Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Pernikahan gladis


__ADS_3

Waktu terus berjalan,Hari berganti hari dan hari ini tepat acara ijab qobul gladis dan bian.Semua penghuni mansion telah menginap di hotel arganta karna acara ijab qobul akan di langsungkan di hotel milik keluarga arganta.


Bian sudah ada di sebuah ruangan bersama delon dan satria.Sedangkan gladis ada di kamarnya bersama ketiga sahabat tercintanya.


Dan pada saat acara akan di mulai bian menuju kursinya untuk mengucapkan janji sucinya,Sedangkan gladis duduk tak jauh dari bian.Gladis meneteskan air matanya.Dia sedih karna papa faris yang menjadi walinya.


Gladis berusaha kuat bagaimanapun ini hari pentingnya bersama bian dia tidak boleh melihatkan kesedihannya.Ya sebenarnya hati gladis sangat kecewa karna di hari pernikahannya papanya tidak datang untuk menjadi walinya bahkan saat gladis memberi kabar jika dia akan menikah papanya hanya biasa saja bahkan tidak memberikan ucapan selamat.


Dian yang mengerti jika putrinya menangis langsung menghampiri putrinya dan menggenggam tangannya lalu menatap putrinya dan berbicara.


"Sayang kamu harus kuat okey,kamu ngga boleh nangis karna hari ini adalah hari penting kamu."Ucap mama dian.


"Mungkin dia lagi ada urusan yang ngga bisa di tinggal."Ucap mam dian.


"Kamu kan dulu juga udah janji sama kak gibran kalau kamu ngga boleh nangis lagi setelah kepergian kak gibram."Ucap mama dian.


"Gladis nangis karna gladis bahagia kok ma."Ucap gladis berbohong.


Dan tibalah waktunya mempelai wanita di persilahkan duduk di samping mempelai pria karna sang mempelai pria akan membayar tunai sang mempelai wanita.


"Baik apakah semuanya sudah siap?"Tanya penghulu.


"Sudah."Ucap mereka serempak.


"Silahkan tuan."Ucap penghulu kepada faris.


"Saya nikahkan engkau ananda febian anggara bin satio anggara dengan putri angkat saya Gladis syirena putri binti rangga hall dengan mas kawin satu set perhiasan 50 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."Ucap Faris.


"Saya terima nikahnya gladis syirena putri binti rangga hall dengan maskawin tersebut dibayar t...."Ucap bian terpotong.


"Stop."Ucap pria yang baru saja datang dan sontak semua orang melihat kearahnya.


"Mas rangga."Ucap mama dian.


"Papa."Ucap gladis sambil meneteskan air mata.


"Ijinkan saya menikahkan putri saya."Ucap papa rangga.


"Tentu saja,kau hampir membuatku marah jika kau tidak datang."Ucap faris lalu mundur kebelakang agar rangga bisa duduk dan menikahkan putrinya.


"Baik bisa di mulai."Ucap penghulu.


"Saya nikahkan engkau ananda febian anggara bin satio anggara dengan putri kandung saya gladis syirena putri binti rangga hall dengan maskawain satu set perhiasan 50 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."Ucap rangga.


"Saya terima nikahnya gladis syirena putri binti rangga hall dengan maskawin tersebut di bayar tunai."Ucap bian.


"Sah?"Ucap penghulu.


"Sahhh."Ucap semua orang yang ada di sana.


Penghulu memimpin doa,lalu gladis mencium tangan bian dan bian mencium kening gladis.Lalu papa rangga mendekati gladis dan memeluknya.

__ADS_1


"Maafin papa ya sayang papa datengnya telat."Ucap rangga.


"Papa."Ucap gladis lalu menangis.


"Suttt jangan nangis hari ini hari bahagia kamu dengan nak bian jadi kamu jangan biarkan air matamu jatuh okey."Ucap papa rangga sambil mengelap air mata gladis.


"Nak bian saya titip putri saya ya,tolong di jaga jangan sampai dia menangis."Ucap rangga.


"Iya pa."Ucap bian.


Setelah itu semua orang memberikan selamat untuk bian dan gladis.Serta memberikan doa doa.Berbeda halnya dengan satria dia malah memberikan sesuatu kepada bian.


"Nih biar tahan lama."Ucap satria sambil memberikan sesuatu kepada bian.


"Apa?"Tanya bian sambil melihat sebuah botol kecil yang di berikan satria.


"Ramuan."Ucap satria dan delon yang di belakang satria langsung tertawa.


"Jangan lu dengerin si satria dia sesat."Ucap delon.


"Udah deh percaya sama gwe tahan sampe 3 jam."Ucap satria.


"Hey kalian bahas apaan sih."Ketuk aletta.


"Tu by satria jahilin bian kamu tendang aja biar tau rasa dia."Ucap delon.


"Hey sat lu bisa jalan ngga gwe mau turun ambil makan kalau ngga pergi gwe tendang lu ya."Ketus aletta dan satria langsung lari.


"Si rangga mana ini kok belum keliatan?"Tanya bian kepada delon.


"Selamat ya buat gula sama si biangkerok."Ucap rangga sambil menggandeng seorang wanita.


"Eh lu ngapain gandeng si aqela."Tanya aletta.


"Diem lu,ngga tau orang galau apa."Ucap bian.


"Semoga cepet dapet gantinya ya."Ucap gladis sambil tersenyum.


"Kalau aku maunya kamu gimana?"Ucap rangga.


"He jan ngadi ngadi lu."Ketus bian tak terima.


"Awas macannya ngamuk."Ucap delon sambil tertawa.


Setelah itu mereka berfoto untuk kenang kenangan sebelum sang pengantin istirahat lalu bersiap untuk acara pesta yang akan di langsungkan nanti sore jam 4 di lapangan golf keluarga anggara.


Bian dan gladis memilih istirahat dihotel agar nanti dia makeupnya dan memakai bajunya bisa di bantu oleh MUA karna gladis tidak mau merepotkan orang rumah.


Aletta juga tak mau kalah dia juga mau istirahat di hotel karna dia sudah sangat cape,ya karna memang hari ini sebenarnya aletta agak tidak enak badan tapi dia memaksakan menemani sahabatnya.Apalagi ini sekali seumur hidup pikirnya.


Sedangkan yang lainnya pulang ke mansion untuk istirahat dan bersiap.Sedangkan alisa dan aqela pulang ke rumah dinas karna mama elisa dan papa adi sudah sampai di indonesia.Dan sisil juga sama dia istirahat di hotel karna mama fia dan papa anggara sudah di indonesia.

__ADS_1


Di kamar hotel


Di kamar suite room lantai teratas yang di tempati pengantin baru terlihat sebuah koper yang mengenaskan karna semua isinya sudah berceceran di lantai.


Gladis duduk di sofa dengan wajah yang nampak kesal pasalnya koper yang sudah dia siapkan dari rumah yang berisikan baju gantinya di tukar oleh satria dan koper itu berisikan baju haram seperti saringan tahu.


Bian berusaha membujuk gladis agar tidak marah lagi,dan bian juga sudah meminta bantuan aletta untuk membelikan baju untuk gladis tapi gladis masih tetap marah karna di pikiran gladis satria itu mendapat perintah dari bian padahal itu tidak benar.


"Udah dong yang jangan marah gitu lagian ini aletta juga udah beliin baju buat kamu kenapa masih marah sih."Ucap bian.


"Yang?"Ucap gladis sambil menahan malu.


"Kenapa emangnya hemm?Aku salah panggil istri aku sayang?"Ucap bian.


"Engga aku ngga bilang kalau aku ngga boleh."Ucap gladis.


"Yaudah sana kamu mandi duluan aja nanti kalau aku mandi duluan kamu marah."Ucap bian frustasi.


"Ngga bisa buka resletingnya."Ucap gladis pelan.


"Apa?"Tanya bian karna memang bian tidak mendengar ucapan gladis.


"Ngga bisa buka resletingnya."Ucap gladis pelan tapi masih bisa di dengar oleh bian.


"Sini aku bukain."Ucap bian.


"Hey ngga mau ya,jangan modus nanti sore ada acara pesta."Ucap gladis sewot.


"Astga kok pikiran kamu kaya gitu orang aku cuma mau bantuin kamu biar kamu cepetan mandi kan kalau kamu udah mandi aku bisa mandi dsn bisa istirahat."Ucap bian kesal.


"Owh,yaudah minta tolong."Ucap gladis kepada bian dan bian langsung membukakan resleting baju gladis.


"Dah."Ucap bian lalu mengambil paper bag berisikan baju yang di belikan aletta tadi lalu pergi kekamar mandi.


"Aduh lucunya istriku."Ucap bian sambil membuka ponselnya.


Setelah 20 menit akhirnya gladis keluar dari kamar mandi menggunakan kaos santai dan celana pendek selutut dan rambut yang masih memakai handuk,Sontak bian langsung melihat kearah gladis dan bian mengkagumi istinya.


"Udah sana mandi."Ucap gladis.


"Kamu kok kalau ngga pake make up tambah cantik."Ucap bian kepada gladis.


"Udah deh ngga usah ngegombal sana mandi."Ucap gladis karna dia sudah malu.


"Baiklah istri."Ucap bian lalu pergi ke kamar mandi sedangkan gladis mengeringkan rambutnya.


Setelah 20 menit akhirnya bian keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada dan hanya memakai celana pendek,dan betap terkejutnya bian saat melihat gladis sudah terlelap tidur di ranjangnya.


"Belum ada setengah jam udah tidur."Ucap bian.


"Mungkin dia kecapean."Ucap bian lalu mencium kening gladis.

__ADS_1


Setelah itu bian langsung mengambil kaosnya dan mengeringkan rambutnya.Setelah selesai bian langsung menyusul gladis untuk tidur di samping gladis.


Bersambung......


__ADS_2