Perjalanan Cinta Queen Laurent

Perjalanan Cinta Queen Laurent
Welcome back


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana gladis di perbolehkan pulang.Sesuai anjuran dokter gladis harus di rawat selama 4 hari agar kondisinya pulih kembali.


Aletta masih belum tau tentang sakitnya gladis apalagi tentang pernikahan mendadak itu.Bisa bisa aletta pulang sekarang juga jika mendengar kabar mengejutkan ini,tapi bian sudah memberi tahu delon untuk pulang 1 minggu sebelum hari pernikahan mereka.


"Kamu mau makan dulu ngga?"Tanya bian sambil mendorong gladis yang diduk dikursi roda.


"Engga aku mau cepet cepet pulang aja,aku dah kangen sama rumah."Ucap gladis.


"Hemm oke.Kamu tunggu di sini dulu aku mau ambil mobil dulu okey."Ucap bian.


"Iya iya."Ucap gladis.


"Jangan turun dari kursi roda okey."Ucap bian.


"Iyaaa."Ucap gladis lalu bian pergi mengambil mobil di parkiran.


"Gila punya calon suami satu overprotektif banget sih.Lagin aku tu udah bisa jalan ngapain juga harus pake kursi roda malu maluin aja."Ucap gladis.


"Aku aja udah bisa nendang pot bunga sampai pecah."Ucap gladis yang langsung berdiri dan menendang pot bunga yang ada di sampingnya.


"Kenapa jadi pecah beneran."Ucap gladis panik.


"Ah biarin aja lagian papa fariskan sultan."Ucap gladis yang langsung duduk lagi kekursi rodanya.


Tak lama dari itu tibalah mobil bian.Bian langsung keluar dan membukakan pintu untuk gladis lalu membantu gladis untuk masuk kedalam mobil.


"Eh kok ini pot bunganya pecah?"Tanya bian kepada gladis.


"Tadi ada kucing nyenggol pot bunganya terus pecah deh."Ucap gladis berbohong dan membuat bian curiga.


"Yakin?"Tanya bian.


"Yakin,udah ayok ah ngapain bahas pot bunga sih."Ucap gladis.


"Okey."Ucap bian lalu menutup pintu dan masuk ke jok kemudi.


"Yakin ngga mau makan?"Tanya bian sambil menatap gladis.


"Engga masih kenyang."Ucap gladis.


"Okey."Ucap bian lalu mendekatkan badannya ke badan gladis.


"Ini bian mau ngapain sih,aduh jantung aku kok berdebar kaya gini ya."Gumam gladis dalam hati.


"Kamu itu suka lupa pake sabuk pengaman."Ucap bian sambil memasangkan sabuk pengaman gladis.


"Eh i-iya."Ucap gladis gugup.


"Kenapa kok gugup?"Ucap bian sambil menggunakan sabuk pengamannya.


"Hem?Gpp."Ucap gladis.


"Yakin ngga mau mampir kemana dulu gitu?."Tanya bian kepada gladis.


"Engga ah udah yuk pulang."Ucap gladis.


"Baiklah tuan putri."Ucap bian lalu menginjak pedal gasnya.


Bian mengemudikan mobilnya menuju mansion arganta.Karna gladis belum mau di ajak ke rumah bian katanya malu.


"Dis aku boleh tanya?"Ucap bian.


"Tanya aja."Ucap gladis sambil melihat keluar jendela.

__ADS_1


"Kita kan satu minggu lagi mau ada pertemuan keluarga,nah kamu ngga ada niatan buat ngabarin mama papa kamu."Ucap bian.


"Mereka ngga akan perduli."Ucap gladis.


"Hey kamu ngga boleh dong kaya gitu,gimanapun juga mereka itu orangtua kamu."Ucap bian.


"iya iya,nanti aku telvon mereka.Lagian papa katanya mb nina juga mau ada kerjaan di indonesai tapi ngga tau kapannya."Ucap gladis.


"Emangnya papa sekarang tinggal di mana?"Tanya bian kepad gladis.


"Paris."Jawab gladis.


"Kalau mama dimana?"Tanya bian lagi.


"Inggris."Ucap gladis.


"Terus mb nina siapa?"Tanya bian.


"Mb nina itu sekertaris papa,ya aku percaya sama dia dan dia selalu ngabarin kalau papa mau terbang kemana aja tapi tetep aja om om duda mana yang ngga tergoda sama wanita cantik."Ucap gladis.


"Eh kamu kok ngomongnya gitu sih."Ucap bian.


"Emang kenyataannya kan?"Ucap gladis.


"Kalau kabar mama gimana?Maksutnya gimana kamu komunikasiannya?"Tanya bian kepada gladis.


"Kalau mama beda lagi ceritanya,mama sering telvon aku bahkan setiap hati setiap pagi setiap malam telvon tapi ngga tau kenapa udah satu bulan ini mama ngga ngabarin aku."Ucap gladis.


"Kamu ngga coba tanya siapa gitu?"Tanya bian.


"Udah,Aku udah tanya orang rumah katanya mama ke luar negri tapi ngga tau kemana."Ucap gladis.


"Udah ngga udah di pikirin mungkin mama kamu lagi sibuk."Ucap bian menenangkan hati gladis.


"Tapi aku takut kalau nanti mommy kamu sama daddy kamu ngga suka sama aku."Ucap gladis.


"Tenang aja mommy sama daddy aku ngga makan orang kok."Ucap bian.


"Kamu apaan sih."Ucap gladis.


Setelah menempuh perjalanan setengah jam akhirnya bian dan gladis sampai di mansion keluarga arganta.Bian membunyikan tlaksonnya dan pagarnya terbuka.Bian langsung masuk ke garasi.


Bian memarkirkan mobilnya lalu keluar dari mobil untuk membantu gladis.Bian masuk ke dalam rumah dengan menggandeng tangan gladis tapi yang sangat anget kenapa mansion sangat sepi.


Tak biasanya mansion sepi karna ada 20 pembantu di sini serta 10 penjaga serta satpam.Dan ada 50 pengawal tapi ada di rumah samping dan tidak menjadi satu dengan mansion.


"Ini kenapa sepi kaya gini sih?"Tanya gladis kepada bian.


"Aku juga ngga tau,em kita ke taman belakang aja yuk cari udara segar."Ucap bian.


"Hemm baiklah."Ucap gladis menurut.


Sesampainya di taman belakang gladis di kejutkan dengan adanya banyak balon serta semua orang ada di taman belakang untuk menyambut kepulangan gladis.


"Surprise."Ucap semua orang dan membuat gladis tersenyum bahagia.


"Welcome back kak gladis cantik."Ucap arya dan aqela bersama.


"Selamat datang kembali sayangku."Ucap alisa dan sisil.


"Ya ampun aku terhura lo."Ucap gladis lalu memeluk alisa dan sisil.


"Terharu sayang bukan terhura."Ucap mama sinta.

__ADS_1


"Aaa mama."Ucap gladis lalu memeluk mama sinta.


"Selamat kembali ke rumah ya sayang."Ucap mama sinta dan papa faris.


"Makasih ma pa semuanya juga."Ucap gladis.


"Eh ada tante fia sama aqela juga."Ucap gladis.


"Iya dong kak,tapi maaf ya kak papa ngga bisa ikut soalnya ada urusan kantor mendadak."Ucap aqela.


"Iya gpp,kamu kok tambah cantik sih."Ucap gladis.


"Ah kakak bisa aja padahal cantikan kak gladis."Ucap aqela.


"Hehehe."Tawa gladis.


"Gimana kabar kamu?Baik kan?Udah enakan kan?"Tanya tante fia.


"Udah kok tan,udah enakan."Ucap gladis.


"Eh tan bentar ya aku mau nyusulin bian dulu."Ucap gladis.


"Iya sana tante juga mau ngobrol sama sinta."Ucap tante fia.


"Gladis kesana dulu ya tan ma."Ucap gladis dan fia dan sinta menangguk.


Gladis langsung menghampiri bian yang sedang duduk di pinggir kolam berenang sambil melamun.


"Hey ngapain di sini?"Tanya gladis kepada bian.


"Eh gpp,udah ngobrolnya?"Tanya bian kepada gladis.


"Udah kok."Ucap gladis.


"Kamu kenapa sih kok ngelamun."Tanta gladis kepada bian.


"Em aku boleh tanya sama kamu."Ucap bian kepada gladis.


"Ya tanya aja."Ucap gladis.


"Kamu beneran mau nerima aku jadi suami kamu?"Tanya bian kepada gladis.


"Ya beneran lah emangnya kenapa?"jawab gladis kepada bian.


"Kalau seumpamanya aku ini miskin ngga punya apa apa kamu mau ngga jadi istri aku."Tanya bian lagi.


"Ya mau lah,aku kan ngga butuh uang kamu aku butuhnya kamu."Ucap gladis.


"Kalau seandainya aku sakit kamu mau ngga jadi istri aku?"Tanya bian lagi.


"Bian kamu ngapain sih tanya kaya gitu.Nih dengerin aku mau kamu miskin ngga punya apa apa kamu sakit atau apapun itu aku ngga perduli karna jika kamu miskin kita akan berjuang sama sama dan kalaupun kamu sakit aku akan rawat kamu sampai kamu sembuh."Ucap gladis.


"Beruntungnya aku mendapat calon istri kaya kamu."Ucap bian lalu mencium pipi gladis.


"Woy kalau mau mojok jangan di sini,banyak orang ni."Ucap rangga kesal.


"Suka suka gwe bini bini gwe."Ucap bian sambil merangkul gladis.


Di sisi lain


Belanda


Aletta dengan wajah panik kini sudah ada di jet pribadinya dengan delon di sampingnya.Aletta panik karna melihat postingan sisil di instagram yang mana ada foto sisil alisa dan gladis yang memakai selang infus dan baju rumah sakit.Tanpa pikir panjang aletta langsung mengemasi barang barangnya dan mengajak delon untuk pulang ke indonesia tanpa bertanya dan memberi tau orang rumah.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2