Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Dibalik senyuman gladis


__ADS_3

Di mansion


Rey dari tadi nampak mondar mandir seperti orang kebingungan.Dia tidak tenang karna alisa mendiamkannya bahkan papa faris dan mama sinta juga ikut mendiamkannya karena ucapan rey yang menyakiti hati gladis.


Rey berusaha menelfon alisa dan gladis secara bergantian dan terus menerus,tapi masih saja tidak di jawab.Rey benar benar frustasi dan dia mencoba menghubungi bian.Untungnya bian menjawab telfonnya jika tidak mungkin rey sudah menyusulnya ke bandung.


"Halo tuan muda."Ucap bian di sambungan telepon.


"Halo bian sekarang kalian lagi dimana?"Tanya rey kepada bian.


"Ini kami sedang di cafe karna nona gladis dan nona alisa ingin mampir untuk minum coffe."Ucap bian.


"Berikan ponselmu kepada alisa."Ucap Rey kepada bian.


"Emm maaf tuan muda tapi nona alisa tadi sudah berpesan dia tidak mau di ganggu."Ucap bian.


"Aku ingin bicara dengan alisa,kamu berikan ponselmu kepada alisa sekarang juga."Ucap rey.


"Heh kamu itu bisa ngga ngga usah ngganggu orang."Ucap alisa.


"Matiin aja."Ucap gladis.


"Heyy aku...."Ucap kak rey terpotong karna teleponnya sudah mati.


Kak rey langsung mengamuk dia melempar ponselnya ke sofa dan mengacak acak rambutnya.


"Ahhhhh siall kenapa kamu membuatku gila."Umpat kak rey.


"Mending aku nanti telvon aletta,aku tanya gimana caranya ngambil hati gladis dan alisa biar mereka mau maafin aku."Ucap kak rey.


Skip


Di sisi lain.Kini alisa dan gladis sedang ngobrol sambil tertawa dan tak lupa mereka di temani oleh bian dan para pengawal yang duduk tak jauh dari mereka.


"Gila sih ni orang,suka banget gangguin lo."Ucap gladis.


"Tau tuh aku juga sebel di gangguin terus sama dia."Ucap alisa.


"Tapi seru juga sih kalo lagi marah kaya gitu."Ucap gladis.


"Kamu dah maafin kak rey?"Tanya alisa kepada gladis.


"Hemm sebenernya sih udah tapi pengen ngerjain aja."Ucap gladis.

__ADS_1


"Ide bagus.Em gwe chat aletta dulu."Ucap alisa.


"Lah ngapain harus chat aletta?"Tanya gladis kepada alisa.


"Kalo ngerjain jangan setengah setengah ah ngga asik."Ucap alisa.


"Wah seru nih."Ucap gladis.


Alisa mengetikkan sebuah pesan kepada aletta dan tak lama aletta juga membalas pesan dari alisa.Alisa teraenyum membaca jawaban dari aletta.


"Gimana?"Tanya gladis sambil menyeruput coffenya.


"Sesuai rencana."Ucap alisa sambil meletakkan ponselnya lalu meminum coffenya.


"Cabut yuk kita harus sampe sana sebelum sore nanti kasihan sisil yang nungguin."Ucap gladis sambil melihat jam tangannya.


"Hemm, yuk."Ucap alisa.


Alisa langsung menuju kasir untuk membayar minumannya dan gladis serta pengawalnya.Sedangkan gladis menuju parkiran untuk menyiapkan mobil.


Setelah membayar alisa langsung masuk mobil dan di ikuti ke 5 pengawal sedsngkan bian menuju kasir untuk membayar minumannya tetapi penjaga kasirnya bilang jika minumannya sudah di bayar oleh alisa.


"Nona alisa sungguh baik.Bahkan dia memikirkan orang lain di sekitarnya."Ucap bian sambil menatap alisa dari kejauhan.


"Eh iya nona.Mau saya setirkan?"Tanya bian kepada alisa dan gladis.


"Heyy lo meremehkan keahlianku membawa mobil?"Ucap gladis.


"Ti-tidak nona."Ucap bian terbata bata.


"Kau tau,gwe ini mantan pembalap mobil di inggris jadi jangan meremehkanku."Ucap gladis membanggakan dirinya.


"Iya pembalap tapi Queen balapan liar."Ucap alisa sambil tertawa mengejek.


"Ya sama ajalah yang penting pembalap."Ucap gladis.


"Iya iya udah ngga usah ngambek yuk jalan sekarang."Ucap alisa sambil memakai kacamatanya.


"Siap tuan putri."Ucap gladis langsung menancap pedal gasnya.


Gladis mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rata rata dia takut ngebut karna ini adalah mobilnya aletta jadi jika ada sesuatu dia takut aletta marah padanya.Ya walaupun sebenarnya mobil itu tidak ada apa apanya di banding persahabatannya.


Alisa dan gladis saling diam,Tiba tiba alisa terpikir sesuatu dan ingin menanyakannya kepada gladis.

__ADS_1


"Dis."Tanya alisa.


"Iya kenapa?"Tanya gladis sambil melirik alisa lalu fokus kembali ke jalanan.


"Gimana kabar mama sama papa?"Tanya alisa ragu ragu.


"Baik."Ucap gladis.


"Ya katanya Bokap ada kerjaan di indonesia.Tapi ngga tau mau ketemu gwe ngga secara mereka kan udah ngga mikirin gw"Ucap gladis sambil tertawa.


"Eh BTW mami sama papi mau ke indonesia lo minggu depan katanya pengen ketemu kita,dan mami minta kita ajakin mami muter muter indonesia lo mau kan nemenin mami?"Tanya alisa mengalihkan pembicaraan.


"Bisa di aturlah,yang penting bilangin sama mami suruh siapin makanan enak yang banyak aku siap nghabisin."Ucap gladis.


"Eh kabar si aqela gimana?"Tanya gladis kepada sisil.


"Baik ,tapi dia lagi pusing mikirin ujian katanya ngga mau kuliah aja"Ucap alisa sambil tertawa.


"Gila sih lo beda banget sama aqela."Ucap gladis sambil tertawa.


"Kamu juga beda banget sama gibran."Ucap alisa sambil menatap gladis.


"Udah ah jangan bahas dia nanti lo sedih."Ucap gladis.


"Engga aku ngga pernah sedih cuma aku mau tanya sama kamu mau sampai kapan kamu nyalahin diri kamu karna kepergian gibran?Lagian ini semua udah takdirkan aku ngga mau kamu kaya gini terus dan mungkin aja mama dian sama papa rangga emang ngga jodoh."Ucap alisa.


"Ya kamu benar."Ucap gladis lalu kembali fokus mengemudi.


"Plis ya jangan nyiksa diri kamu sendiri."Ucap alisa dan gladis hanya mengangguk sambil menatap alisa.


Aqela adalah adik kandung alisa yang jarak antara mereka berdua hanya 1 tahun.Aqela berbeda dengan alisa jika alisa sudah mendapat gelar S1nya pada umur 16 tahun sedangkan aqela pada umur 17 tahun dia masih sma kelas 3.


Sedangkan Gibran yang tak lain mantan kekasih alisa dan kakak kandung gladis.Ya tepat setelah kepergian gibran papa dan mam gladis memutuskan untuk bercerai dan itulah yang membuat diri gladis bertekat untuk hidup mandiri tanpa memerlukan bantuan dari kedua orang tuanya seperti sekarang dia bisa mencari uang sendiri.


"Tapi kalau ngga karena kepergian gibran mungkin gwe ngga akan senekat ini kalik ya?Hidup di inggris jadi ratu pembalap liar,hidup di prancis ngurus kantor aletta terus sekarang hidup di indonesia nyusaih mama sinta sama papa faris sekaligus ngurus kantor aletta."Ucap gldis dengan wajah datarnya.


"Kamu tau ngga,kamu itu sahabat terhebat yang pernah aku punya.Aku aja salut sama kamu kadang aku pengen kaya kamu hidup bebas tapi tetep aja mami sama papi kaya gitu."Ucap alisa.


"lo tau ngga?gwe tu sebenernya iri sama lo aletta dan sisil.Kalian punya keluarga yang lengkap yang sayang sama kalian.Sedangkan gwe?Ngga ada yang perduli bahkan mereka udah ngga mikirin gwe sekarang tidur di mana ketemu aja ngga pernah karna mereka lebih mentingin urusan mereka."Ucap gladis dengan wajah sendunya.


"Udah ah ngga usah iri,mami aku mami kamu juga."Ucap alisa sambil mengelus elus pundak gladis.


Bersambung.....

__ADS_1


......Maaf ya guys,aku sering telat uplodnya doalnya banyak kesibukan di dunia nyata.Jangan lupa like sama kirim bunganya dong๐Ÿ™๐Ÿ™......


__ADS_2