Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Kemenangan xia


__ADS_3

Akhirnya setelah berdebat dengan axel xia memutuskan untuk kembali ke stadion bersama chen dan lee karna xia harus melanjutkan lomba memanahnya.


"Ayo kita balik ke stadion,lomba memanahnya setengah jam lagi di mulai."Ucap chen kepada xia.


"Iya belum juga nanti kita harus mengulang lomba menembak."Ucap lee kepada xia.


"Kenapa kalian berisik sekali."Ketus xia kepada chen dan lee.


"Axel aku pergi dulu ya nanti sampai rumah kamu harus langsung istirahat okey?"Ucap xia sambil berdiri dari duduknya.


"Okeyy princess aku,oh iya jangan lupa borong pialanya ya."Ucap axel kepada lee.


"Itu pasti."Ucap xia lalu berpamitan.


"Om tante xia balik ke stadion dulu ya,xia harus lanjutin lomba soalnya."Ucap xia kepada gladis dan rangga.


"Iya sayang,hati hati ya semangat."Ucap gladis menyemangati xia.


"Iya tan makasih,bay tan bay om."Ucap xia lalu keluar dari ruangan axel dengan di ikuti chen lee dan pengawal joon.


Xia langsung menuju parkiran dan masuk ke mobilnya,lalu setelah semuanya masuk mereka menggunakan sabuk pengaman masing masing dan pengawal joon menginjak pedal gas mobilnya.Pengawal joon sedikit cepat membawa mobilnya karna waktunya sangat mepet.


"Nona ayo cepat acaranya sudah mau di mulai."Ucap pengawal joon kepada xia.


"Iya iya ini masih pake sepatu."Ucap xia sambil memakai sepatunya.


Setelah selesai memakai sepatu xia dan ketiga pria yang membuntutinya masuk ke dalam stadion,xia langsung mendekati ayah lee.


"Paman apakah acaranya sudah di mulai?"Tanya xia kepada ayah lee.


"Eh kamu udah datang?sana sana kamu masuk ke tempat no 3."Ucap ayah lee kepada xia.


"Eh ini."Ucap lee memberikan panah dan memasangkan tempat anak panah di kaki xia.


"Xexein."Ucap xia berterimakasih menggunakan bahasa mandarinnya.


Xia langsung berlari ke tempatnya karna pertandingan sudah mau di mulai,sedangkan chen dan lee duduk di samping papa lee dan pengawal joon dia entah kamana seolah dia tidak mau memperlihatkan wajahnya kepada papa lee.


"Papa bagaimana bisa xia tidak di diskualifikasi?"Tanya lee kepada sang ayah.


"Tadi papa bilang sama petugasnya terus mereka memaklumi oh iya kamu juara satu lo."Ucap papa lee kepada lee.


"Aku?juara satu?yesss."Ucap lee kegirangan.


"Aku menang taruhan jadi aku bisa tau siapa kamu xia,hem gadis kecil yang misterius."Batin lee


Semua melihat Cera xia memanah dan tepat pada sasarannya,bahkan musuh musuh xia adalah anak anak berumur lebih dari 10 tahun tetapi tetap saja hal itu mudah untuk xia.


"Waw tepat sasaran semua."Ucap lee terkagum kagum.

__ADS_1


"Siapa dulu adek aku gitu lo."Ucap chen membanggakan diri.


"He eleh."Ketus lee.


"Eh xia sini,istirahat dulu nih minum duku."Ucap ayah lee sambil memberikan minum.


"Terimakasih paman."Ucap xia lalu meneguk minumnya.


"Kok paman?bukannya tadi kamu memanggil ayahku dengan sebutan om?"Tanya lee kepada xia.


"Aku lihat paman lebih cocok untuk ayahmu karna ayahku terlihat lebih muda dari ayahmu."Ucap xia.


"Oh ya?siapa nama ayah kamu?"Tanya ayah lee kepada xia.


"Ayah kami namanya ananda de____."Ucap chen terpotong karna mendapat sorotan tajam dari xia.


"De?de siapa?"Tanya ayah lee.


"Maaf paman tapi kita harus merahasiakan nama orang tua kita untuk keamanan kita berdua."Ucap xia kepada ayah lee.


"Baiklah tidak papa,pasti kedua orang tua kalian sangat menyayangi kalian."Ucap ayah lee sambil mengacak acar rambut xia.


"Tentu saja."Jawab chen.


"Benar benar misterius bukan?bahkan nama orang tuanya saja tidak di sebutkan secara sembarangan apalagi nama panjang mereka marganya saja mereka tidak memberi tahu apakah mereka orang penting?hemm kenapa aku jadi suka sama xia ya."Batin lee.


"Oh iya paman apakah masih lama pertandingannya?"Tanya xia kepada ayah lee.


"Baiklah."Ucap xia sambil melepas tepat anak panah dari kakinya.


"Hahaha."Ayah lee tertawa.


"Kenapa paman tertawa?"Tanya xia kepada ayah lee.


"Tidak papa hanya lucu saja,kakimu terlalu kecil untuk membawa itu."Ucap ayah lee.


"Tapi paman bangga karna kamu benar benar anak yang berprestasi dalam bidang memanah."Sambung ayah lee.


"Terimakasih om."Ucap xia kepada ayah lee.


"Oh iya bagaimana kalau besuk kalian ikut ke tempat latihan paman?"Tanya ayah lee kepada chen dan xia.


"Wahh itu sangat menyenangkan tapi aku tidak mu ikut jik xia tidak ikut."Ucap chen lalu tertunduk lesu.


"Xia?kenapa?"Tanya ayah lee kepada xia.


"Axel masih sakit xia ngga tega ninggalin axel sendirian."Ucap xia kepada ayah lee.


"Ikutlah lagian cuma sebentar pasti axel juga menyuruhmu untuk ikut."Ucap ayah lee kepada xia.

__ADS_1


"Baiklah besuk xia ikut."Ucap xia setelah berfikir.


"Yeeee."Teriak chen kegirangan.


"Aduh senengnya."Ucap ayah lee kepada chen.


"Iyalah chen seneng soalnya chen itu pengan jadi tentara tapi chen juga pengan jadi pilot."Ucap chen kepada ayah lee.


"Wahh bagus itu,kalau kamu ingin masuk tentara kamu hubungi paman saja nanti paman bantu."Ucap ayah lee kepada chen.


"Eh xia itu di panggil."Ucap lee lalu xia kembali bertanding.


"Hem?memangnya paman tentara?Lagian chen pengennya jadi tentara korea selatan."Ucap chen kepada ayah lee.


"Eits jangan salah ayahku ini juga tentara dan dia juga lahir di korea selata."Ucap lee kepada chen.


"Benarkah?lalu kenapa om di sini?"Tanya chen kepada ayah lee.


"Karna om sedang libur dan istri om orang asli china."Ucap ayah lee.


"Wahh pantas saja lee tampan."Ucap chen kepada lee.


"Kamu juga tampan eh kalau di lihat lihat wajahmu bukan asli china?"Tanya ayah lee kepada chen.


"Hehe iya om,ayah dan bunda asli indonesia semua tapi nenek itu dulunya asli china jadi kita ada darah chinanya sedikit deh."Ucap chen menjelaskan.


"Wah indonesia jauh sekali."Ucap ayah lee.


"He'em dan kami akan segera kembali ke indonesia karna adik dan orang tua kami sudah di indonesia."Ucap chen menjelaskan.


"Lalu kalian disini sendiri?"Tanya ayah lee.


"Tidak, kami disini dengan oma dan opa eh ada tante dan om juga."Ucap chen.


"Kalian liburan?"Tanya ayah lee.


"Tidak paman,dulu kata bunda oma memaksa ayah bunda serta om dan tante kami untuk menetap waktu kami masih kecil bahkan om tante kami juga ada yang masih hamil lalu kami menetap 5 tahun di sini dan sesuai kesepakatan kami akan kembali ke indonesia."Ucap chen menjelaskan.


"Yeeeeeeee."Sorakk lee membuat chen dan ayah le kaget.


"xia kamu hebatttt."Teriak lee dan chen langsung berlari dan memeluk saudari kembarnya.


"Kamu benar benar hebattt."Ucap chen sambil memeluk xia tefapi xia hanya diam saja.


"Bisa kamu lepas ngga aku ngga bisa napas."Ketus xia.


"Ngga mau aku malu."Ucap chen sambil menyembunyikan wajahnya di bahu xia.


"Udah sini ngumpet di belakang aku."Ucap xia dan chen menurut.

__ADS_1


Bersambungggggg......


__ADS_2