
Di meja makan
Semua keluarga berkumpul untuk makan siang tanpa terkecuali,bahkan gladis dan sisil juga memutuskan untuk pulang ke mansion papa faris.Mansion sudah seperti acara reunian karna aletta alisa sisil dan gladis berkumpul dan mereka juga tak lupa membawa baby mereka.
"Kita jadi ke china kapan ni?Aku udah pengen banget."Tanya gladis kepada aletta.
"Tunggu kita lahiran dong,biar kita bisa ikut."Ucap sisil kepada gladis.
"Iya aku juga pengen balik ke china,udah kangen banget suasana di sana."Ucap alisa sambil menggendong baby xia.
"Aku sih kapan kapan bisa ya tapi tunggu xia pulih dulu soalnya aku kasian sama xia."Ucap aletta.
"Eh coba sini aku mau gendong calon mantu aku dulu."Ucap gladis sambil mengambil xia dari gendongan alisa.
"Nih,yang baik ya sama keponakan aku."Ucap alisa sambil memberikan xia kepada gladis.
"Patinya dong,kan xia calon istrinya axel."Ucap gladis sambil menerima xia.
"Ya ampun mereka aja belum tau nama mereka udah di jodohin aja."Ucap sisil sambil mengelus perutnya.
"Ya gpplah,kenapa iri?"Ketus gladis kepada sisil.
"Ini aja udah lahir,pas aletta masih hamil gladis udah jodohin mereka berdua."Ucap alisa sambil memakan potongan buah yang tersedia di meja.
"Ngga kaget sih,diakan gladis."Ucap sisil.
"Kenapa kalian pada pojokin aku sih."Ketus gladis.
"Lah siapa yang mojokin?Orang aku diem."Ucap aletta sambil menggendong axel karna axel menangis.
"Eh si axel di gendong aletta langsung diem."Ucap sisil kagum.
"Ya alettakan gendongnya pake hati,emangnya kamu pake otot."Ucap gladis sambil memberikan tas baby axel karna ternyata baby axel pup.
"Apaan sih."Ketus sisil lalu berdiri dan pergi.
"Heyy!Beecanda kalik kenapa jadi baperan?"Teriak gladis membuat ketiga baby yang ada di sana kaget dan menangis dengan sigap alisa langsung menggendong baby chen lalu gladis menggendong baby xia dan aletta menenangkan baby axel setelah mengganti popoknya.
__ADS_1
"Suara kamu kebiasaan banget,di kecilin dikit kasian anak anak nangis karna denger teriakan kamu."Ucap alisa.
"Nih axel,aku mau bawa xia ke atas dulu buat ketemu dokter ana takutnya xia kenapa napa."Ucap aletta sambil menaruh axel di keranjang dan mengambil xia.
"Ini kenapa pada baperan sih?"Ucap gladis setelah aletta pergi.
"Siapa yang baperan?Aletta?Ya jelas aletta marah,kamu tau sendiri keadaan xia kamu malah buat xia nangis."Ucap alisa sambil meletakkan baby chen di keranjang karna baby chen sudah tenang.
"Bukan aletta tapi si sisil."Ucap gladis tak terima.
"Ya maklumin aja diakan lagi hamil,hormon bumil suka gitu contohnya kaya kamu waktu hamil axel kamu ngga mau kan deket deket sama bian?Dan bian ngelakuin itu buat kamu karna bian lebih milih kamu nyaman walaupun dia harus jauh dari kamu daripada bian deket terus sama kamu tapi kamunya ngga nyaman."Ucap alisa.
"Jadi aku harus minta maaf sama sisil?"Tanya gladis kepada alisa.
"Terserah kamu."Ucap alisa sambil mengambil chen dan menggendongnya pergi.
"Eh mau kemana?"Tanya gladis kepada alisa.
"Mau ke atas,kasih anak ayam ke induknya."Ucap alisa sambil berjalan menaiki tangga.
"Loh kok sepi ini pada kemana?"Tanya mama sinta kepada gladis.
"Em itu ma pada ke kamar."Ucap gladis kepada mama sinta.
"Lagi mikirin apa sih?Kok kayaknya serius banget?"Tanya mama sinta kepada gladis.
"Engga kok ma,eh ma boleh titip axel sebentar gladis mau ambil minum dulu."Ucap gladis kepada mama sinta.
"Boleh dong malah mama seneng kalau bisa jagain cucu mama,sebenernya mama juga pengen ajak xia tapi masih agak takut tadi aja yang gendong xia alisa."Ucap mama sinta.
"Okey gladis tinggal bentar ya ma."Ucap gladis langsung berdiri tapi tiba tiba bel rumah berbunyi.
Ting tong
"Biar gladis aja yang buka."Ucap gladis langsung berjalan ke pintu depan untuk membukkan pintu dan bel rumah kembali berbunyi membuat gladis yang tadinya jalan langsung berlari dan berteriak.
"Iya sebentar."Ucap gladis sambil berlari dan membuka pintu,dan terlihat sosok wanita memakai dress putih selutut dan membawa bunga serta kue yang di tentengnya.
__ADS_1
"Iya cari siapa?"Tanya gladis kepada wanita yang berdiri di depan pintu.
"Benar ini kediaman tuan faris arganta?"Tanya wanita tersebut.
"Iya benar ada apa ya?"Tanya gladis kepada wanita itu.
"Oh ini saya titip ya untuk delon,dan tolong sampaikan pesan saya untuk delon bilang aja dari friska teman sekelas delon waktu sma."Ucap wanita tersebut.
"Saya pamit dulu ya saya buru buru soalnya."Ucap wanita tersebut langsung pergi menuju mobilnya stelah memberikan bunga dan kuenya ke gladis.
"Kayaknya ini bau bau pelakor deh."Ucap gladis bersiap untuk membuang bunga dan kuenya ke tempat sampah tapi mama sinta sudsh terlebih dahulu datang sambil menggendong axel.
"Siapa dis?kok ngga di ajak masuk?"Tanya mam sinta yang baru datang.
"Loh apa itu?"Tanya mama sinta setelah melihat apa yang di bawa gladis.
"Ngga tau katanya titip buat delon dari friska,mau aku buang aja takutnya jadi masalah sama aletta dan aku juga cium bau bau pelakor."Ucap gladis.
"Iya buruan buang mama juga setuju sama kamu."Ucap mama sinta dan gladis langsung membuang bunganya dan bersiap membuang kuenya tapi aletta keburu datang.
"Eh ngapain pada di sini?"Ucap aletta yang baru datang.
"Eh kue dari siapa itu?Kayaknya enak."Ucap aletta sambil mengambil kuenya.
"Punya kmu ya dis?buat aku aja ya"Ucap aletta kepada gladis belum sempat gladi menjawab aletta sudah tetlebih dahulu berbicara.
"Eh ini siapa yang naro bunga di sini?Mungkin tukang bunganya salah taruh kalik ya ma?Lagian ini siap yang naruh tempat sampah di sini."Ucap aletta sambil mengambil bunga yang di buang gladis tadi.
"All..."Ucap gladi terpotong ucapan aletta.
"Aku ke dalem dulu ya soalnya tadi niatnya mau tutup pintu kirain ngga ada orang,aletta duluan takut xia nangis."Ucap aletta sambil berlari dan membawa bunga serta kuenya tadi.
"Gawat ma."Ucap gladis langsung mundur dan bersandar pintu.
"Mama mau ke kamar aja,nih axel."Ucap mama sinta sambil mberikan axel kepada gladis.
Bersambungggg........
__ADS_1