamnya juga tiba tiba anjlok jadi mau tak mau delon dan dian harus membagi dua pekerjaan itu.
Setelah menyiapkan semua berkasnya delon langsung membawa berkas berkas dan laptopnya ke dalam mobil.Lalu delon menuju ke bandara,tetapi entah mengapa dari tadi pagi dia merasa ada yang mengganjal dan dia juga merasa akan ada hal buruk yang terjadi maka dari itu dia tak mau meninggalkan aletta tetapi karna ada masalah jadi dia terpaksa meninggalkan aletta sendirian.
Ting
Suara ponsel delon berbunyi,delon langsung mengambil ponselnya dan melihat siap yang mengirim sebuah pesan ternyata bian.Delon langsung membuka pesan dari bian.
"Bro,lo suruh orang ke rumah sakit sekarang buat jagain aletta dan gladis.Soalnya ini gladis minta di beliin somay istri lo juga minta.Lo kirim orang secepatnya ya." Sebuah pesan dari bian.
__ADS_1
Delon yang membaca pesan itu langsung menelfon anak buahnya termasuk ryan(Tangan kanan aletta yang menangani markas) Setelah menelvon mereka semua delon langsung putar balik dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
Di rumah sakit
Dokter ella gladis dan juga aletta tengah istirahat makan siang.Mereka memakan makanan yang di sediakan di rumah sakit,dokter rio tidak ikut karna dia sedang ada operasi mendadak entah bagai mana ceritanya karna tidak biasanya ada operasi mendadak dan pasien yang di tangani dokter rio sekarang adalah pasien operan dari rumah sakit lain.
"Kak dis aku mau ke kamar mandi dulu ya."Ucap aletta kepada dokter ella dan gladis.
"Mau aku anterin?"Tanya gladis.
"Kamu nawarin apa ngapain?"Tanya dokter ella kepada gladis.
"Hehe maaf ya al aku lagi males jalan kamu lihat kan kaki aku bengkak kaya gini."Ucap gladis kepada aletta.
"Iya gpp aku sendiri aja,lagian kamar mandinya cuma di luarkan."Ucap aletta.
"Eh kamar mandi lantai ini ngga bisa di pake ngga tau kenapa udah 2 hari airnya ngga keluar jadi kita pake kamar mandi khusus dokter ada di lantai atas gpp kan?"Tanya dokter ella kepada aletta.
"Iya gpp,tapi ada lift kan kak?"Tanya aletta kepada dokter ella.
"Ada,yuk aku anterin."Ucap dokter ella kepada aletta.
"Eh ngga usah kak."Ucap aletta.
"Udah gpp ayuk."Ucap dokter ella kepada aletta.
"Emangnya gladis gpp di sini sendirian?"Tanya aletta kepada gladis.
"Gpp tenang aja."Ucap gladis.
"Hem okey."Ucap aletta.
Alett dan dokter ella langsung menaiki lift untuk pergi ke lantai atas,Saat pintu lift terbuka dokter ella dan aletta langsung menuju kamar mandi tetapi tiba tiba ada seseorang yang memanggil dokter ella.
"Dokter ella?"Panggil seorang suster.
"Iya sus ada apa?"Tanya dokter ella kepada suster tersebut.
"Dok ada ibu hamil yang akan melahirkan."Ucap suster tersebut kepada dokter ella.
"Loh sus kan sudah 1 bulan ini saya tidak menangani persalinan,kalau misalnya ada yang melahirkan itu akan di tangani oleh dokter sinta."Ucap dokter ella.
"Iya tapi masalahnya dokter sinta tiba tiba perutnya sakit dok jadi dokter sinta meminta saya menemui dokter ella untuk menggantikannya."Ucap suster tersebut.
"Tapi saya tidak bisa sus,saya harus menjaga aletta."Ucap dokter ella.
"Udah kak gpp,sana gih kasihan pasiennya aletta bisa jaga diri aletta sendiri kok."Ucap aletta kepada dokter ella.
"Ngga bisa gitu al."Ucap dokter ella.
"Kak kasihan lo,kalau kakak ngga cepet cepet tanganin ibu hamilnya bisa bisa baby yang ada di kandungannya kenapa kenapa."Ucap aletta kepada dokter ella.
"Hemm okey,tapi kamu gpp aku tinggal sendirian?"Tanya dokter ella kepada aletta.
"Iya gpp,itu kan kamar mandinya?"Tanya aletta kepada dokter ella.
"Iya,kamu hati hati ya.Bayy aku tinggal dulu."Ucap dokter ella lalu berlari kecil mengikuti suster tersebut sedangkan aletta pergi ke kamar mandi.
Aletta langsung menuntaskan panggilan alamnya,karna aletta bukan tipe orang yang bisa menahan buang air kecil.Setelah itu aletta keluar dan mencuci tangannya tiba tiba ada sesorang bertopi dan memakai masker membius aletta dan alhasil aletta tidak sadarkan diri.
Bersambungggggg.........
__ADS_1