
"Di?"Ucap aletta memanggil delon.
"Kenapa?"jawab delon yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Aku ngga nyangka aja selama ini lo tu perduli sama gwe."Ucap aletta.
"Karna gwe lebih mentingin kebahagiaan lo daripada kebahagiaan gwe."Ucap delon yang masih tetap sibuk dengan leptopnya.
"Adii gwe seriuss."Teriak aletta kepada delon.
"Al bisa ngga,ngga usah teriak teriak?"Ucap delon sambil menutup leptopnya.
"Ya salah siapa aku ngomong kamunya sibuk sama laptop."Ketus aletta.
"Dari pada aku ngomong sama kamu tapi kamu ngga mau jujur sama aku mending aku ngecek dokumen kantor."Ketus delon.
"Maksut Lo apaan sih di?"Tanya aletta sok sokan tidak tau.
"Okey gwe ulangin,Aletta laurent putri arganta lo punya perusahaan sendiri?"Ucap delon.
__ADS_1
"Ya LA compenny punya papa."Ucao aletta sedikit gugup.
"Lo tau Laurent compenny?"Ucap delon.
"Ya tau dong perusahaan sukses no 3 setelah perusahaan keluarga adipati."Ucap aletta dengan nada yang di buat senetral mungkin.
"Menurut lo Laurent compenny itu punya siapa?"Tanya delon memojokkan aletta.
"Ya mana gwe tau."Ucap aletta sedikit gugup.
"Lo tau kan marga Laurent itu cuma milik keluarga tante sinta?"Ucap delon lagi.
"Udah gwe duga."Ucap delon sambil melihatkan laptopnya yang memperlihatkan identitas aletta.
"Kurang ajar lo bobol identitas gwe?"Teriak aletta sambil melempar bantal kearah delon.
"Ya lumayan jago juga ya orang lo bisa nutupin identitas lo dengan aman,tapi lo lupa siapa gwe."Ucap delon sambil menangkap bantal yang di lempar aletta.
"Al lo tu ngga seharusnya sembunyi sembunyi kayak gini,om faris sama tante sinta pasti bangga dan ngga akan marah kalau tau lo punya bakat bahkan punya perusahaan."Ucap delon sambil menatap mata aletta.
__ADS_1
"Lo ngga ngerti di."Ucap aletta.
"Gwe tau semuanya,gwe tau kalo lo itu takut kehilangan arya kaya lo kehilangan mami sama papi,gwe juga tau gimana lo berusaha kuat di hadapan semua orang padahal sebenarnya lo tu rapuh karna lo juga manusia gwe tau itu semua,tapi coba lo fikir siapa yang akan mikirin keselamatan lo kalo lo terus terusan mikirin keselamatan orang yang lo sayang.Lo juga harus bahagia al."Ucap delon sambil duduk di samping ranjang aletta.
"Gwe bahagia kok,siap yang bilang gwe gak bahagia?Gwe bahagia liat mama papa kak rey arya senyum bahkan mereka ketawa gwe bahagia di."Ucap aletta dengan nada yang sedikit di tekan.
"Gwe tau lo bahagia liat mereka bahagia,tapi yang gwe maksut lo tu bahagia tanpa harus bikin orang lain bahagia,kaya waktu pertama kali lo belajar nembak sama papi."Ucap delon.
"Di stop jangan ungkit ungkit papi."Teriak aletta.
"Al lihat mata gwe,lo harus iklas lo harus bisa kuat,lo harus bahagia dan lo ngga boleh nangis."Ucap delon sambil memegangi pipi aletta.
"Gwe gak mau lo nangis terus alergi air mata lo kambih lagi,dan gwe akan usahain gimana pun caranya agar lo sembuh.Asalkan lo harus mau janji sama gwe."Ucap delon lagi.
"Janji apa?tanya aletta.
"Lo harus janji kalau lo juga harus bahagia bukan hanya bahagia karna lo lihat mama papa kak rey ataupun arya bahagia tapi lo harus bahagia karna emang lo bahagia."Ucap delon dan di jawab anggukan oleh aletta.
*Bersambung.......
__ADS_1
Yung para readers jangan lupa Like and Vote ya biar author semakin semangat UPnya๐๐๐๐Maap ya kalau ada typonya๐๐*