
Lima hari berlalu
Sisil dan satria masih saja masa mas egois bahkan mereka selalu bertengkar jika di pertemukan.Hari ini mereka pergi ke boutique untuk mengukur gaun dan jas mereka.Dan mereka juga sudah membuat janji dengan mama fia untuk bertemu tukang bunga.
"Mari mb saya ukur terlebih dahulu."Ucap mb petugas boutiquenya.
"Baiklah."Ucap sisil lalu mengikuti mb petugas boutique.
"Masnya mari saya ukur."Ucap mb petugas boutique.
"Ngga ada petugas cowo?"Ucap sisil ketus.
"Ada mb tapi dia belum datang masih 1 jam lagi datangnya."Jelas petugas boutique itu.
"Udah mb saya aku yang ngukur mb yang nulis."Ucap satria malas berdebat dengan sisil.
Sehabis mereka selesai mengukur tubuh mereka,kini sisil memilih beberapa model gaun sedangkan satria hanya fokus dengan ponselnya.
Setelah itu mereka pergi ke cafe yang telah di tentukan mama fia untuk bertemu dengan tukang bunga,Dan saat mereka sampai di cafe itu mereka langsung menyusul mama fia karna memang mama fia sudah terlebih dahulu sampai.
"Mama."Ucap sisil langsung memeluk mamanya.
"Eh sayang udah selesai masalah gaunnya?"Tanya mama fia kepada sisil.
"Udah ma,ya kalau dia ngga banyak tingkah sebenernya cepet."Ucap sisil sambil duduk.
"Apa kabar tan."Ucap satria sambil menyalami mama fia.
"Baik sat,ayo duduk mbnya udah nunggu."Ucap mama fia dan satria langsung duduk.
"Gini mbnya tanya kalian mau konsepnya kaya gimana?"Tanya mama fia.
"Rustic."Ucap satria.
"classic romance."Ucap sisil.
Ucap mereka bersamaan.
"Mendingan di gabung aja mb ms,nanti tetep pake konsep rustic tapi juga tetep classic romance."Ucap mb mb tukang bunga.
"Maksutnya?"Tanya sisil.
"Dalam pernikahan bergaya rustic, biasanya pelaminan dibuat dengan latar atau backdrop sederhana dan menonjolkan material kayu. Contohnya elemen kayu yang berpadu dengan kain berwarna netral sehingga terlihat halus dan elegan tanpa terlalu berlebihan nanti kita akan padukan dengan beberapa bunga yang nona mau jadi itu akan menjadi sangat perfect, sederhana dan classic romance."Ucap mb mb tukang bunga.
"Ya itu lebih baik."Ucap mama fia.
"Baiklah saya akan menetapkannya,oh iya ini out dor atau in dor?"Tanya mb mb tukang bunga.
"Out dor."Ucap satria.
"Baiklah akan saya catat."Ucap mb tukang bunga.
"Hey aku belum memberi jawabanku."Ucap sisil protes.
"Baiklah baiklah apa jawabanmu"Ucap satria karna malas berdebat dengan sisil.
"Out dor."Ucap sisil dan hal itu membuat mama fia dan juga satria kesal.
"Baiklah ma sudah selesai kan?Soalnya satria mau bawa gladis buat beli beberapa barang buat serah serahan."Ucap satria.
"Oh udah kok,yaudah sana nanti keburu sing."Ucap mama fia.
"Kita pamit ya ma."Ucap satira sambil berdiri dari duduknya.
"Hati hati ya,sana sil."Ucap mama fia kepada sisil karna sisil asik memakan cemilan yang mamanya pesan.
"Sisil harus ikut?"Tanya sisil kepada mama fia.
"Iya dong kan satria ngga tau kamu pake skincarenya apa terus tas yang kamu mau apa udah sana."Ucap mama fia.
__ADS_1
"Jadi sisil boleh pilih yang paling mahal?"Tanya sisil kepada mama fia.
"Asalkan kamu suka ngga masalah."Ucap mama fia.
"Okey yuk buruan."Ucap sisil langsung pergi ke mobil.
"Satria duluan ya tan."Ucap satria kepada mama fia.
"Iya hati hati ya."Ucap mama fia.
Sisil dan satria melajukan mobil mereka ke mall yang di inginkan sisil karna dia ingin membeli tas dan sepatu model terbaru yang ia inginkan.
Sedangkan di caffe mama fia terkagum kagum,karna dia baru saja membayar coffe dan cemilan yang ia makan tetapi sudah di bayar oleh satria.
"Satria sebenarnya orang baik,tapi kenapa satria tidak mau menikah?"Tanya mama fia kepada dirinya sendiri.
'Kalau tidak ada kejadian salah masuk kamar mungkin satria juga tidak akan menikah' kata papa faris yang terus di ingat mama fia.
Di mall terbesar di kota ini
Sisil dan satria berjalan memasuki mall,satria langsung menarik sisil ke toko perhiasan karna dia ingin mengukur lingkar jari sisil terlebih dahulu dan memesan beberapa perhiasan untuk sisil.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"Tanya mb yang bekerja di toko perhiasan itu.
"Mb tolong ukur jari nona ini ya."Ucap satria sambil melihat lihat kalung.
"Baik."Ucap mb mb yang bekerja di toko perhiasan itu.
"Sudah tuan."Ucap mb mb itu.
"Itu ukuran untuk pesanan atas nama satria untuk yang perempuan kalau yang laki laki tetap yang kemarin."Ucap satria.
"Baik ada yang bisa saya bantu lagi?"Tanya mb itu.
Satria melihat sisil meminta jawaban,sisil yang di tatap hanya menjawab dengan ketus.
"Lo mau beli atau ngga?"Tanya satria kepada sisil.
"Aku pengen lihat desain cincin pernikahan yang kamu pilih."Ucap sisil.
"Bentar saya ambilkan desainnya dulu."Ucap mb mb itu.
"Kamu kapan pesen cincinnya?"Tanya sisil kepada satria.
"Sehabis kejadian itu aku langsung pergi kesini."Ucap satria sambil melihat lihat desain kalung.
"Ini nona desin cincin yang di pilih oleh tuan satria."Ucap mb itu sambil memberikan ipad yang menampilkan desain cincin pernikahan mereka.
"Wahhh bagus banget,barangnya udah ada mb?"Tanya sisil.
"Belum nona karna kami baru mendapatkan ukuran jari nona,tapi kalau kalung dan gelangnya sudah ada."Ucap mb itu.
"Boleh saya lihat?"Tanya sisil kepada mb pramuniaga itu.
"Boleh,mari ikut saya soalnya ini hanya ada satu di dunia karna memang pembuatnya hanya membuat satu ini saja."Ucap mb pramuniaga itu.
"Ini nona."Ucap pramuniaga itu sambil membuka tirai yang menutupi kaca yang di dalamnya ada satu set perhiasan yang mana ada kalung gelang anting dan cincin tapi cincinnya belum jadi.
"Waw perfect."Ucap sisil.
"Udah yuk buruan mau beli perhiasan lagi ngga karna kita harus cari barang untuk seserahan."Ucap satria.
"Yaudah yuk langsung aja kita beli barang barangnya."Ucap sisil langsung pergi ke luar toko.
"Kebiasaan banget."Ucap satria.
"Mb nanti kalau sudah jadi langsung televon saya saja nanti akan saya ambil sendiri."Ucap satria.
"Baik tuan."Ucap pramuniaga itu dan satria langsung pergi menyusul sisil.
__ADS_1
Satria mengikuti sisil ke tempat penjual sepatu, tas ,make up,Skincare badan dan rambut,Skincare wajah,Peralatan mandi,parfum, jam tangan,baju dan juga dalaman.
Satria sudah sangat cape akhirnya dia memilih mengajak sisil makan karna dia sudah lapar.Satria memilih makan susi karna dia sedang ingin makan susi.
"Eh sat kata mama masih kurang peralatan sholat."Ucap sisil sambil melihat ponselnya.
"Yaudah nanti beli,makan duku laper gwe."Ucap satria sambil memilih makanan yang dia inginkan.
"Lo mau apa?"Tanya satria kepada sisil.
"Samain aja."Ucap sisil sambil terus melihat tas yang di belinya tadi karna dia sudah lama menginginkan tas itu.
"Okey."Ucap satria sambil mengetik sesuatu di ponselnya.
"Mb udah."Ucap satria memangil pelayan.
"Baik di tunggu ya tuan pesanannya."Ucap pelayan itu.
"Ya terimakasih."Ucap satria.
Tak lama dari itu ada tiga orang berbadan besar datang ke meja satria dan langsung membawa barang barang yang mereka beli tadi.
"Loh mau di bawa kemana barang brang gwe?"Tanya sisil.
"Di taruh mobil emangnya kenapa?"Ucap satria.
"Ya gpp cuma kaget aja."Ucap sisil.
Tak lama dari itu pesanan mereka berdua sudah datang dan mereka langsung menikmati makan siang mereka yang sebenarnya sudah mulai sore tapi mereka masih makan siang.
"Kata mama buah buahannya sama makanannya besuk pas udah h-2 kalo ngga h-1 aja takutnya keburu busuk."Ucap sisil.
"Nanti biar gwe minta tolong bi ijah buat urusin kekurangannya yang penting nanti beli peralatan sholat."Ucap satria sambil memakan makanannya.
"Hemm okey."Ucap sisil.
"Gwe boleh tanya gak?"tanya sisil kepada satria.
"Tanya aja kalau gwe tau ya gwe jawab."Ucap satria sambil meminum minumannya.
"Mama sama papa lo kemana?"Tanya sisil kepada satria.
"Udah meninggal."Ucap satria.
"Sorry gwe ngga bermaksut."Ucap sisil.
"No problem."Ucap satria.
"Udah belum yuk buruan nanti keburu malem."Ucap satria.
"Udah yuk."Ucap sisil langsung pergi ke toko peralatan sholat.
Satria membayar makanan mereka terlebih dahulu lalusatria langsung menyusul sisil.Setelah mereka membeli peralatan sholat unruk sisil satria langsung mengantarkan sisil pulang.
"Tadi total habis berapa?"Tanya sisil kepada satria.
"Ngapain tanya soal harga?Yang penting lo seneng kan?"Tanya satria sambil fokus mengemudi.
"Ya iya cuma pengen tau aja."Ucap sisil.
"Lo totalin aja semuanya."Ucap satria.
"Eh barang barang aku mana?"Tanya sisil saat melihat ke jok belakang dan barang barangnya sudah tidak ada.
"Udah di bawa pulang buat di bungkus."Ucap sisil.
"Owh."Ucap sisil lalu dia menyibukkan dirinya dengan bermain ponsel sedangkan satria fokus kembali untuk mengemudi.
Bersambung....
__ADS_1