
Hari ini xia chen dan axel sudah bersiap untuk pergi ke stadion karna xia akan ikut lomba menembak dan memanah.Xia datang pagi pagi sekali karna lomba menembak akan di adakan pukul 6 pagi dini hari,dan ini adalah kesempatan xia karna pastinya orang rumah masih sibuk dengan aktivitasnya masing masing.
Xia memakai pakaian hitamnya dan topi hitam yang di belikan oleh sang ayah serta xia juga membawa pistol sang ayah.Chen dan axel terlihat masih mengantuk sehingga mereka memutuskan untuk melanjutkan tidur mereka di mobil.
Pengawal joon terlihat sedang fokus menyetir tiba tiba dia melirik xia yang masih memandangi pistol sang ayah.Pengawal joon memutuskan untuk bertanya kepada xia.
"Nona apa tidak sebaiknya di batalkan saja lombanya?saya takut kalau nona kenapa kenapa apalagi kalau tuan besar tau."Ucap pengawal joon kepada xia.
"Pengawal joon kau tenang saja,aku baik baik saja.Aku yakin aku nanti akan menang."Ucap xia dengan semangat.
"Ya saya yakin nona tapi saya tetap takut apalagi nona masih berumur 5 tahun,dimana anak kecil seusia nona harusnya masih bermain boneka berbi."Ucap pengawal joon.
"Pengawal joon,tidak semua anak kecil berusia 5 tahun suka bermain berbi buktinya aku melihat film dan membaca novel ada anak kecil berusia 5 tahun yang sudah panda memakai senjata api.Lagian harusnya pengawal joon lihat siapa ayah bundaku,mereka saja sudah sangat mahir menggunakan senjata api."Ucap xia.
"Baiklah nona."Ucap pengawal joon pasrah.
"Benar juga,ayah dan bundanya saja sudah sangat pandai memakai senjata api.Apalagi nona aletta dia ngidam saja ingin memanah jadi tidak kaget kalau anaknya juga pandai memanah dan menembak."Gumam pengawal joon dalam hati.
"Pengawal joon tolong besuk kalau ayah sudah sampai sini bilang ke ayah ya kalau kita maunya yang jadi pengawal dan supir pribadi kita di indonesia tetap pengawal joon."Ucap xia kepada pengawal joon.
"Maaf nona saya tidak beran karna itu hak tuan delon.Saya sebagai bawahan tidak berani lancang."Ucap pengawal joon kepada xia.
"Bilang saja pengawal joon sudah tidak mau menjadi pengawal kami karna chen nakal kan?"Ucap xia kepada pengawal joon.
"Siapa yang kamu bilang nakal?memangnya aku yang pagi pagi seperti ini sudah pergi dari rumah menuju stadion?Aku yang memakai pistol ayah untuk ikut lomba?"Ketus chen yang baru saja bangun.
"Eh sudah bangun."Ucap xia mengalihkan pembicaraan.
"Tidak usah mengalihkan pembicaraan,aku malas bicara denganmu."Ketus chen kepada xia.
"Kenapa kamu jadi merajuk."Ketus xia tetapi chen tidak memperdulikan ucapan xia.
Setelah kurang lebih 45 lima menit menempuh perjaanan menggunakan mobil van si kembar pengawal joon memarkirkan mobil itu di parkiran stadion.Terlihat sudah banyak orang yang berdatangan.
__ADS_1
"Nona,tunggu saya bukakan pintu.Karna ini masih pagi bahaya jika kalian bertiga berkeliaran sendiri."Ucap pengawal joon lalu keluar dari mobil.
"Berkeliaran memangnya kita hewan."Tanya axel yang baru saja bangun dari tidurnya.
"Silahkan nona."Ucap pengawal joon setelah membuka pintu karna xia yang berada paling pinggir pintu yang di buka pengawal joon.
Xia axel dan chen sudah keluar dari mobil,mereka menunggu pengawal joon untuk mengunci mobil.Mata axel tertuju pada seorang anak pria yang tengah berjalan menuju stadion bersama orang dewasa.
"Lee?"Teriak axel dan itu membuat semua orang yang ada di sana menengok ke arah axel begitupun dengan lee.
"Haii,aku tunggu di dalam ya."Ucap lee lalu masuk bersama sang ayah.
"Huhh,pagi pagi sudah mendapati pemandangan yang tidak enak."Ketus xia.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu?lee itu baik."Ucap chen membela lee.
"Dia itu bukan baik tapi sombong,aku tidak suka caranya memamerkan keahliannya dalam hal menembak dan dia juga memamerkan ayahnya yang seorang tentara."Ketus xia kepada chen.
"Lee itu tidak sombong,sudahlah xia kamu kurangi sedikit sifat aroganmu itu.Bisa bisa kamu tidak memiliki teman karna sifat dinginmu itu."Ucap chen memperingati xia.
"Selalu saja merajuk."Ketus chen sambil menatap kepergian xia.
"Kenapa kalian selalu bertengjar?kasihan kan xia."Ucap axel sambil menyusul xia.
"Aku lagi yang salah?"Ucap chen sambil menghembuskan nafas kasar.
"Loh tuan nona dan tuan axel kemana?"Tanya pengawal joon yang baru saja selesai mengunci mobil dan membawa peralatan axel dan chen.
"Tuh."Ucap chen sambil menunjukkan xia dan axel yang berjalan masuk ke stadion.
Chen dan pengawal joon menyusul xia dan axel yang sudah memasuki stadion.Terlihat xia sedeng memakai beberapa pemgaman seperti vas hlm serta kacamata untuk menembak.
"Kenapa kamu selalu merajuk?"Tanya chen kepada xia.
__ADS_1
"Aku tidak merajuk."Ucap xia sambil mengeluarkan pistol sang ayah dan mengisinya dengan peluru.
"Haii xia chen axel."Sapa lee yang baru saja menghampiri mereka.
"Haii lee."Ucap chen dan axel secara bersamaan sedangkan xia hanya menatap malas lee.
"Oh iya kenalkan ini ayah aku,yah ini teman teman aku yang cantik ini xia yang tampan dan mirip xia ini chen kembaran xia dan yang tampan satu lagi ini axel sepupu mereka."Ucap axel mengenalkan.
"Hai semuanya."Ucap ayah lee menyapa.
"Hai om."Ucap ketiga bocah itu secara bersamaan.
"Eh kalian kesini sendiri?"Tanya ayah lee kepada ketiga bocah tersebut.
"Engga om kita sama pengawal kami karna ayah dan bunda xia tidak bisa hadir dan mama serta pa aaaawwwww."Ucap axel terpotong karna kakinya di injak oleh chen.
"Kita datang bersama paman joon om,sekarang dia sedang kekamar mandi."Ucap chen berbicara.
"Oh begitu,eh ngomong ngomong siapa ini yang mau ikut lomba?"Tanya ayah lee kepada ketiga bocah tersebut.
"Yang akan ikut lomba xia yah,dia ikut lomba menembak sekaligus memanah hebat bukan?Tapi yang aku bingungkan xia itu masih 5 tahun kenapa bisa ikut lomba ya yah?kan lomba menembak minimal umur 7 tahun itu untuk anak anak."Ucap lee berfikir.
"Hem?kamu masih 5 tahun?"Tanya ayah lee kaget.
"Eh itu sudah mau di mulai ayo kita ke sana kita haru ikut upacara."Ucap xia langsung menarik lee ke tengah lapangan.
"Ehhh iyaa."Ucap lee saat di tarik oleh xia.
"Heh kamu jangan banyak bicara ya!Awas saja jika sampai ada satu orang yang tau siapa aku sebenarnya aku pastikan kamu akan aku tembak."Ketus xia kepada lee.
"Baiklah tapi asalkan kita buat perjanjian,kalau aku menang kamu harus memberi tahu siapa kamu sebenarnya dan kalau kamu yang menang aku akan menjadi pengawalmu secara gratis bgaimana?"Ucap lee memberikan tawaran kepada xia.
"Oke baiklah deal."Ucap xia sambil mengulurkan tangan dan mereka berdua salaman.
__ADS_1
Mereka langsung mengikuti upacara pembukaan karna semua peserta wajib mengikuti ucapara pembukaan.
Bersambungggggg......